
Acara Wedding berlangsung dengan hangat dan indah,Sisil dan Raka menatap satu sama lain saat mereka tidak menyangka akan di pertemukan dengan situasi yang sewaktu itu,Sisil mengucapkan hal yang sederhana namun saat di dengar oleh Raka,membuat mata Raka berkaca-kaca.
“I am proud to be able to build a household with people who are truly sincere…” bisik Sisil di telinga Raka,Raka mengelus kepala Sisil.
“Kala,Dela mana sih,kenapa belum datang juga,padahal dia yang Gue tunggu-tunggu…”batin Sisil risih tidak melihat kedua sahabatnya.
****
“Pasti si Sisil udah risih tu,wajah cantik kita tidak terlihat…” Ujur Kala berjalan menyusuri lorong hotel yang sangat mewah dengan gaun nya yang sangat bagus,Kala di bantu jalan oleh Dela dan Vano,karena perut Kala sudah membesar.
“Sayang,aku ke toilet dulu…” ucap Kala,pergi bersama Dela,sedangkan Vano sedang duduk bersama dengan rekan bisnis nya yang sekarang san juga teman Raka.
***
”Gue harap lo bisa nyusul del,setelah ini,lo bakal kami carikan yang benar-benar tulus dengan lo…” ucap Kala mencuci tanganya,namun ada suara yang membalas perkataan Kala.
“I hope so…” seru Vio meletakan tas nya di pinggi wastafel.
“V-Vio…”seru Dela terkejut melihat keberadaan Vio.
......................
“Gue tungguin lama banget,buruan kita harus foto bareng….” Ajak Sisil untuk berfoto bareng,senyuman mereka terukir di acara itu,namun saat tengah asik berfoto,Vio datang dan juga ingin ikut berfoto bersama mereka,namun itu tidak mereka ekspresi mereka,mereka tetap memancarkan kecantikan mereka.
Dan tak lupa juga,Diko,Vano juga ikut naik berfoto bersama,mereka berfoto seakan tidak ada yang terjadi,acara di gelar hanya hingga Malam.
Saat acara sudah selesai,Sisil meminta Kala,Dela untuk naik ke atas balkon,melihat betapa indah pemandangan di atas hotel ini.
“Lo enggak undang Nyokap lo sil….” Tanya Dela ceplas-ceplos diatas balkon.
“Gue udah undang,but,maybe he is busy with his new person…”jawab Sisil menatap langit malam
“It’s okay to be okay,kita ada disini buat lo…” Ujur Kala duduk bersandar karena ia tidak bisa duduk tanpa bersandar sekarang.
****
”Lo tau dari mana Dela ada dirumah Gue waktu itu….” Tanya Diko heran duduk bersama dengan Vano di meja tamu.
“Gue tau dari seseorang,dan lo gaperlu tau,lo jangan coba Brani-Brani nyakitin dia dik,kalau satu di antar mereka tersakiti,dan dua nya akan beraksi,gue g tega lihat orang terdekat istri gue tersakiti,dan gue udah g anggap mereka sebagai adik-adik gue,kalau lo…” ucap Vano,namun di potong oleh Diko.
“Enggak ada yang nyakitin van,lo tau gimana kan,gue g gitu…” jawab Diko membela diri.
“Itu sama aja dengan nyakitin mental wanita,asal lo tau,lo ingin di cintai,but,sikap lo tidak sepadan dengan apa yang dipikirkan oleh wanita,gue kira lo bakal berubah,seharusnya lo jaga dia bukan malah menghancurkan mental nya,lo gatau aja keluarga sudah mencar,dia sekarang hidup tanpa mama nya,dan sedangkan papa nya hanya melihat perkembangan anak,tapi mengabaikan mental sang anak,plis lh,gue juga teman lo Diko,gue pasti malu kalau lo berbuat bejad begini….” Tegur Vano menatap Diko yang terdiam mendengar perkataan Vano.
**
“Kita sudah lama tidak bertemu,semenjak lo Memilih untuk tinggal di luar negeri…”
“At least I didn't forget about you...”
Sisil terkekeh tertawa,dia mengingat yang terjadi sewaktu dirumah Diko,dan mereka juga sudah merencanakan itu saat tau Vio di Indonesia,melihat Sisil ketawa,ketiga kawan nya itu tau apa yang di lucu kan Sisil,mereka juga ikut tertawa.
“Tapi untung aja Gue enggak ada dirumah Diko saat itu,pasti dia akan kebanyakan drama…” ucap Dela melirik Kearah teman-temannya.
“If you look around, he really really loves you, but the way is wrong and I don't like it, and what's more, I heard the story of these two people…” ucap Vio
“Arghhh,lupakan itu,Gue lelah,Gue balik ke kamar dulu,Terimakasih telah membukan kamar untuk Guee sil…” ucap Dela tidak ingin membahas itu.
“Lo sakit del….” Tanya Vio.
“Enggak,Gue kelelahan..” jawab Dela bangkit dan memasuki lift
“Dia pucat tak seperti biasanya…” Ujur Kala
Mereka semua balik ke kamar Masing-Masing.
**
”Terimakasih telah menerima aku baby…” dengan suara parau Raka dan bergema di kamar mandi.
Sisil membalasnya dengan senyuman,Setalah sisil selesai membersihkan make up nya,ia berniat untuk meninggalkan Raka dikamar mandi dan ia akan mandi setelah Raka selesai,namun Raka tidak membiarkan dirinya pergi begitu saja.
Raka menarik lengan Sisil dan mendorong tubuh sisil ke dinding,ia menatap dalam-dalam mata sisil,Raka memajukan wajahnya hingga bersatu dengan Sisil,Raka mencium bibir Sisil,Sisil menaiki tangan nya dan memeluk erat pinggang Raka,lalu membalas ciuman Raka.
Selebihnya hanya mereka dan cicak yang tau apa yang mereka perbuat.
……
”Gue lapar dan ingin makan,mari kita ke bawah cari makanan…” seru Dela dengan baju tidur nya berbahan tipis.
Dela melihat hotel sedang di bersihkan karena abis acara Wedding,Dela berjalan sambil tersenyum,ia senang melihat Sisil sudah mendapatkan orang yang benar-benar tulus cinta kepadanya.
Dela keluar lobby dan masih banyak yang diluar,Dela hanya berjalan kaki,dan hanya membawa uang secukupnya.
Dela membeli jajanan yang di sembarang jalan.
“Gila,ini kenapa tiba-tiba jadi dingin banget,tadi perasaan panas deh,arghhh…” seru Dela kedinginan dan memeluk dirinya berjalan untuk kembali ke hotel.
“Kalau tau akan dingin,jangan pakai-pakaian yang berbahan tipis….”seru pria lalu melepaskan jaketnya dan melekatkan nya ke badan Dela,Dela terkejut dan melirik ke samping.
Saat melihat siapa orang itu,Dela ingin melepaskan jaket itu,namun di tahan oleh Diko,Diko tersenyum ke arah Dela.
“Maaf atas sikap aku sewaktu itu yang membuat mental kamu semakin breakdown…” ucap Diko Kearah Dela dan berhenti melangkah,Dela mendengar perkataan itu ia juga ikut berhenti berjalan.
“Ya,mental aku semakin hancur saat aku bertemu kamu kembali…” jawab Dela memberikan jaket itu kepada Diko,lalu berjalan balik ke arah hotel,namun suara Diko membuat Dela menghentikan langkahnya kembali.