Merried With You

Merried With You
Senang+Sedih.



Kini Kala sedang diperiksa,semua menunggu diluar,Vano merasa cemas,ia berdiri tak ada duduk,dokter pun keluar,dia menanya mana keluarga Kala atau suami Kala,Vano langsung mendekati dokter tersebut lalu mengaku ia suami Kala,dan dokter juga meminta Vano untuk ikut bersama dirinya Keruang nya.


“Ada apa dengan istri saya dok,sampai saya dibawa ke ruangan anda,apa ada yang sangat genting….” Tanya Vano kebingungan dan khawatir.


“Tenang pak,istri bapak hanya kelelahan karena ia sedang berbadan dua…” jawab dokter tersebut kepada Vano,Vano masih tidak terpercaya dia terkejut.


“A-apa…” seru Vano terkejut lalu keluar dari ruangan dengan wajah yang terukir bahagia,dia masuk Kedalam ruangan Kala,lalu dia mencium kening Kala dan duduk di tepi ranjang Kala,sambil menggenggam tangan Kala.


Menunggu hampir setengah jam,Kala terbangun,tangan nya merasa berat karena di timpa oleh tangan Vano yang juga ikut tertidur karena kelelahan,sedangkan yang lain pulang dulu kerumah Masing-Masing untuk beristirahat.


****


“Gatau kenapa Gue kali ini benar-benar sedih banget lihat Kala,Gue membayangkan di posisi Kala,di tinggal orang yang benar-benar ia sayang,Arghh nggk kuat gue kalau begini…” ucap Sisil menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. “Tapi ini adalah takdir dari yang maha kuasa,kita tidak bisa mengubahnya bukan…” seru Sisil lagi melihat ke arah Dela yang sibuk memandangi keluar jendela mobil.


“Lo kenapa diam mulu sih…” terus Sisil menepuk jidat Dela.


“Gpp..” jawab Dela


Saat sudah sampai dirumah Masing-Masing,Sisil dan Dela mereka menjatuhkan tubuhnya di ranjang milik mereka Masing-Masing.


***


”kamu sudah bangun…” seru Vano mengucek matanya masih menggenggam tangan Kala lalu menatap mata Kala yang sembam karena menangis yang tak henti.


“Sayang…” panggil Vano


Kala melirik ke arah Vano,lalu menaikan alisnya tanda menjawab.


“Aku punya kabar bahagia untuk kamu,bukan untuk kamu saja,tapi untuk kita semua…” seru Vano menatap Kala


“Aku mau dengar kabar itu…” jawab Kala meletakan gelasnya di samping meja.


“Kamu sedang berbadan dua,atau kamu sedang mengandung anak aku…” Ujur Vano masih mentap Kala.


Kala terkejut,ia melepaskan genggaman tanganya dari Vano,Vano merasa heran,namun tiba-tiba tangis Kala pecah,dia membalikkan badannya berlawanan dari Vano,atau bisa di sebut membelakangi Vano.


Vano tau,ini pasti juga kabar sedih keburukan menurut nya,karena saat dia sedang mengandung,ketiga orang yang ia sayang,sudah pergi Meninggalakn dirinya.Vano memberi kehangatan untuk Kala,lalu mengelus kepala Kala.


“Kenapa harus begini…” batin Kala menutup matanya sedangkan Vano sudah tertidur kembali karena ia masih kelelahan,dan besok Kala sudah dibolehkan pulang.


Kala melirik Kearah Vano,yang tidur sangat nyenyak,Kala mengelus kepala Vano dan sedikit membangunkan Vano,untuk meminta Vano pindah ke sofa kasur atau naik ke kasurnya,Vano Memilih untuk tidur di samping Kala,Kala sedikit bergeser,lalu Vano naik ke atas kasur dan mereka saling berpelukan,seperti teletabis.


Vano mencium kening istrinya itu,dan mereka tertidur.