Merried With You

Merried With You
Beach.



“Mereka berpura-pura bermusuhan,padahal berteman erat…” Guman Diko jengkel,tetapi tetap mengambil foto-foto mereka,ia juga membuat dokumentasi video mereka,Diko juga ada Memasukan dirinya.


Diko merekam diri nya berlari ke arah Dela dan Vio,Dela melihat Diko juga ikut mandi hujan di pantai,ia tersenyum bahagia,lalu berputar,mereka membuat lingkaran dengan tangan mereka,lalu berputar.


***


Kandungan kamu sudah jalan 7 bulan,apa enggak mau bikin 7bulanan…


“Rencana begitu,tapi aku melihat Diko dan Dela tidak akur,tapi aku juga harus membuat acara ini…” jawab Kala menggandeng tangan Vano menyelusuri Taman dengan payung yang di pegang Vano.


“Kita bisa membuat mereka berteman,berteman bukan berarti memulai kembali hubungan kan sayang….” Tanya Vano melirik Kearah Kala


Kala terkejut dengan ucapan Vano,sejak kapan Vano tau akan hal tentang ini…


Vano melihat ekspresi Kala yang merasa heran,ia hanya mencium pipi Kala.


“Mau pindah ke tempat lain….” Tanya Vano kepada Kala.


“Ke pusat perbelanjaan….” Seru Kala dengan mata yang berbinar,karena sudah lama tidak ke mall.


“Boleh…” jawab Vano membantu Kala berjalan.


****


”Kemana kita akan honeymoon….” Tanya Raka membuka topik pembicaran di sebuah tempat makan sambil memandangi pantai dan turun nya hujan.


“Bagaimana dengan Canada….” Jawab Sisil hanya bercanda,namun jawaban Raka membuat Sisil merasa terkejut.


“Aku minta asisten aku pesan tiket sekarang ya…” jawab Raka mengelus kepala Sisil.


“Rak,Raka aku hanya bercanda…” seru Sisil melotot Kearah Raka melemparkan senyuman manisnya.


“Serius juga gpp sayang,kamu berhak minta apapun itu,asal bisa membuat diri kamu senang,aku juga senang.” Ujur Raka menjelaskan.


“Jangan sekarang,jangan,aku belum kabari yang lain,dan lagi kandungan Kala sudah 7bulan,dia pasti akan mengadakan acara 7bulanan…” ucap Sisil melarang untuk memesan tiket.


“Baik sayang…” jawab Raka menyuapkan makanan itu kepada Sisil.


****


“Gue mau yang berkuah-kuah asal itu panas,Gue enggak ikut ya,Gue tunggu disini…” Ujur Dela duduk di pasir pantai.


“Diko,lebih baik kamu temani Vio…” Ujur Dela mengusir Diko secara halus,namun Vio malah melarang,dia ingin pergi sendiri,dan Diko kembali duduk di samping Dela.


Dela terus memandangi air pantai,ia juga memainkan pasir pantai dengan Kaki nya,karena lelah,ia merebahkan tubuhnya di pasir pantai itu,namun helaan nafas Dela membuat Diko bertanya.


“Kamu mau berpindah tempat….” Tanya Diko kepada Dela.


“Enggak,kalau kamu mau pindah,pindah saja,aku akan di sini menunggu Vio.” Ujur Dela


“Del…” panggil Diko


“Hmmm…” jawab Dela


“Maafkan sifat aku yang dulu,aku janji bakal menjaga kamu sebagai teman aku,aku janji tidak akan mengusik hari-hari kamu lagi,aku janji..” ucap Diko belum selesai berbicara,sudah di potong oleh Dela.


“Huftttt….yang berlalu biarlah berlalu,enggak perlu di ungkit lagi,anggap saja kejadian itu adalah dimana kita menghabiskan waktu bersama-sama…” jawab Dela kepada Diko.


“But,del…”Ujur Diko


“Makanan datang,kalian minta maaf nya Nantik dulu deh,nih minum dulu…” seru Vio mendengar cerita mereka.


“Wowww,kelihatan sangat enak,mari Gue coba dulu,kalian belakangan…” ucap Dela mengambil makanan itu.


Dela menyanduk makanan itu,ia menelan,seakan tidak terjadi apa-apa dengan makanan itu,But,wajah Dela sedikit meragukan kali ini dalam mencoba makanan.


“Baiklah,Silahkan kalian makan,ini enak,seperti makanan di restorant yang pernah kita kunjungi sewaktu muda…” Ujur Dela tersenyum asam…


“Lo lagi bohong ya…” ucap Vio melihat raut wajah Dela.


“Gila lo ya,memang benar ini enak,But sedikit asam…” ucap Dela berbohong lagi.


Vio dan Diko mulai mencoba makanan itu,seketika raut wajah mereka berubah,dan melepehkan makan itu,lalu melirik Kearah Dela yang sudah tertawa.


“Dela bangsat…” Ujur Vio kepedasan dan Merasa asam,dan makanan nya hambar.