Merried With You

Merried With You
Datang Ke Kampus.



Pagi nya,Vano buru-buru untuk berangkat ke kampus karena dia di panggil mendadak oleh kepala dekan,karena ada berkas yang perlu di urus.Vano juga tak lupa mencium kening Kala,sedangkan Kala masih tertidur karena dia sangat lelah dan apalagi badanya sangat sakit-sakit jatuh dari tangga tersebut.


Setengah jam Vano Meninggalakn rumah,Kala bangun melihat Vano tidak ada Disamping nya lagi.Kala mengabaikan dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Saat Kala berada di kamar mandi,ponsel Kala berbunyi,tidak terdengar oleh Kala,ponsel Kala terus berbunyi.


“Jam berapa ini,kenapa dia belum bangun juga sih….” Ucao Vano lirih,karena Vano tak sengaja meninggalkan berkas yang ada di meja kerja Vano.Vano tidak bisa kembali kerumah karena dia sudah berada di ruangan dekan,tapi dekan belum datang.


Selesai mandi,Kala melihat ponselnya,10 panggilan tai terjawab dari Vano.Kala mencoba menghubungi kembali.


“Kemana aja sih…” Ujur Vano keluar dari ruang dekan.


“Aku baru selesai mandi,kenapa sih tumben nelpon….” Tanya Kala


“Kal,tolong antarkan berkas yang ada Dimeja aku,aku tidak bisa kembali kerumah karena dekan akan sebentar lagi akan masuk…” ucap Vano meminta tolong.


“Ya ampun,tinggal pulang saja,lagian kamu yang punya kampus…” jawab Kala ketus sambil berkaca di ruang ganti.


“Kala…” ucap Vano pelan,tapi Kala sangat tau nada suara ini,Kala langsung mengiyakan pertolongan Vano dan mematikan telpon.


“Tu orang g*la,mana Gue nggak bisa di desak-desak gini…” Guman Kala asal Memilih baju dan tak lupa juga dia memakai topi,masker,sampai-sampai Kala lupa untuk mengeringkan rambutnya.


Kala berlari Keruang kerja Vano,Kala mengambil semua berkas yang ada disana,karena ada banyak berkas disana,Kala memegang berkas itu dengan erat,dia berlari menuruni tangga dan mengambil kunci mobil.


“Kalau Gue datang ke kampus dengan muka yang terbuka,pasti di tuduh yang aneh-aneh…” Guman Kala,mulai memasang topi,kaca mata,dan maskernya.


Kala mengemudi layaknya pembalap tidak jadi,namun tidak terjadi apa-apa dengan dirinya.Dalam berapa menit Kala sampai di gerbang kampus,Kala mengklakson satpam dan memasuki parkir khusus dosen,Didalam mobil,Kala menghubungi Vano untuk ke parkir khusus dosen.


Saat mendapat pesan dari Kala.Vano berjalan keluar menuju parkir khusus dosen,dan masuk Kedalam mobil Kala.Vano terkejut melihat outfit Kala datang ke kampus,ditambah lagi dengan memakai topi dan kacamata seperti wanita cupu,terlintas dipikiran Vano ide jahil,dia meminta Kala untuk turun membawa berkas itu dan ikut Kedalam dengan dirinya.


“Keluarlah,dan bawa berkas itu….”perintah Vano keluar dari mobil Kala.


“S*al,pasti ide jahatnya muncul lagi…” Guman Kala lirih keluar dengan membawa banyak berkas bak asisten Vano.


“Tidak mau,aku mau langsung pulang saja,ni berkas nya…” ucap Kala menyerahkan berkas itu kepada Vano,tapi Vano tidak mengambil berkas itu dari tangan Kala.


“Ikut masuk dulu,tidak akan ada yang mengenali kamu,kita lewat tangga darurat,anggap saja kamu asisten cupu saya…” ucap Vano berjalan duluan.


“Saya belum mengeringkan rambut pak Vano….” Ucap Kala lirih supaya tidak ada yang mengetahui nya


Vano berhenti mendadak,sehingga membuat Kala menabrak punggungnya.


Vano melirik kerambut Kala yang masih belum kering.


Tapi Vano tetap melanjutkan jalan nya.


mereka sampai di ruangan Vano,Vano meminta Kala untuk menunggu di ruangan nya sebentar,lalu Vano meninggalkan Kala dan berjalan Keruang dekan.Vano masuk Keruang dekan membawa berkas yang ia tinggalkan tadi.


Vano dan Dekan tersebut berbicara empat mata,mereka berbicara sangat serius,sehingga terukir dari raut muka Vano berpikir panjang dan terdiam.Disana Vano meminta waktu untuk menjawabnya,wajah Vano terlihat sangat kusam keluar dari ruangan itu.Dia duduk sebentar di tepi loker,dan termenung.Vano tampak berpikir keras.


****


”Ini lama banget sih,mana Gue belum sarapan,baru minum susu yang ada di kulkas…” ucap Kala membuka kulkas diruangan Vano.Kala menemukan banyak makanan Didalam kulkas Vano,Kala mengambil makanan itu dan memakan kue itu di sofa,juga mengambil minuman Vano.


“Ini tidak membuat Gue kenyang,tapi kenapa Gue malah nurut nunggu dia disini lama-lama,Kala b*go…” ucap Kala bangkit ingin keluar,tapi pintu sudah dibuka oleh Vano.


Kala melihat raut muka Vano tidak fresh lagi,dia tidak Brani berbicara.Kala duduk di sofa dan Vano juga ikut duduk Disamping Kala.Vano melihat sampah makanan dilantai.Vano melihat ke arah Kala.


“Ma-maaf pak,aku-eh saya lapar,jadi saya buka kulkas bapak ada banyak makanan disana,jadi saya ambil deh satu…” ucap Kala menjelaskan.


Vano mengambil remot magic nya,Vano menekan tombol on,bertenda untuk mengendapkan suara,mengunci pintu,menutup tirai jendela dan menggelapkan jendela.


Tapi Kala tidak tau kalau itu remot magic.Saat Vano melakukan itu,dia hanya diam saja,lalu Vano kembali duduk dan menarik pinggang Kala.