Merried With You

Merried With You
Pulang Kerumah.



“Kok lo sendirian…?” Tanya Dela melihat sekeliling.


“Raka udah Gue suruh pulang dulu,Gue bikin alasan kalau Gue bakal nginap disini….” Jawab Sisil


“Tega banget….” Ujur Kala


**


”Sayang…”


Ketiga wanita itu menoleh ke arah belakang karena terkejut mendengar ucapan seorang pria yang memanggil sayang.


“Bangsat,Gue kira siapa,tumben banget ni orang manggil sayang-sayang di depan umum…” Guman Kala


Vano mendekat dan mencium kening Kala di depan kedua teman Kala.


”Malam ini kamu sudah boleh pulang…” seru Vano terlihat bahagia karena Kala sudah boleh pulang.


...****************...


5 Bulan Kemudian.


“Van,Vanoooo…” teriak Kala dari dalam kamar.


Vano yang sedang menerima telepon,mendengar Kala berteriak,dia segara mengakhiri telpon nya dan berlari menyelusuri tangga dan membuka pintu kamar dengan dada yang sesak,ia tidak melihat terjadi apa-apa,yang ia lihat,Kala sedang duduk di tepi ranjang dan main ponsel,sambil merekam dirinya yang masih sesak nafas perihal lari dari lantai satu ke lantai 2.


“Hey sayang…” sapa Kala tersenyum lalu beranjak jalan Kearah Vano lalu memeluk pinggang Vano.


“Kamu,kamu apa-apaan sih Kal…” tegur Vano dengan mukanya yang malas dan melepaskan tangan Kala dari pinggang nya.


“Aku cuman lagi bikin Trend itu ini lo…” jawab Kala dengan wajah yang khawatir karena Vano marah.


“Tapi ini enggak lucu sayang,Trend ini malah buat aku khawatir tau,aku sudah berpikiran negatif tau…” jawab Vano melirik ke arah Kala.


“Yah,aku gatau sayang,sayang maaf Yah…” ucap Kala memohon memeluk Vano.”aku kami deh,Enggk ulang ini lagi,jangan marah ya…” ucap Kala lagi.


****


”Diko,bisa enggak sih,jangan hubungi aku lagi,lagian kita udah enggak ada hubungan apa-apa…” ucap Dela dari telepon genggam nya.


“Del,kenapa sih kamu keras kepala banget,aku sudah merubah sifat aku del,aku bukan aku yang dulu,Ayolah balik kembali Dela,kamu enggak merasa iri apa melihat teman-teman kamu sudah ada yang menikah,Sedangakn kamu belum ada apa-apa nya…” jawab Diko dari telepon.


“APA…!Kamu bilang aku belum ada apa-apa nya,serah deh,mau teman aku nikah,mau teman aku udh punya anak,yang penting mereka bahagia,mereka bahagia karena memiliki laki-laki yang pantas untuk mereka,sedangkan kamu,sedangkan kamu tidak pantas untuk aku,dan aku juga tidak pantas untuk kamu…” jawab Dela kesal.


“Aku bakal kerumah kamu…” seru Diko mematikan telepon.


Dela berteriak sekuat mungkin,dia menghempaskan semua barang yang ia lihat saat Didalam kamar nya.


Sedangkan rumahnya dengan rumah Diko sangat dekat,Dela mencari jalan keluar yang aman,Dela berjalan menuruni tangga,apalagi sekarang Dela hanya tinggi sendiri dirumah tidak ada asisten nya,saat tengah menuruni tangga,suara bel berbunyi,Dela tau itu Diko,Dela tidak membuka pintu,dia malah keluar melalui pintu rahasianya,Diko mencoba membuka pintu Dela,pintu Dela tidak terkunci,Diko masuk dan mencari Dela,ia melihat sekeliling rumah Dela,tidak ada orang satu pun,ia sudah mencari ke kamar Dela,namun dia ada Dela


Sedangkan Dela sudah berlari menggunakan piyama nya,melalui pintu rahasia nya.


Diko keluar dari rumah Dela,dan menutup pintu Dela kembali.


Dela sudah keluar dari perumahan nya,ia berjalan ingin kerumah Sisil.


“Delaaa…”teriak seseorang dari kejahuan.


Dela berhnti berjalan,ia menoleh kebelakang dan benar itu adalah diko,Dela terkejut,ia terus berjalan mundur,namun langkah kaki diko terus melaju,sehingga saat Dela berjalan mundur,ia tidak terasa ada batu dan ia menyenggol batu tersebut dan terjatuh.


Melihat Dela terjatuh,diko berlari Kearah Dela dan membantu Dela berdiri.


“Kamu ngapain lari sih dari aku,aku gabakal ngejahatin kamu del…” Ujur Diko menggenggam tangan Dela


Dela menatap mata Diko


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...