Merried With You

Merried With You
H-1 pernikahan Kala Dan Vano.



Kala merasa deg-degan saat ia tau pernikahan nya hanya tinggal h-1,sedangkan belum siap untuk menjadi istri,Kala turun Kebawah dengan lesu,lalu duduk Dimeja makan.


“Mbak Kala kenapa terlihat lesu,padahal besok adalah hari pernikahan mbak kala….” Tanya Bibik di samping Kala.


“Kala Syeikila….” Ucap Kala lirih


“Kamu kenapa terlihat nggak semangat,padahal besok adalah hari bahagia kamu,dan juga almarhum dan almarhumah….” Tanya Bibik


“Kala belum siap jadi istri orang Ma,padahal seminggu lagi Kala akan lulus kuliah dan mendapat gelar S.H…” Jawb Kala meletakan kepalanya di meja.


“Kala jangan lesu-lesu,Mama janji akan ikut dengan Kala saat sudah pindah rumah baru….” Ucao Bibik menyemangati Kala dan berjanji menggunakan ✌️


Kala yang mendengar itu langsung semangat,dan tersenyum kembali.


”baiklah kalau gitu Kala tidak lesu lagi….” Jawab Kala memeluk Bibik dan berjalan ke arah kulkas mengambil cemilannya yang semalam baru ia beli.


*****


”Kala….” Pekik Sisil masuk Kedalam rumah Kala,membuat Bibik dan Kala terkejut.


“Jangan meribut,ntr penunggu rumah Gue marah…” Ucap Kala duduk di ruang tv.


“Gue dulu yang bicara sil,lo belakangan,sekarang gini Kal,lo besok nikah,sedangkan besok kita mau melaksanakan hukuman kita dari Pak Diko.” Ucap Dela.


“Dan lagi,kalau lo nikah,kita bakal nggak bisa main rumah lo lagi dong,nggak bisa tidur rumah lo lagi dong…” protes Sisil,tapi ucapan Sisil ini malah membuat Dela yang kesal.


“Eh b*go,kalau main boleh,kalo nginap ya nggak boleh lah,orang udah punya suami,g*la lo Gue rasa….” Ucap Dela memukul jidat Sisil.


“Yah Gue it’s okey aja sih kalian mau nginap dimana saja..” ucap kala bercanda.


“Kala Gue punya ide,karena lo besok sudah mau nikah ni,gimana kita rayakan disini bertiga dan kami akan nginap disini dan akan ikut merayakan pesta nikah lo….” Ucap Dela tersenyum ke arah Sisil.


“Oke gpp,tapi kalian kenalkan dulu mama Gue….” Ucap Kala memanggil Bibiknya dengan sebutan mama,sedangkan Dela dan Sisil terkejut karena Kala memanggil Mama nya,sedangkan Mama nya sudah dirumah baru.


“Yes,ini mama angkat Gue,gue angkat sendiri…” Ucao kala tertawa.


“Tante,panggil tante atau mama,karena kalau kalian kesini mama gue harus tau juga….” Ucap Kala tersenyum.


“Kala G*la…” umpat Sisil tapi tetap tersenyum ke arah Bibik.


“Baiklah,karena Gue sudah memikirkan rencana ini sedari tadi,maka Gue sudah bawa alko*ol…” ucap Dela membuat kala dan Bibik terkejut.


Mereka sekarang duduk di Taman,bbq sambil minum,awalnya mereka sadar,tapi akhir-akhir sudah tidak sadar.


“Ada Kala nya Bik….” Tanya Vano datang kerumah Kala.


“Mbak Kala ada di Taman sama mbak Dela dan mbak Sisil tuan Vano…” jawab Bibik melihat mereka tidak sadar lagi.


Vano melirik ke Taman,terlihat tiga orang itu sedang g*la.Vano berjalan ke arah sana lalu menyamperin Kala dan teman-teman.


“Kal….” Panggil Vano.


Kala terbatuk lalu melihat ke arah Vano,Kala terkejut dengan kedatangan Vano,dia berdiri dan mendekati Vano.


Vano mencium bau alkohol yang sangat pekat.


“Ayo masuk….” Perintah Vano menarik lengan Kala.


Kala melepaskan tangan Vano dan mendekati Vano lalu memperhatikan wajah Vano.


”Pak Vano,eh Vano,kenapa kita harus bertemu,apa jangan-jangan kamu sudah kenal Papa di banding aku,benar,kamu yang pertama jumpa sama Papa aku,karena umur kamu lebih tua dibanding aku,tapi kenapa harus dengan kamu aku menikah…” Ucap kala tak sadar apa yang dia omongkan.


“Kal ayo masuk…” ucap Vano.


“Eittss,bentar.Dan lagi,apa saat kita sudah sah menjadi suami istri,apa kamu benar-benar ada rasa sayang sama aku,atau karena wasiat dari Papa aku,soalnya,aku sudah mencoba buka hati untuk kamu….” Ucap Kala menunjuk dada Vano.


Vano terdiam dengan Pertanyan sulit dari Kala,Vano tidak menjawab,Vano menarik lengan kala dan membawa Kala masuk Kedalam kamar.sedangkan Dela dan Sisil dibantu oleh satpam rumah Kala untuk naik ke atas kamar.