Merried With You

Merried With You
Hari Sial Kembali.



“Lo gila ya…” umpat Dela.


“Nggak,Gue nggak mau aja kalau mahasiswa lain nya curiga,dan lo juga pasti tau kalau banyak mahasiswa yang naksir dengan Pak Vano.” Ucap Kala menjelaskan.


“Kali ini Gue terima,But,kalau mahasiswa lain tau memangnya kenapa,berarti lo lebih cantik ketimbang yang lain,dan lo juga cantik di mata pak Vano.” Ujur Sisil.


****


”lagi-lagi kalian telat di kelas saya dan pak Vano,hari ini kita gabungan mata pelajaran dengan Pak Vano dikarenakan Pak Vano Nantik tidak akan bisa masuk di kelas kalian jam Nantik…” ucap Diko menjelaskan pada semua siswa dan tiga wanita yang sering telat itu.


“Hey,berlari lapangan 25 kali….” Perintah Vano mengusir mereka keluar.


“Vano… Eh pak Vano…,itu terlalu banyak…” protes Kala dan terceplos memanggil nama Vano,dan semua mata tertuju ke arah Kala yang beraninya memanggil dosen dengan sebutan Nama.


“Lakukan atau saya ganti hukuman yang lebih berat.” Ucap Vano mengancam.


“Aduh pak,gpp deh pak,ganti hukuman yang berat bapak sarankan,saya lelah harus berlari keliling lapangan 25 nggak ada hentinya pak,tapi ini semua salah Kala pak,dia mengajak kami untuk datang telat supaya tidak masuk kelas pak Diko,karena kami belum buat tugas,dan lagi alasannya karena acara nikahan pak….” Ucap Sisil tanpa sadar dan langsung disadarkan oleh Dela yang menutup mulutnya sedangkan Kala,Vano,Diko terkejut dengan omongan Sisil.


Sisil langsung sadar dan merubah kata-katanya.


”maksudnya saya pak,karena kami bertiga datang ke pernikahan teman kampus kami pak…” meralat ucapan.


“Gue rasa disini nggak ada yang menikah,kalau ada pun kenapa kami teman tidak di undang ya nggak Gaiss…” ucap wanita yang sempat berdebat dengan Dela.


“Yah kan Sisil bilang teman kampus,belum tentu kampus sini b*go….” Umpat Dela menunjuk ke arah gadis itu.


“Baiklah…” jawab wanita itu.


“Ok,karena Kala biang kerok nya,maka Kala yang mendapatkan hukuman,kalian berdua duduk…” ucap Diko.


“Aduh pak,jangan dong pak,harus adil sih pak menurut hukum,bukan nya kita itu harus adil ya pak,kalau gitu Kala juga ikut duduk dong pak Diko…” ucap Dela mencoba merayu.


****


”Ini seriusan gue disuruh lari 25 keliling,ya ampun g*la tu pak Diko,apalagi Pak Vano…” ucap Dela sesak nafas karena berlari


“Arghhhh,kenapa kita harus kena hukum melulu,sudah seperti makan sehari-hari,ahhh gue capek….” Ucap Sisil


“Tolong gue,gue lelah banget,badan gue rasa ingin rontok semua…” ucap Kala merebahkan dirinya di bawah pohon besar.


“Kal,badan lo panas banget…” ucap Dela memegang kening Kala.


“Maybe because of running twenty five laps…” balas Kala tersenyum lalu menutup matanya.


“Kala lo pingsan…” ucap Sisil khawatir dan histeris.


“Ini gimana sih,biasanya sih kala nggak pernah pingsan,apa karena ini terlalu banyak putaran nya,lo Sisil ,panggil Pak Vano buruan b*go….” Ucap Dela mendorong Sisil memanggil Vano.


Sisil berlari sekuat tenaga,dan masuk Kedalam ruang kelas mereka.Vano dan Diko terkejut Kerena Sisil masuk dengan ngos-ngosan.


“Pa-pak,Kala pingsan karena berlari 25 putaran…” ucap Sisil sesak nafas.


Vano dan Diko sama-sama terkejut,Vano yang lebih dulu keluar dari ruang kelas dan turun Kebawah menggunakan tangga,dia berlari dekat lapangan dan melihat Kala tertidur di bawah pohon di Temanin Dela.


Vano mendekat dan mengendong Kala Keruang UKS supaya siswa lain tidak curiga,di ikutin oleh Dela,Sisil,Diko.Sedangkan siswa lain nya melihat dari jendela kelas.Dari semua siswa itu,terlihat ada wajah yang sangat cemburu dan terlihat sangat marah,ada siswa yang wajahnya terlihat bertanya-tanya.


“Kal,Kala…” ucap Vano Didalam lift masih mengendong Kala dan dibelakang mereka ada Dela,Sisil,Diko.


Vano terlihat sangat khawatir,ia tiba-tiba saja mencium kening Kala,bunyi pintu lift terbuka,Vano berjalan dan masuk Kedalam ruang UKS.


Vano meletakan tubuh Kala di atas tempat tidur dan mengambil minyak kayu putih Didalam laci-laci.