
Mereka semua telah berkumpul dilobby hotel,mereka merental bus yang banyak untuk semua siswa.
perempuan sama perempuan,begitu juga dengan laki-laki.
Kala dan teman-temannya,meraka duduk di tiga kursi yang sama persis seperti pesawat.Bus mulai jalan Kearah yang telah ditentukan.Mereka berencana ke gunung namsan,dan masih banyak wisata yang lainnya,mereka hanya di Korea selama 3 hari dan setelah itu perpisahan akan di bubarkan di korea,dan mereka akan Memilih jalan pulang Masing-Masing.
Perjalanan menuju gunung namsan,sangat memakan waktu yang cukup lama,namun duduk di bus yang lama tidak membuat mereka kecewa karena gunung namsan nya sangat indah.Semua mahasiswa turun dari bus dan berjalan mengikuti arahan dari orang disana yang telah mereka sewa.
Dan lagi,tempat disana sedang tidak ramai kunjungaan karena hari ini adalah hari kerja,jadi semua mahasiswa leluasa Memilih tempat yang akan mereka lihat,meraka juga tak lupa berfoto bersama,namun tiba-tiba Lala mendorong Kala supaya menjauh dari Vano,karena saat berfoto,Vano telat berdiri di belakang Kala,dan itu membuat Lala cemburu,sampai-sampai mendorong Kala dan dia mengambil tempat Kala.Kala yang tidak mau berdebat,dia berpindah tempat dan tidak merasa marah,karena disini dia hanya menikmati pemandangan Korea.Vano memundurkan langkahnya sedikit menjauh dari Lala,dan mereka semua berfoto.
Selesai berfoto,lagi-lagi Lala mencari masalah kepada Kala dan teman-teman nya,Disaat Kala lagi duduk,Lala sengaja menjatuhkan dirinya dengan membawa minuman yang cukup dingin.Kala spontan terkejut dan bangkit berdiri,Dela yang sudah muak dengan sikap Lala,Dela menampar Lala sehingga membuat Lala juga ikut terkejut,Lala ingin membalas,namun tiba-tiba tangan menahan tangan Lala,dan mendorong tubuh Lala kebelakang.
“Lala,jaga sikap kamu kepada istri saya….” Tegur Vano menarik dagu Lala dan menatapnya dengan kejam,mahasiswa disana terkejut begitu juga dengan Kala dan teman-temannya,Kala langsung menepis,dan membenarkan perkataan nya.
“Ja-jang-jangan dengarkan perkataan pak Vano,itu hanya lelucon…” Ucap Kala menatap Vano dengan tatapan khawatir,namun Dela dan Sisil langsung menarik Kala,dan mendekatkan dirinya ke arah Vano.
“Omongan Kala hanya candaan,mereka berdua memang sudah menikah,dan sepertinya keinginan lo Untk memiliki pak Vano sudah hilang Lala,Gue saranin untuk mencari pengganti pak Vano tetapi yang sikapnya sama seperti lo…” tegur Dela menarik kembali dagu Lala,yang Sisil hanya mengejek dari belakang mengulurkan lidahnya sambil tertawa merasa senang.
Kala hanya diam mengikuti langkah Kaki Vano,saat disuruh untuk Memilih pakaian nya,Kala malah termenung,dan Vano langsung menegur Kala.
“Kal,kenapa malah melamun sih,buruan ganti baju,apa mau aku ikut masuk….” Tanya Vano berbisik di toko baju itu,Kala langsung bangun dari duduk nya dan tersenyum lalu mengambil baju yang telah disiapkan untuk dirinya,Kala masuk Kedalam ganti pakaian ia menatap dirinya lalu kembali termenung lagi,dan ada karyawan toko yang memanggil Kala untuk keluar,karena Vano ingin melihat keindahan Kala,Kala keluar dan melemparkan senyumnya kepada Vano.
“Indah dan cantik wanita saya….” Ucap Vano lirih namun ia meminta untuk kala mengganti bajunya kembali dan mencoba yang lain.
Setalah mencoba banyak baju,Kala Memilih baju yang hangat dan Vano membayar baju itu,dan keluar dsri toko pakaian itu,Kala menghentikan langkahnya.
“Apa yang terjadi tadi benar….” Tanya Kala lirih melirik ke Vano.
Vano behnti dan melirik Kearah Kala,dia memegang bahu Kala dan mencium kening Kala. “Jangan khawatir Kal,sebagian siswa sudah ada yang tau,dan sebagian belum ada,lagian kalau aku memberitahu tentang itu,mereka mau apa,aku tetap Memilih kamu untuk menemani hari-hari tua aku bersama.
****
”Ini perpisahan terburuk yang pernah ibuk alami,dan kamu Lala,apa kamu tidak usah membuat masalah dimana-mana,padahal orangtua kamu sudah menitip kamu kepada Syaa.” Ucap dekan berjalan keluar dari gunung itu.