Merried With You

Merried With You
Ide Yang Cemerlang.



Vano sudah pulang dari kampus,dia tidak melihat ada Kala dirumah,Vano menghubungi Kala,untuk segara pulang karena hari sudah mau malam.


“Sekarang gini,kita akan menghabisi waktu bersama supaya kalian tidak terlalu stres memikirkan masalah ini,ya anggap saja kita menikmati waktu hukuman kita….”Ide Cemerlang Kala keluar,dan dia pamit untuk pulang karena sudah Ditelpon oleh Vano,karena dia sangat malas bertengkar dengan Vano.


“Kal,tapi dahi lo masih luka lo…” sorak Sisil


“No problem sil…” sorak Kala membalas


“Gue yakin banget,Kala nggak akan mau kalau pak Vano ikut,tapi kita harus ajak pak Vano,supaya mereka juga bisa memperbaiki masalah hubungan mereka…” ucap Sisil kepada Dela masih memijit-mijit tangan Dela.


......................


Saat sampai dirumah,Kala masuk dengan santainya,dia menutup pintu kembali dan melihat Vano sedang duduk di ruang tv menonton serial yang pernah ia tonton bersama Papa dan Mama nya.Namun Kala kali ini tidak ikut menonton.Kala malah naik ke atas untuk membersihkan dirinya,saat ingin naik ke atas,Vano memanggilnya,Vano melihat luka yang ada di dahi dan di tangan Kala.Kala langsung menyingkirkan tangan Vano dari tanganya.


“No problem…” ucap Kala ingin naik ke atas namun Vano langsung mengajak Kala untuk duduk di kursi bersama dengan dirinya.


Vano ingin mengambil kotak p3k,namun Kala melarang Vano untuk mengambil kotak tersebut,dan Kala berjalan ke atas,Vano yang aneh melihat tingkat Kala,dia mengikuti Kala.


“Kalau Gue bilang ini gara-gara bantu Sisil akibat pria g*la itu,pasti Vano gabakal bolehin Gue lagi pergi sendirian atau nyetir sendirian…” batin Kala masih termenung memikirkan jawaban yang pas.


“Oo,luka ini gara-gara tadi aku kejar-kejaran Ditaman bersama Sisil dan Dela.” Jawab Kala mengalihkan pembicaraan,lalu keluar dari ruangan,Vano yang tidak hilang akal,dia tau Kala bohong,Vano berpura-pura ingin menghubungi Sisil.


Kala langsung merebut ponsel dari tangan Vano dan menyembunyikannya di belakang tanganya.Vano ingin mengambil ponsel nya dari tangan Kala,namun karena Vano ingin mengambil ponsel itu,Kala langsung memindahkan nya ke dekat dada nya,Vano langsung berhenti bertindak,sedangkan badan mereka sudah sangat dekat.Mereka hampir saja mau terjatuh di kasur,namun pinggang Kala langsung di gapai oleh Vano.Kala terpaku dan terdiam,Vano ingin mengambil ponselnya itu,ia berpikir keras,tapi setelah pikir panjang,Vano menyangkal kaki Kala hingga mereka terjatuh di atas kasur.


Sehingga ponsel Vano terjatuh di tepi kasur,sedangkan mereka masih sama,Kala dibawah Vano di atas.Vano menatap dahi Kala yang masih saja berdarah,dia mencium kening Kala dan menidurkan dirinya di pelukan Kala,Kala hanya diam,karena badan Vano yang cukup berat.


“Menyingkirlah…” ucap Kala lirih,mendorong tubuh Vano,namun tubuh Vano yang berat,Kala kesusahan.


Vano berdiri dan mengulurkan tanganya ke Kala,untuk membantu Kala bangkit.Kala mengambil tangan Vano dan berdiri.Namun Vano tidak melupakan Pertanyan nya tadi,dia masih menanyakan itu kepada Kala,mau tak mau kala harus jujur kepada Vano.


“Tadi,tadi aku bantu Sisil,karena ada masalah dirumah nya,jadi pas mau bantu Sisil,aku di dorong oleh pria itu dari tangga Sisil,Pokonya begitu kronologinya,aku mau mandi dulu…” ucap Kala pergi dari pandangan Vano dan masuk Kedalam kamar mandi.