Merried With You

Merried With You
Pengadilan



Vano juga ikut masuk Kedalam pengadilan melihat kejadian itu,Dela terkejut melihat kedatangan Kala dan Vano.


“Kal,lo kenapa kesini sih….” Tanya Dela bingung dan memperhatikan tangan Kala yang di perban.


“Ya Gue mau nemanin kawan Gue dong,gaboleh emang…” jawab Kala duduk di samping Dela.


“Kamu bisa pulang duluan kok,atau mau kembali ke kampus dulu gpp kok,aku bisa sama Dela dan Sisil…” Ujur Kala berbisik di telinga Vano.


“Gaperlu Kal,aku juga pengen lihat bagaimana proses nya.” Tolak Vano spontan menggenggam tangan Kala.Kala melihat ke arah Vano


Hakim.


Baiklah,kita akan langsung memulai persidangan ini supaya jelas dan selesai dengan cepat.Kita mulai dari pihak wanita,pihak laki-laki setelah pihak perempuan selesai menyampaikan uneg-uneg nya.


Silahkan dari pengacara pihak wanita dimulai.


Jaksa.


Baik,sebelumnya saya meminta terima kasih kepada hakim yang bersangkutan,telah memberi saya berbicara,baik disini saya langsung mulai,dimana pihak wanita meminta saya untuk mengurus perceraiannya dengan pihak laki-laki,dan pihak wanita juga sudah cerita kepada saya kenapa mereka bercerai dan kronologinya dari perceraian.


Disini,pihak wanita bercerita kalau,dia meminta ceria kepada pihak laki-laki karena pihak laki-laki lah yang memulai duluan untuk bermain belakang,maka dari itu dia juga balas dendam,dengan bermain belakang dari sang suami.


Dela yang mendengar pengakuan mama nya kepada pengecara sangat marah dan kecewa,walaupun Dela tidak tau siapa yang main di duluan,tapi Papa Dela langsung membantah dan berdiri dari kursinya,sambil menunjuk kiri mama Dela.


Papa Dela.


”Hakim,itu tidak benar…” bantah Papa Dela,tapi hakim memotong omongan Papa Dela.


Hakim.


Kembali duduk di tempat anda,saya tidak memberi waktu untuk anda berbicara,silakan duduk kembali,pengacara pihak wanita teruskan…


Papa Dela kembali duduk dengan muka nya yang sangat ingin marah.


Jaksa.


Alasan pihak wanita untuk balas dendam karena dia sangat sakit hati kenapa dia harus di selingkuh kan.Padahal dia selalu memberi apa yang suami mau,dari suami nya yang main tangan,atau bisa di sebut dengan KDRT.


“Itu tidak benar…” pekik Papa Dela,Papa Dela melihat ke belakang Kearah Dela yang tengah menonton pertunjukan ini.


Hakim.


Saya berikan anda berbicara pihak laki-laki.


“Apa yang istri saya ceritakan itu semua tidak benar,saya tidak pernah sekalipun bermain tangan kepada dia,anda bisa tanya kepada semua asisten rumah tangga atau anak saya sendiri,saya bersumpah demi Allah tidak pernah memukul atau menyentil istri saya sedikit pun…” bantah Papa Dela berdiri dari tempat duduk.


Mama Dela yang tidak terima di tuduh atau difitnah,dia membela dirinya dengan beradu mulut dengan Papa Dela.


“Itu semua hanya kebohongan belakang dia hakim,dia ini sama seperti lelaki pemabuk yang suka memperlakukan istrinya seperti binat*ng,dan lagi dia tidak akan ngaku karena dia takut hartanya hilang...” ucap mama Dela


pengacara Papa Dela.


”Itu tidak ada sangkut pautnya dengan harta,kalau pun ada itu nanti,ketika anda meminta warisan,tapi sepertinya anda tidak akan mendapatkan karena anda yang menggugat cerai,dan lagi,tidak ada bukti kalau laki-laki dari pihak saya selingkuh..” bantah pengacara Papa Dela.


“Anda bohong pengacara ILO,lalu siapa asisten itu siapa kalau bukan selingkuhan pria ini…” ucap mama Dela


Asisten Papa Dela angkat bicara.


”itu tidak benar,saya bukan selingkuhan dari tuan Dapi,lagian kami ini memang rekan kerja,dan saya tidak akan semurah yang nona pikirkan,masalah yang dilihat oleh anak anda Dela,itu salah besar,kami memang mau pergi rapat lalu pak dapi mengantar saya dengan sopirnya,saya ini punya pasangan juga.” Bantah Asisten dapi


“Dan lagi,bukan nya anda yang meminta saya untuk mendekati pak Dapi,tapi saya menolak dan sekarang anda bilang saya perusak hubungan anda,pak hakim saya tau betul gimana keluarga ini,saya sudah kenal lama dengan pak Dapi dan buk Tata,saya masih punya bukti kalau buk tata yang meminta saya untuk mendekati pak Dapi.”


“Semua itu tidak benar….” Sorak Mama Dela menunjuk Asisten Dela.


“Semua itu benar,Mama yang salah….” Ucap Dela berdiri dari tempat duduk.


“Jangan percaya dengan omongan mama saya,setiap inci omongan yang keluar dari mulut mama itu tidak benar,saya tau betul bagaimana keadaan dirumah,dan saya sudah muak dengan keadaan ini tuan hakim.” Ucap Dela meneteskan air matanya.