
Vio berdiri di dekat air mancur itu,sampai ada seseorang yang bersorak dari atas lantai,dengan menyubutkan panggilan sayang nya.
“Vio sayang….” Teriak Gala melirik Vio yang sedang mencari sumber suara sampai menemukan nya,karena diberi tahu oleh Diko.
“Di atas Vi…” seru Diko menunjuk ke atas.
Vio melirik ke atas,ada banyak orang disana,namun ia tetap bisa melihat Gala,Vio masih bingung,kenapa Gala melalukan ini,mereka bisa bertemu dibawah,kenapa harus berteriak”.
“Want you to be the mother of our children in the future and be the second queen After my mother until the end of my life….”ucap Gala masih berada di lantai atas.
Vio membesarkan bola matanya,ia tidak sangka bakal di beri kejutan seperti ini,Vio menjatuhkan buliran putih bening yang berasal dari mata nya,lalu menghapus dan mengiyakan ucap akan Gala,semua orang bertepuk tangan dan menjatuhkan bunga dari atas,begitu juga dengan Gala,ia turun menuju ke tempat Vio,berbeda dengan Diko,Diko tersenyum melihat Vio bahagia,ia juga ikut terharu.
Gala memakaikan cincin itu ke jari manis Vio,lalu mencium Vio,melihat adegan itu,semua irang antusias,dan bertepuk tangan,tak habis dari itu,Gala menggendong Vio lalu berputar…
****
”Thank you for making me feel the luckiest woman in the world, even though people think it's a way that's almost extinct, but….” Seru Vio duduk Dimeja yang sama dengan Diko,begitu juga Gala.
“But,this makes me very happy, once again thank you dear…” seru Vio memeluk Gala didepan Diko.
“Sumpah,ni orang sengaja membuat Gue jengkel,tapi no problem,ini hari dia….” Batin Diko memperhatikan Vio.
“Dik,makasih ya,sudah membantu Gala…” seru Vio juga memeluk Diko.
“Gue terpaksa,Gue kembali bersantai lagi,See you next time bro…”jawab Diko,lalu bangkit berdiri dan meninggalkan mereka berdua.
Gala bingung,apakah Diko marah,namun Vio menjelaskan kepada Gala,kalau dia memang seperti itu,dia akan berubah sifat hampir sama seperti bunglon,penjelasan Vio membuat Gala tertawa.
****
”Lo sudah beri tahu mereka kalau kita akan ke singapore….” Tanya Dela melirik Kala.
“Belum,jangan lo beritahu….” Tunjuk Kala kepada Dela.
“Hmmmm…”
Mereka hanya menempuh waktu ke singapore 2jm kurang 10 menit,saat sudah sampai di bandara singapore,mereka naik Taxi dan menuju rumah Mama dan Papa Vano.
Jarak yang ditempuh kerumah kedua orang tua Vano,hanya 30 menit,rumah tampak terang dari luar,berarti kedua orang tua Vano ada dirumah,Vano membantu Supir Taxi untuk menurunkan barang,saat sudah semua barang turun,Vano mulai menekan bel rumah.
Sekali di tekan,tidak ada yang keluar,untuk kedua kalinya,asisten rumah tangga keluar,asisten rumh tangga terkejut dengan kedatangan mantu dan anak dari majikan nya,asisten yang sudah cukup umur itu tersenyum melihat kedatangan pasangan ini dan satu teman Kala.
“Siapa yang datang mbak….” Tanya Mama Vano.
“A-anu nyonya,ada tamu jauh datang non…” jawab mbak dengan gembira.
“Tamu jauh si-apa mbak….” Seru mama Vano berjalan keluar melihat orang yang ia sayang menyusul dirinya ke singapore,mama Vano tidak aku senang sendiri,ia memanggil sang suami.
“Pa,mereka datang,omg,Papa…”seru Mama Vano menggandeng tangan Kala masuk,juga meminta Dela masuk.
“Lihatlah,itu tidak akan ada berubah,mama akan tetap di tangan Kala,dan Gue…” Ujur Vano tersenyum lalu menarik kopernya.
“Ya ampun,kalian,kalian kenapa tidak bilang akan datang sayang…” seru Papa Vano histeris memeluk hangat Kala,Vano,dan juga Dela.
“Biasa pa,bawaan ngidam Kala…” Ujur Vano merebahkan tubuhnya di kaki sang mama.
“Van,kamu istirahat di kamar saja deh,jangan nge rusak suasana sayang…” Ujur Mama yang masih terfokus dengan menantu nya.
“Mam,ini anak kandung mama…” Ujur Vano kembali duduk.
“Ini juga anak kandung mama,Dela juga anak mama…” jawab Mama Vano tersenyum lalu mencubit pipi Dela.
“Kamu akan lahiran disini kan sayang….” Tanya Mama Vano kepada Kala.
“Iya ma…” jawab Kala tersenyum sambil mengelus perutnya.