Merried With You

Merried With You
H-5 Wedding SisilxRaka.



Dela mengecek ponsel nya yang tertinggal di rumah saat dirumah Diko berapa hari,ia membaca pesan dari Sisil.


Ruang Cht.


Sisil: Del,Gue mau lo dan Kala harus datang ke pernikahan Gue tanpa terkecuali,Gue gamau hari bahagia ini di lewati tanpa kalian,aturannya Gue mau Ninggalin saja undangan nya,tapi lo enggak ada dirumah,jadi kita harus kumpul di Cafe biasa besok,membicarakan tentang Wedding Gue.


Senyum Dela terukir di bibirnya,ia membalas pesan dari Sisil,dan mengajak untuk ketemu hari ini juga di Cafe biasa mereka kumpul.


Dela juga mengirim pesan tersebut ke grub pertemanan mereka,lalu Kala menyetujui itu.


****


Sisil dan Kala sudah sampai di Cafe yang mereka biasa kumpul,namun Dela belum sampai,tak selang dari itu pintu Cafe terbuka,terlihat Wanita cantik menggunakan pakaian Baju kaos dengan celana pendek.


Melihat raut wajah Dela yang sedikit berubah,Kala berdiri lalu memeluk Dela dan mengusap tubuh Dela.


“Ayooo,kita bakal pesan apa hari ini dan kali ini siapa yang akan mentraktir…” Ujur Sisil membuka topik pembicaraan.


“Kali ini Gue yang bakal traktir kalian berdua,karena Sisil dalam berapa hari ini akan sold out…” jawab Dela tersenyum gembira.


“Omg,Usually lo menolak untuk membayar,But this time…” seru Kala memegang tangan Dela sambil tertawa bersama.


“Ya ampun,lo hanya mengingat sifat buruk Gue ya,ini tidak bisa di biarkan,i hope Your character doesn’t go down to The baby you’re carrying…”jawab Dela tertawa.


“Udah deh,buruan kita mau pesan apa,ntr lo kemalaman lagi pulangnya….”tanya Sisil kepada Dela dan Kala.


Saat sudah selesai memesan,mereka mulai berbicara serius,mereka menanyakan tentang keadaan Dela yang jarang muncul grup cht,jarang membalas cht pribadi,jarang ada dirumah,padahal mobilnya tertata rapi di halaman rumahnya.Dan saat Mei berangkat kesini,Dela yakin kedua teman nya bakal menanyakan hal seperti ini,jadi dia sudah menyiapkan jawaban untuk kedua teman nya ini.


Saat ingin menjawab,pesanan mereka sudah sampai,dan mereka tidak melanjutkan pembicaran dan menghabiskan makanan mereka,namun jam sudah Menunjukan pukul 8 malam,Dela dan Sisil berniat untuk mengantarkan Kala,namun Kala tidak mau pulang karena Dela belum menjawab Pertanyan dari dirinya.


Karena melihat suasan Cafe semakin ramai,Mareka berniat akan pergi ke Taman biasa mereka bermain atau mencurahkan isi hati mereka disana.


****


Ditaman.


Disaat Dela menceritakan semuanya dari a-z,kedua tangan Kala mengepal dan mengeras,namun ia tidak memperlihatkan ke Dela dan Sisil,begitu juga Sisil,ia mencoba menahan amarahnya.


Sisil meminta Dela untuk menginap dirumah nya sampai Dela benar-benar aman.


“Tidak perlu juga kali Gue bersembunyi dirumah lo sil,lagian li bentar lagi akan menikah,dan pastinya dia enggak bakal berani datang saat bokap Gue ada dirumah…”jawab Dela mencoba membuat kedua teman nya percaya.


“Sepertinya kita sudah harus balik deh,Ayok kita antar Kala dulu,karena si baby akan kelelahan berjalan terus menerus…”ucap Dela namun langsung di bantah oleh Kala.


“Enggak bayi Gue gabakal kelelahan,sil,kita antar Dela dulu sampai kerumahnya.” Ucap Kala berdiri dari bangku Taman menuju mobil Sisil.


“Disaat kalian sudah memiliki pasangan Masing-Masing,kalian tetap memperdulikan Gue,bagaimana Gue bisa bohong kepada kalian,sedangkan saat pertama Gue melihat wajah kalian di Cafe,Gue yakin banget kalau kalian tau situasi Gue begini,Gue gatau harus bagaimana lagi….” Batin Dela berjalan di belakang teman-teman nya.


***


”Sampai jumpa lagii….”seru Dela melambaikan tangan nya kepada Kedua teman nya yang sudah ada Didalam mobil.


Kala:Sayang Aku ada urusan sebentar,jadi,aku sedikit pulang lama hari ini,aku sama Sisil kok…” mengirim pesan kepada Vano.


Mendapat pesan dari sang istri,Vano langsung membuka pesan tersebut dan membacanya.


Vano:Hati-hati sayang,jangan terlalu larut pulang nya,aku bakal tunggu dirumah ya,lvyou.


...----------------...


Bel rumah Diko berbunyi,Diko yang sedang menonton tv di ruang tamu,ia berjalan ke arah pintu masuk,dan membuka.


Diko terkejut dengan kedatangan Sisil dan Kala kerumah nya malam-malam begini,namun pikiran Diko tetap positif,ia meminta Sisil dan Kala untuk masuk dan duduk di ruang Tamu.


Tidak sungkan bermain awal,Kala melayangkan tangan nya ke pipi Diko,tamparan keras berbunyi dan bergema,Diko terkejut dengan tindakan Kala,namun ia mencoba meminta penjelasan kenapa ia di tampar secara tiba-tiba


Sisil maju berhadapan dengan Diko.


“Dik,aku bakal kamu akan berubah saat sudah jauh dari kami bertiga dan sudah tidak ada hubungan dengan Dela,tapi itu salah besar kami berpikir semacam begitu..” ucap Sisil menarik kerah baju Diko


“Kalian ini pada kenapa sih,heran Gue…” tanya Diko


“HERAN..!lo bilang lo heran,seharusnya lo heran dengan sikap lo yang sekarang,kenapa lo bisa berbuat semacam begitu kepada teman kita sendiri,walaupun pengakuan nya lo belum meniduri dia,tapi apakah bisa di buat nalar saat teman Gue lo sekap lo tidak terbesit untuk berbuat semacam itu…”teriak Kala.


“Gue memang belum ada niduri dia Kal,memang ada terbesit di pikirkan Gue untuk meniduri dia supaya dia tidak bisa di miliki oleh orang lain,Gue Gabisa hidup tanpa dia Kal…” jawab Diko tanpa beban dan mendapat tamparan dari Sisil.


“Sialan lo,lo cowok sialan yang pernh dekat dengan teman Gue,g salah Dela waktu itu meminta untuk putus dari lo,kalau lo memang sayang sama dia,bukan ini cara nya,apa lo enggak ada rasa kasihan melihat dia seperti itu,lo kira dia bahagia,ENGGAK.!!!” Pekik Sisil