
“Gue gatau kenapa Dela tiba-tiba ingin ke kantor Diko sendirian,firasat Gue tiba-tiba ga enak….” Ucap Vio Didalam mobil,mereka menyusul Dela ke kantor siko,karena Dela saat ingin di antr,ia tidak mau,ia Buru-Buru memesan Taxi dan masuk,semua yang ada dirumah merasa aneh,merasa ada yang di sembunyi kan Dela.
Kini yang ada Didalam mobil hanya Sisil dan Vio,suami dan calon suami mereka sedang pergi bersama dengan Vano,Sedangakn Kala tidak bisa ikut karena bayi nya tinggal.
Mobil mereka sampai di depan Lobby kantor Diko,dan Buru-Buru masuk,mereka naik lift khusus Boss,asisten Diko memberi jalan untuk mereka,karena ini juga termasuk tamu penting Diko.
Saat tiba di dekat ruangan Diko,mereka berjalan dan ada terdengar sedikit suara berdebat
“Del,ini benar-benar tidak masuk akal,apa hubungan nya dengan kamu,dan kamu juga bilang kalau aku bakal sedih,kamu kenapa sih Dela….” Tanya Diko.
“Aku sakit Diko,dan umur aku gabak panjang lagi….” Jawab Dela menatap langit-langit ruangan Diko,menahan air matanya supaya tidak jatuh.
Mendengar penjelasan Dela,Vio menjatuhkan kunci mobil,ia terkejut dengan ungkapan Dela,Sedangakn Sisil tidak bisa menahan tangis nya.
“Dela,katakan ini hanya kebohongan belakang kamu….” Seru Diko tidak percaya lalu menarik Dela.
“Ini benar dik,sakit aku yang dulu kambuh kembali saat aku mulai minum kembali dan kali ini benar-benar nyawa aku g bisa di selamatin….” Ucap Dela mulai memberanikan diri menatap wajah Diko.
Tidak bisa menahan lagi,Sisil dan Vio masuk Kedalam ruangan,dan menampar Dela.''Why,Why lo enggak kasih tau kami,kalau sakit lo kambuh lagi,kenapa Dela….” Bentak Sisil dengan air mata yang jatuh di pipi nya.
Dela terkejut melihat kedua sahabatnya ada disini,Dela menghapus air mata nya dan mendekati keduanya.
“Don’t worry,Gue gabakal ngerasain sakit lagi saat Gue sudah benar-benar pergi Nantik,ya kan….” Ucap Dela mencoba menenangkan kedua teman nya.
“Enggk,Gue yakin,dokter di Jakarta salah,Ayok kita periksa di rumah sakit sini,Gue tau rumah sakit di singapore sangat bagus dan lengkap,Ayok Dek….” Ajak Vio menarik Dela,namun Dela menahan.
Tangisan Vio dan Sisil makin menjadi-jadi,begitu juag Diko,ia meneteskan air mata saat tau orang yang benar-benar ia sayang sakit begit parah…
“Arghh,jangan nangis dong,Gue Gabisa nahan tangsi Gue kalau gini ceritanya,jangan beri tahu Kala,right,dia baru saja lahiran,Gue gamau nge rusak mood nya….”Ucap Dela memeluk Kedua nya,lalu memecahkan Tangisnya.
****
”Lo pada habis dari mana sih,kenapa lama banget….” Tanya Kala menyambut ketiga temannya dan juga Diko,mereka hanya diam.
“Kenapa pada diam sih…”tanya Kala merasa heran.
“No,kita habis lihat orang kemalangan dekat depan perumahan Diko,ya ngga dik….” Jawab Dela berbohong.
“Baiklah,Del,mama dan Papa lo ada Didalam….” Seru Kala,lalu Dela masuk dan memeluk Papa nya.
Mereka makan malam bersama semuanya,kali Ini Papa Dela mengajak Dela nginap dirumah nya malam ini…Dela menyetujui permintaan Papa nya,ia akak berangkat selesai makan malam ini.
Raut wajah Diko,Vio,dan Sisil tidak enak untuk di lihat,mereka hanya memainkan makanan yang di sajikan.
Selesai acara makan malam,semua sudsh pulang kerumah Masing-Masing,begitu juga Dela yang ikut Papa nya untuk nginap kerumah Papa nya.