
Sudah ada 2 hari kepergian orang tua Kala,Kala yang rindu dengan kedua orang tuanya,Kala tidur dikamar Papa dan Mama nya,namun saat pagi telah tiba,Kala bangun dari kasur dan berjalan ke cermin melihat dirinya yang nangis tak henti,dan mencoba mencari sisir di meja,tapi tidak menemukan nya,Kala mencoba mencari di laci,bukan ketemu sisir,Kala malah ketemu sebuah amplop putih yang kala sendiri tidak tau isinya apa.Kala mencoba buka isi amplop tersebut dan membawa isi dari surat itu.
Isi dari surat.
“Kala Syeikila,anak perempuan Mama dan Papa satu-satunya.Sayang sebelumnya maaf kalau mama dan Papa menyembunyikan penyakit kami,kami tidak mau kamu kepikiran,dan kamu langsung ingin berubah cita-cita kamu menjadi seorang dokter,Kala sayang,tugas kami sudah selesai Kal,kami sudah menemukan penjaga kamu yang sangat kenal banget sama kamu,maaf juga kalau kami memaksa kamu untuk menikah diumur yang masih muda ini sayang,tapi kami takut kamu tidak bisa menjaga diri kamu saat kami berdua tidak ada,Kala,kami sangat ingin menyaksikan pernikahan kamu,tapi apa boleh buat sayang,kami berdua sudah berusaha sembuh untuk kamu,tapi takdir berkata lain dan sekwaktu itu sisa hidup kami hanya tinggal 10% sayang,Kala yang baik ya,nurut apa kata suami ya Kal,Vano orangnya baik kok Kal,mama juga sudah sangat dekat dengan Vano dan juga keluarga nya.Pokonya kala jangan takut nggak ada keluarga deh,mereka itu sebagai ganti keluarga kamu yang telah hilang sayang.
”Mama Eva.”
Kala menangis membaca surat yang ditinggalkan oleh mama dan Papa nya.Kala menyimpan surat itu Didalam rak-rak bukunya.dan kembali ke kamar untuk membersihkan diri.Selesai membersihkan diri,Kala turun Kebawah untuk bercerita dengan Bibik yang sangat dekat dengan dirinya dari kecil.
“Mbak Kala mau sarapan apa hari ini,biar Bibik buatin buat mbak kala….” Tanya Bibik sangat semangat melihat kala sudah keluar dari kamar.
Karena semenjak kepergian orang tuanya,kala hanya mengurung dirinya Didalam kamar milik orangtuanya,dan tidak mau makan kala hanya minum.Namun entah apa yang membuat kala untuk turun Kebawah Bibik juga tidak tau,yang penting Bibik senang melihat Kala sudah turun Kebawah.
“Kala mau buah aja bik,boleh nggak bik….” Ucap kala dengan wajah lesuh nya.
“Mbak Kala,nggak mau makan roti atau apa gitu,Nantik kecantikan mbak kala bisa luntur lo kalau mogok makan…” bujuk Bibik duduk di samping kala dan melihat wajah kala terlihat lesu.
Kala tidak menjawab,kala hanya melamun dan mengunyah buah nya.Setelah selesai menghabisi buahnya,Kala duduk di ruang tv,kala sangat ingat kalau dulu mereka setiap Weekend suka menghabisi waktu dengan duduk bertiga sambil menonton serial kesukaan mereka Masing-Masing dan berebut remot.Kala meneteskan air matanya.
Bibik mendekat, “Mbak kala jangan nangis dong,kasihan mama sama Papa mbak,mereka ingin lihat mbak kala bahagia lo,jangan nangis ya mbak,Bibik juga ikut sedih tau…” bujuk Bibik duduk di samping kala sambil mengelus kepala Kala.
Kala yang tidak bisa membendung air matanya,dia menangis di pelukan Bibik.Dan mencurahkan semua isi hatinya ke Bibik.
“Bik,kenapa sih mama dan Papa membohong kala soal penyakit mereka,apa mereka tidak sayang kala ya bik,kenapa mereka pergi begitu saja,bik…Kala nggak kuat bik,rasanya tenaga kala tidak ada lagi untuk bangkit bik,Bibik kala juga nggak mau sedih terus bik,tapi kala nggak bisa menyembunyikan nya dengan Bibik…” Ucap kala dengan nangis terus menerus.
Bibik terus mengelus kepala Kala.Hingga kala tertidur di pangkuan Bibik saat nangis.Bibik ingin memindahkan kepala kala diatas banyak tapi kala malah menahan Bibik,kala malah mengira itu adalah mama Eva.