
Kala dan Vano tidur di satu ranjang,Kala sengaja membatasi tempat tidur mereka,membatasi dengan bantal guling.Tapi malah Kala sendiri yang melanggarnya,Maybe karena Kala merasa dia tidur sendiri dan terbiasa memeluk banyak guling saat tidur,saat tidur Kala malah menyingkirkan bantal itu dan menarik tubuh Vano untuk ia peluk,Vano terkejut dengan perlakukan Kala,tapi Vano malah senang,dan tersenyum,mereka tidur dengan nyenyak.
Pagi hari cerah menyinari pipi Kala yang putih,Vano sudah bangun dari tadi dan sudah siap,Vano membangunkan Kala untuk pergi kuliah bersama.
“Kal…Kala…” panggil Vano mencolek pipi Kala.
“Hmm..bentar lagi ya ma…” penolakan Kala,tanpa ia sadari menyebut mama.Vano terkejut dengan ucapan Kala,tapi dia masih tetap membangunkan Kala.
Vano mengambil air minum yang ada Dimeja tidur dan menyiramkan nya ke Kala.
Kala bangun dan Menunjukan wajah yang sangat marah.
“YA AMPUN….” Pekik Kala.
“Bangun,jangan terbiasa bangun siang Kala,pantasan datang telat mulu,buruan aku tunggu di bawah.
“Vano…” pekik Kala saat Vano ingin keluar dari kamar.
“Apa sayang…” jawab Vano datar.
Kala bangkit dari tempat tidur dan masuk Kedalam kamar mandi,ia asal menghidupkan shower tanpa menyadari air yang ia nyalakan panas.Membuat tubuhnya melepuh.Kala berteriak karena kesakitan dan membuat sebagian tubuh kala panas.
Selesai mandi,Kala turun kebawah,ia duduk di meja makan Disamping Vano.
Vano melihat tangan Kala merah dan bagian leher Kala.
Vano menggapai tangan Kala dan melihatnya.
“Kamu habis ngapain kok bisa merah-merah begini….” Tanya Vano masih menggenggam tangan Kala.
Kala menjawab dengan santai. “Tadi pas Didalam kamar mandi,nggak sengaja terhirup air panas,jadi kena deh”
“Lain kali hati-hati,buruan makan nya,kita akan berangkat.” Ujur Vano melepaskan tangan Kala.
“Aku bisa bawa mobil sendiri van…Kalau kita datang bersama Nantik orang bisa curiga….” Tolak Kala
“Lagian kalau orang tau kenapa….Enggak ada yang bisa marah….” Jawab Vano enteng,meminta supir lain untuk tidak memberikan Kala menyetir.
“Mama….” Sorak Kala mencari Mama angkatnya.
“Itu bukan Bibik,MAMA…” ucap Kala menekan
“Iya mama mertua pergi ke Turki sama orangtua saya.”
“Vano,kita pisah mobil saja,saya nggak mau dibilang wanita aneh-aneh sama mahasiswa di kampus…” ucap Kala mencoba membujuk Vano.
“Tidak akan ada yang bilang begitu,lagian kamu itu sudsh menjadi istri sah saya,hanya tinggal melakukan hubungan suami istri sjaa yang belum…” ucap Vano tersenyum bangkit dari kursi dan menggapai tangan Kala untuk berangkat bersama.
“Pria G*LA…” umpat Kala.
****
diperjalanan ke kampus,Kala meminta Vano untuk menurunkan ia di halte bus,supaya yang lain tidak ada yang lihat.Vano kali ini menuruti keinginan Kala,dan menuruni Kala di halte Bus.
Kala berjalan santai masuk ke kampus,karena ia,Dela,dan Sisil sudah buat janji untuk tidak masuk kelas Pak Diko Karena mereka belum buat tugas di minta.
Dela dan Sisil sudah menunggu Kala didepan gerbang,saat mereka lihat mobil Vano sudah memasuki halaman kampus,Dela dan Sisil tidak melihat ada Kala Didalam nya.
Dela mencoba menghubungi Kala.
“Kal lo dimana sih,kok ngk ada muka lo di mobil Pak Vano…” tany Dela terlihat kesal dan sudah berprasangka buruk terhadap Vano.
“Gue minta sama pak Vano untuk turunkan Gue di depan halte bus.”
“Wanita B*Go…” umpat Dela mematikan telpon dan sudah melihat kala berjalan menyeberangi jalan,sambil melempar senyum ke Dela dan Sisil.
“Lo g*la ya Kal,kenapa harus turun sih bego…” umpat Dela
Jangan lupa Like
Komen
Shere
VOTE.
Semoga ke terima Aamiin 🦋💙💙💙💙