
“G*la,lo kiat banget Kal,baru kali ini Gue lihat emosi lo memuncak,s*al,I'm so proud of you.” Ucap Sisil mencium pipi Kala kegirangan.
“Gais,Gue Nantik sepertinya harus pergi ke pengadilan deh,ada mau ikut….” Tanya Dela akhirnya berbicara
“what do you do in court….” Tanya Kala heran
“Bokap Nyokap Gue cerai…” jawab Dela lesu dan berjalan ke kelas untuk mengambil tas nya.
Kala yang tanganya terluka,dia tidak ikut,dan Sisil yang bakal nemanin Dela ke pengadilan.
“Take care Gaiss….” Sorak Kala berbalik arah untuk menuju keluar kampus untuk kerumah sakit mengobati lukanya.
Kala berjalan santai,tapi melihat Vano berjalan ke arahnya,Kala berputar arah lagi dan berjalan cepat seakan menghindari Vano.
“Kala berhenti….” Pekik Vano dan Kala berhenti karena mendengar jeritan Vano.
Vano mendekat dan melihat tangan Kala yang sudah merah,Vano membawa Kala berjalan ke pakiran mobilnya dan masuk Kedalam mobil.Kala melihat dan memperhatikan sekitar supaya tidak ada yang melihat dirinya,karena sudah memperhatikan tidak ada orang satupun,Kala masuk Kedalam mobil,mobil Vano melaju keluar pakiran kampus dan datang kerumah sakit terdekat,sampai dirumah sakit,Kala di gandeng oleh Vano,raut wajah Vano tampak khawatir,tapi berbeda dengan Kala,dia tampak santai.
Saat Kala masuk kedalam ruangan,Vano juga ikut masuk,tangan Kala ingin dibersihkan,disana raut wajah Kala langsung berubah seketika menjadi takut,Kala langsung berdiri dari tempat tidur dan bersembunyi dibelakang Vano.
“Van,aku gamau dibersihkan,udah,biar aku sjaa yang sembuhkan dirumah,antar aku pulang ya…” ucap Kala lirih.
Vano tersenyum,sebenarnya dia juga takut melihat luka Kala,tapi dia juga tidak tega melihat tangan Kala yang sakit terluka,Vano menduduki Kala di kasur pasien untuk di bersihkan,tapi Vano seperti membawa anak kecil,Vano berusaha mengalihkan pandangan Kala,saat dokter membersihkan dengan alkohol,Kala langsung berteriak kesakitan dan meremas baju Vano,Vano yang melihat Kala kesakitan,dia memeluk Kala dan membiarkan dokter itu membersihakn luka Kala.Kala masih sjaa meremas baju Vano,Vano membiarkan Kala meremas bajunya,selesai dibersihkan,tangan Kala di perban.
Kala berjalan seolah tadi tidak terjadi apa-apa,dia malah berjalan santai,sedangkan tadi dia menangis kesakitan dan ketakutan.Tapi kini dia berjalan seolah dia baru selesai mengerjakan skripsi nya.
“Tadi aja nangis-nangis,sekarang malah seolah tidak terjadi apa-apa,wanita aneh…” ucap Vano melihat Kearah Kala
Kala mendengar ucapan Vano,dia melihat Kearah Vano dan tersenyum,kali ini tampaknya senyuman Kala tulus.
“Thank’s you Vano Anggara Witama..” ucap Kala tersenyum lalu mencium pipi Vano.
“Kamu hebat tau,Usually orang yang tanganya terkena kuah panas gini,pasti udah ketar ketir untuk kerumah sakit,But,kamu mengelilingi kampus dulu baru ingat untuk ke rumah sakit,dan lagi,selesai pengobatan saja kamu langsung seperti orang yang tidak terjadi apa-apa,you got the nickname of a strange woman...”ucap Vano bercanda,Kala tertawa mendengar julukan untuk dirinya.
“Vano,antar aku ke pengadilan ya…” Ujur Kala saat ingin masuk mobil.
“What…” jawab Vano terkejut.
“Iya,aku ingin ada Disaat Dela sedang terpuruknya,oke,antar aku ke pengadilan ya…” bujuk Kala didalam mobil.
Vano menghela nafas melihat tingkah istrinya Ini,bukannya istirahat,malah meminta untuk diantar ke pengadilan,Vano Memasukan mobilnya Kedalam loby pengadilan.Saat Kala ingin turun,Vano menarik lengan Kala yang tidak terluka,dan mencium Kala,Kala tersenyum lalu membalas ciuman Vano.
Jangan pelit
Like woiii👍
Kalian tinggal tekan tombol jempol atau love tu ha
Terus kalian Shere keteman kalian
Kalian tinggalkan kek jejak yang bagus supaya aku senang kan😊🤪
Terus yang perlu Kalian ingat ni ha
VOTE kalian supaya semakin tambah senang lak aku kan.
💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙💙