
Vano menekan remot magic itu,lalu kembali duduk Disamping Kala,dan menarik pinggang Kala,sehingga membuat wajah mereka sangat berdekatan.Vano semakin mengeratkan pelukan pinggang Kala,membuat pa*uda*a Kala bersentuhan dengan Vano.Vano menatap Kala lekat-lekat dan melepaskan ikatkan rambut Kala,Kala mengikat rambutnya yang basah tadi supaya tidak mengganggu dia saat makan tadi,tapi Vano malah melepaskan ikatkan rambut Kala.Kala terkejut tapi dia tidak bisa bergerak.
Vano mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Kala,tapi Kala langsung menutup muka Vano dengan tanganya.
”ja-jangan disini pak,sa-saya belum bisa…” Ucap Kala lirih.
Vano hanya tersenyum,dia menyingkirkan tangan Kala dari mukanya. “Kal,saya ini suami kamu…” jawab Vano lirih dan mulai mendekatkan wajahnya.Lagi-lagi Kala menahannya dengan beribu cobaan.Kala malah memeluk tubuh Vano sambil malu.Vano melihat tingkah Kala yang selalu mengelak,Vano berdiri dari sofa dan duduk di kursi miliknya dan menghidupkan laptop nya,ditambah lagi dengan muka yang sangat datar dan kusam.
Disana Kala langsung merasa bersalah dan gatau harus bagaimana.Kala hanya menunduk diam,dia sangat tau kesalahannya,wajar saja Vano ingin melakukannya,karena mereka adalah suami istri.Pikiran Kala sangat berkecamuk,Kala berdiri dan berjalan ke arah Vano,membuat Vano merasa heran dan bingung.
Kala memutar kursi Vano menghadap ke arah dirinya,Kala duduk di pangkuan Vano dan menatap Vano lekat-lekat seperti yang di lakukan Vano tadi.Kala mendekatkan wajahnya,dia masih saja ragu-ragu tapi dia harus melakukan ini supaya Vano tidak marah lagi.
Kini mulut mereka saling bersatu,Vano terkejut tapi dia merasa senang melihat Kala hari ini.Kala menutup matanya dan mulai mencium bibir Vano.Vano memutar bangkunya membelakangi meja kerja nya menghadap rak-rak buku miliknya.Vano mulai mel*mu* b*bir Kala.
****
Vano mengantar Kala sampai parkir khusus dosen,tidak ada satupun mahasiswa yang melihat mereka.Suasana terasa canggung saat mereka berjalan berdua,Kala menjadi diam,begitu juga dengan Vano,saat Kala sudah pulang,Vano masuk Kedalam kampus melalui pintu biasa,sepanjang lorong,senyuman Vano keluar.Vano terus tersenyum sepanjang jalan,namun saat ada mahasiswa yang muncul,mukanya seketika berubah menjadi datar.
“B*go nya Gue,kenapa harus Gue yang mulai mencium dia sih,ahhhh ****,ya ampun…” ucap Kala memukul stir mobilnya,tapi setelah itu dia mulai tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi.Tapi,saat Kala tidak fokus melihat jalan,dia hampir saja akan bertabrakan,mobil yang ingin dia tabrak,memencet klason sekuat mungkin sehingga membuat Kala terkejut.Kala langsung turun,karena dia tau kalau dirinya salah.
Namun pria tersebut juga mengingat Kala,dia memaafkan Kala.Kala yang tidak mau hanya minta maaf saja,dia mengajak pria tersebut untuk minum teh di Caffe seberang.
Kini mereka sedang duduk berdua di sebuah Caffe sambil menunggu pesanan yang mereka pesan.
Mereka berdua bercerita tentang kemarin lusa mereka bertemu,dan tentang kue makaroni.
“Saya Raka,dan kamu….” Tanya Raka menanyakan nama Kala.
“Aku,Kala Syeikila…” jawab Kala tersenyum,lalu pesanan mereka sampai.Mereka meminum air yang mereka pesan.
Kala yang tidak sungkan membuka topik duluan,dia menanyakan gimana reaksi kekasihnya saat di beri kue makaroni ter enak.
Wajah pria tersebut langsung berubah,menjadi sendu.
“Saya telat memberi kue kesukaan nya saat detik-detik terakhirnya di dunia ini…” jawab pria itu mengingat kembali apa yang membuat dirinya merasa bersalah pada dirinya sendiri.