
Dela telah mengantar Kala masuk Kedalam rumah,mereka tiba dirumh jam 20:30 WIB,Dela memberi tubuh Kala ke Vano,dan Dela pamit pulang karena dia merasa sedikit pusing,tapi Vano malah meminta Dela untuk menunggu sebentar karena akan ada yang mengantar dia,felling Dela sudah tidak mulai baik,dia mencoba menunggu sebentar,dan Vano menelepon temannya,yang ada didekat rumahnya.
“Udah deh pak,nggak perlu,saya bisa pulang sendiri kok,saya pamit dulu….”tolak Dela berjalan Kearah pintu,tapi pintu rumah Vano langsung terbuka dan terlihat Diko yang habis dari luar.
“Jadi lo minta Gue antar Dela,dengan senang hati Gue antar,mari….” Ucao Diko tersenyum riang lalu menarik lengan Dela keluar.
Vano hanya tersenyum lalu langsung berubah drastis saat Kala masih di dekapan nya.Vano mendudukkan Kala Disofa dan bertanya.
“Kenapa baru pulang Kala,saya memang melepaskan kamu,tapi kamu harus tau batasnya,kalau terjadi seperti waktu itu lagi bagaimana,kamu itu apa memang nggak punya brain,atau punya tapi tidak tau bagaimana cara menggunkan nya…” tegur Vano memegang bahu Kala yang menatap dirinya.
“Ssstttt,jangan berisik,saya sangat pusing…” ucap Kala menutup mulut Vano dengan jarinya.
Vano menyingkirkan jari Kala,lalu menggendong Kala naik ke kamar,manaiki anak tangga satu persatu,tiba dikamar,Vano meletakan tubuh Kala di atas ranjang dan membersihkan tubuh Kala yang berbau alkohol.
****
”Terima kasih ya pak Diko,saya masuk duluan….” Ujur Dela tersenyum lalu ingin pergi meninggalkan Diko.
“Dela mau sampai kapan sih kamu harus pura-pura bahagia begini….”sorak Diko menghentikan langkah kaki Dela.
“Dela,kembali lagi kepada saya,saya tau kamu kasih mencintai saya,saya juga mencintai kamu Dela,kita itu saling mencintai….” Ucap Diko berjalan mendekat Dela.
Dela memutar tubuhnya dan melihat Kearah Diko,Dela menarik nafas panjang lalu membuangnya dan kembali berbicara.
”Itu masa lalu Diko,saya tidak lagi mencintai kamu,dan saya harap kejadian dirumah kamu itu hanya sekali dan tidak terulang lagi,sekarang Silahkan balik saya tidak mau di pandang buruk oleh orang kompelk ini…” usir Dela
“Dela,wanita itu hanya bohongan del,kamu masih marah sama aku hanya gara-gara itu,kamu tau aku bagaimanakah del,tunggu saja,aku bakal ngungkapin hal ini besok didepan semua mahasiswa…” sorak Diko sedikit mengancam Dela supaya mau berbalik Kearah dia,namun gagal,ancaman Diko tidak berlaku untuk Dela,Dela telah menutup gerbangnya dan mematikan lampu kamarnya,Diko kembali kerumahnya.
*Kamar.*
Dela menghempaskan pintu kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang miliknya.Dela mengingat hal dulu yang pernah ia lalui bersama Diko sampai dimana Diko mengakhirinya hubungan ini.
“Kamu tumben banget jemput aku siang-siang begini,biasanya kalau siang sibuk terus,ada apa ni…” ucap Dela Didalam mobil.
“Aku cuman mau menghabisi waktu bersama kamu sekalian mau ajak kamu ketemuan sama seseorang.” Jawab Diko Didalam mobil mengelus kepala Dela.
Sampai di sebuah restoran,dimana Dela dan Diko telah memesan makanan,tapi mereka belum memakan makanan itu,karena berniat untuk menunggu seseorang yang di sebut oleh Diko tadi.Namun felling Dela sudah tidak baik,dia mulai banyak bertanya kepada Diko,tapi tidak di jawab oleh Diko,Diko hanya menjawab (lihat dulu,iya,tidak,sabar dulu ya..),sampai dimana seseorang yang mereka tunggu itu datang.Seorang wanita berpenampilan bagus dan indah,tak kalah jauh dengan Dela.
Di tempat itu dela mencoba berpikir positif dan berbicara kepada wanita itu,namun setelah selesai makan,Diko membuka pembicaraan.
“Del,ini mawar pacar baru aku,aku disini mengajak kamu ketemuan atau jalan hari ini untuk memberitahukan tentang mawar dan mengakhiri hubungan kita ini….” Ucap Diko menatap wajah dela lekat-lekat dengan mata yang berkaca-kaca tapi tidak ia lihatkan kepada dela.
Dela mencoba mengatur nafasnya,dia memegang gelas yang berisi minuman,Dela meremas gelas itu hingga pecah,dan keluar darah dari tanganya,Diko yang melihat itu dia merasa khawatir dan ingin mengobati luka dela,namun langsung di lepaskan oleh dela.
Dela Berdiri dari bangkunya,dan mengatakan. “Semoga hari-hari mu menyenangkan bersama wanita ini,jangan lupa jagain Diko,dan aku harap kita tidak akan pernah ketemu lagi sampai kapanpun itu ucap Dela berjalan keluar dari restoran itu.Dela menghentikan taksi dan masuk Kedalam nya,sampai dirumah Dela berlari masuk Kedalam rumah dengan tangan yang masih berdarah,Dela mengunci pintunya dan airmatanya mulai keluar,dela menangis sejadi-jadinya.
Awal masuk kuliah,dimana Dela tidak tau kalau Diko adalah dosennya,Diko yang awal menyapa Dela,dela yang sudah bisa melupakan Diko,tapi karena mereka di satu tempat yang sama,pikiran dela mulai kacau dna trauma nya semakin kuat.Sampai dimana Diko meminta Dela untuk datang ke ruangan nya,Dela memberanikan diri untuk datang ke ruangan Diko.
“Apa kabar del…” tanya Diko melirik Dela.
“Saya baik pak,dan saya harap bapak juga baik,tapi kenapa bapak memanggil saya ke ruangan bapak…” jawab Dela menanyakan kenapa dirinya di minta datang keruangan Diko.
“Tidak ada alasan,saya hanya ingin melihat kamu,dan ya,kalau berdua begini jangan panggil bapak,kita kan sudah kenal lama….” Ujur Diko kepada Dela.
“Mungkin bagi bapak kita dekat,tapi bagi saya tidak lagi,saya disini untuk belajar,dan lagi anggap saja kita berdua tidak kenal,anggap saja apa yang terjadi dulu hanya lah sebuah Flim fiksi,saya disini sebagai mahasiswa dan bapak sebagai dosen,saya pamit dulu pak…” jawab Dela keluar dari ruangan Diko.Dela menegakkan kepalanya dan berjalan seolah tidak terjadi apa-apa…
Semenjak awal ketemu lagi,dimana Dela berusaha untuk menganggap Diko tidak ada di kampus ini,Dela sengaja membuat dirinya terlihat nakal,dan tak ingin masuk kelas Diko juga.Sampai dimana Diko tiba-tiba meminta dirinya untuk datang kerumah mengantar tugas yang telah ditentukan.
Flashback off.