
Tak berakhir disana saja,Diko juga memotong kue lalu menyuapkan nya kepada Dela,Dela awalnya tak mau,namun karena dengar sorakan,ia membuka mulutnya dan menerima suapkan Diko.
Tak lupa,Sisil mengambil gambar tersebut dengan nge paparazi kan mereka.
Diko juga menyuapkan teman-teman nya dan meminta Terimakasih kepada rekan kerjanya lalu karyawan mya,saat semua karyawan sudah keluar,teman dekat Diko duduk,mereka merasa senang,karena pas banget datang saat ulang tahun Diko.
Diko juga meminta Terimakasih kepada yang lain.
”sepertinya kami-kami tidak perlu memberi lo kado,karena kado nya sudah Gue bawakan untuk lo…” ucap Vano melirik Kearah Dela yang tengah duduk.
“Ini lebih dari cukup…” jawab Diko tertawa begitu juga yang lain ikut tertawa…
Hari ini benar-benar campur aduk,ada senang,ada lucu,Pokonya paket lengkap.Semuanya sudah benar-benar pulang ke rumah Masing-Masing dan akan makan malam besok di restoran yang mewah,menandakan merayakan ulang tahun Diko.
Kala yang lelah,ia sudah tidur diluan,begitu juga Vano melihat sang istri sudah terlelap tidur,ia juga tidur di samping Kala dengan memeluk tubuh Kala.
“Sebentar lagi,anak kita akan lahir,aku bakal merawat anak kita benar-benar dan menjadikan dia raja atau ratu di kemudian hari…” Guman Vano menatap Mata Kala yang tertutup lalu mencium Kala.
Dela yang berada di kamarnya,ia baru selesai Memberishkan tubuhnya,ia mengecek ponselnya,lalu ada notifikasi dari Diko.
“Thank’s you for today Dela….” Pesan Diko untuk Dela.
Dela hanya membalas dengan mengirim emoji🤗,dan mematikan ponselnya dan membaringkan tubuhnya di atas kasur lalu,memejamkan matanya,karena ia juag lelah.
****
Kala dan Dela seperti biasa bangun lebih awal,mereka menyiapkan sarapan lalu saat sudah selesai,Mareka pergi ke kamar Masing-Masing untuk mandi,karena habis masak sarapan.
Kali ini Kala memaksa Vano untuk ikut sarapan bersama.
”sayang,bangun,mari sarapan…”ajak Kala menggoyang-goyangkan tubuh Vano yang masih terlelap.
“Vanooo,hitungan 3 mundur kamu tidak bangun,aku ngambek sama kamu….” Ancam Kala menghitung mundur.
“3,2,1…” hitung Kala mundur namun Vano tidak bangun,
“Vano,kamu mah,sayang….” Ujur Kala,ikut membaringkan tubuhnya dan menggelitik Vano.
Vano tak kuasa menahan geli,ia tertawa dan ingin menggelitik kembali Kala,namun Kala menunjuk perut besarnya,Vano berhenti melakukan itu,ia duduk dan mencium pipi Kala.
“Buruan mandi,aku tunggu…” Ujur Kala beranjak pergi untuk mempersiapkan baju Vano.
***
”Gimana,lancar enggak acara ulang tahun Nya….”tanya Mama Vano kepada Mereka bertiga.
“Lancar ma,tapi lebih tepatnya acaranya ntr malam ma,acara makan-makan saja….” Jawab Vano meneguk air minumnya.
“So,kalian bakal ke restoran mana….” Tanya Papa Vano.
“Itu,itu Diko yang nentuin pa,Papa mama mau ikut…”tanya Vano ngeledek..
“Kamu ini…” seru Papa Vano ingin menjewer Vano.
“Selesai makan,bagaiman kalau kita jalan-jalan melihat Taman rumah Inj Kala,Dela….” Ajak Sang Mama…
“Boleh juga tu ma,selesai makan kita bertiga akan melihat Taman dirumah ini…” seru Kala melirik Kearah Dela lalu Dela tersenyum.