
“Kall…” panggil seseorang yang masuk kedalam rumah Diko.
Kala,Diko,Sisil melirik ke arah sumber suara,mereka terkejut siapa yang datang.
Betapa terkejutnya mereka bertiga melihat siapa yang datang,sehingga untuk membuka topik pembicaran saja mereka sungkan,namun wanita itu menghampiri mereka bertiga dan seakan tidak melihat apa yang terjadi dan malah memeluk Kala,Sisil begitu juga dengn Diko.
Kalian pasti masih ingat dengan Gue bukan,jangan bilang lo pada lupa,masa sih kalian lupa kepada teman kalian ini yang kita selalu berlima.
“Omg,now you will have a baby from your lecturer on campus, named Vano…” seru wanita itu mengelus perut Kala,namun Kala malah menyingkirkan tangan itu dari perutnya dan Memilih untuk mundur kebelakang tubuh Sisil.
“And you,si wanita cantik,si banyak incaran,do you have no intention of inviting me to your wedding with the guy who helped you, and whose name is Raka, I'm waiting for your invitation for me, my house is still in the old place….” Tegur wanita itu membelai rambut Sisil,dan membuat Sisil merinding,kali ini ia malah berpindah ke arah Diko,ia berlagak ingin memiliki untuk selamanya.
Saat wanita itu ingin berbicara dengan Diko,Kala dan Sisil,mereka keluar dari rumah Diko.
Namun wanita itu malah tetap berada di samping Diko,dengan memeluk pinggang Diko,sambil memainkan jari jemari nya di pipi Diko.
***
”G-gue terkejut melihat dia datang kembali,apa dia akan memulai niat jahatnya kembali sama akan seperti dulu…” ucap Sisil sambil menyetir mobilnya.
Kala hanya terdiam sejak pulang dari rumah Diko tadi,saat Sisil sudah mengantarkan Kala dengan selamat ia pamit untuk pulang kerumah.
Kala disambut oleh Vano yang menunggu nya di depan pintu,.
“Aku habis pergi jalan-jalan sama Dela dan Sisil…” jawab Kala singkat lalu saat sudah Didalam kamar,Kala yang ingin masuk Kedalam kamar mandi,Vano malah menarik lengan Kala dan membuat Kala terjatuh atau terduduk di pangkuan Vano.
“Kal,if you have a story problem, our household has been around for a long time, it's not good to hide trivial things and later can make us fight just because of the problems that you are hiding right now…”
“no, there's no problem, and I have nothing to hide now, I'm just tired, maybe because the baby has grown…” jawab Kala tersenyum lalu mencium sekila bibir Vano dan beranjak ingin ke kamar mandi.
****
”Hey dik,how are you…”
“Langsung ke intinya,sejak kapan lo bisa sampai disini dan kenapa lo bisa tau rumah Gue….” Tanya Diko mendorong tubuh Wanita itu.
“there is no point to tell dear, I just miss being caressed by you, want to play....” tanya Vio dengan pakaian khas orang yang baru balik dari luar negeri.
“Vioo…” bentak Diko mencengkram leher Vio.
Vio menampar Diko karena telah bermain kasar dengan dirinya.
”Don’t play rough,you bastard….” Seru Vio merapikan rambutnya dan mengecek lehernya di cermin rumah Diko.