
Satu minggu telah berlalu,Mama dan Papa Vano hanya mengantar sampai bandara,tidak ikut ke Indonesia,saat semua telah naik pesawat,mereka pulang ke rumah dengan raut wajah yang sedih.
“Gue tau lo letih,sini anak lo Gue yang gendong….” Saran Dela mengambil Syeqil di pelukan Kala.
“Tapi Del…”tahan Kala,namun Dela tidak mengabaikan ia tetap menggendong Syeqil dan memangku Syeqil,ia duduk di tepi jendela.
“Syeqil,coba lihat,awan-awan nya sangat bagus bukan,apa kamu ingin bercita-cita menjadi pilot sayang….” Guman Dela tersenyum berbicara dengan Syeqil,namun tiba-tiba diko duduk di samping Dela dan memberi minum,Dela mengambil lalu sedikit meneguk.
Diko ikut karena ingin menyelesaikan sahamnya di Jkt,dan memindahkan nama,maka dari itu ia ikut ke Jkt.
“Kamu senang dengan anak-anak….” Seru Diko masih duduk Disamping Dela.
Dela menoleh ke arah diko.''Yeah,aku suka dengan anak-anak…” jawab Dela tersenyum mencium Syeqil.
Diko membalas ucapan Dela.''Kalau kamu suka anak-anak,menikah lah dan menghasilkan anak…'' ucap Diko asal.
Dela tertawa dengar ucapan Diko.''Hahaha Gila,menikah tidak semudah kembalikan telapak tangan diko,kita perlu mencari orang yang kita cinta,kita perlu mempersiapkan semuanya,kita perlu restu dari kedua belah pihak,dan lagi….'' Balas Della
“Dan lagi,ngga ada yang mau dengan cewe yang berpenyakitan Diko,don’t weird…” ucap Dela.
“Ada,GUE siap kembali bersama lo lagi….” Balas Diko melirik Dela.
“Dik…” seru Dela.
“Del,kali ini Gue serius dengan lo,ngga main-main…” Ujur Diko menatap Mata Della.
“Gu,Gue mau bikin kan susu Syeqil dulu….” Ujur Dela keluar dari bangku.
****
”Syukurlah,kita selamat sampai tujuan….” Ucap Sisil menarik kopernya.
“Gila,lo g capek-capek apa,beri Gue istirahat dulu Ok…” Ujur Kala melirik Vio dengan wajah sinis ya.
“Lah,perasaan Gue g ada mengacau rumah lo,Gue pengen ketemu dengan anak lo….” Ucap Vio tersenyum lalu,menarik Dela untuk naik Taxi bareng.
Semuanya telah kembali kemana asalnya,Vio dan Dela satu rumah,sedangkan Sisil sudah satu rumah dengan suaminya.
*Kediaman rumah RakaxSisil.
“Sayang,mandi dulu,selesai itu,mari kita lunch bareng….” Sorak Sisil dari atas tangga sedangkan Raka ada di bawah memainkan ponselnya.
Raka naik ke atas,ia menyusul Sisil Kedalam kamar,dan menarik Sisil ke pelukan nya.
”mari mandi bareng….” Ajak Raka menggendong Sisil.
“Sayang,aku bisa mandi nanti,aku belum nyiapin baju kamu,Sayang….” Pekik Sisil,namun tidak di dengarkan Oleh Raka,kini mereka sudah berada di kamar mandi.
*Rumah Vano.
“Yang,bawa Syeqil Kedalam kamar dulu,mau di mandikan,aku selesaikan bawah dulu….” Perintah Kala kepada Vano yang asik main dengan Syeqil.
“Baiklah…” jawab Vano lalu menggendong Syeqil dan mereka naik lift,karena Vano takut Nantik ada yang licin-licin di tangga.
“Ni orang ya,padahal kamarnya di lantai 2,bisa naik tangga,malah naik lift,parnoan banget semenjak anak nya lahir….” Guman Kala geleng-gelang melihat sikap Vano.
“Huuu,baiklah,kita akan mandi lalu tidur,Syeqil akan tidur siang…” Guman Kala menggendong Syeqil Kedalam kamar mandi,yang Vano sudsh teler,ia tidur,namun ia menjaga syeqil dengan memberi batas di tepi”kasur,lalu tidur.
“Papa,Ninggalin syeqil tidur ya,duh,maka itu,Mama enggak yakin Papa akan jaga kamu kalau mana tengah sibuk di dapur,Papa kamu itu,lihat kasur dikit bawaannya ngantuk,Apalgi ac yang menembus tubuhnya itu,pusing mama….” Guman Kala mengajak anaknya berbicara.
Syeqil tersenyum mendengar ocehan mama nya,selesai mandi,Kala membawa Syeqil ke tempat tidur yang ada Vano,lalu meletakan nya di kasur dan memasangkan baju syeqil,tak lupa memberi minyak angin,lalu parfum,dan bedak,selesai itu,Kala memberi anaknya Susu,lalu saat syeqil sudah tidur,ka meletakan syeqil di kasurnya.