
“VANO ANGGARA WITAMA….” Sedikit menekan.
“Ya ampun iya Vano Anggara Witama…” jawab Kala terpaksa lalu tersenyum.
“Saya akan menjemput kamu ketika ngampus supaya kamu tidak terlambat lagi,karena dalam berapa hari ini saya akan ada masuk kelas kalian….” Ucap Vano fokus membawa mobil.
“Jangan deh,saya bisa sendiri bawa mobil,saya janji tidak akan terlambat lagi…” tolak kala tersenyum,dan menutup katanya karena merasa lelah.
“Baiklah,saya pegang omongan kamu.” Jawab Vano melihat kala seperti lelah atau masih belum vit sekali,jadi Vano berinisiatif untuk merendahkan bangku Kala,badan Vano yang sedikit membungkuk karena ingin memperbaiki bangku,Kala yang terkejut,dia langsung duduk seperti semula dan nggak sengaja mencium pipi Vano.Vano mendapat ciuman pertama dari Kala,Vano terpaku dan menatap Kala.
“Ma-maaf,saya tidak sengaja,lagian anda yang duluan…” Ujur kala mencoba menjelaskan.
Vano tidak menjawab apapun,Vano duduk seperti semula dan menjalankan mobilnya.Saat sudah masuk halaman rumah Kala,Vano mengantarkan Kala sampai dalam rumah,saat ingin berpamitan,Kala tanpa sadar berbicara ini kepada Vano.
“Apa anda tidak menginap lagi….” Tanya Kala tanpa sadar,Vano yang malah terkejut dengan ucapan Kala,kaki Vano berhenti berjalan dan memutar balik badanya menghadap Kala.
“Apa kamu meminta saya untuk menginap disini….” Tanya Vano.
“Ya…ahh tidak,saya tidak meminta anda untuk menginap disini,dan saya tidak ada mengatakan hal itu,pulanglah….” Usir kala naik ke tangga dan masuk Kedalam kamar nya.
Vano tersenyum lalu pulang dari rumah Kala.
****
”Mbak kala,mbak Kala….” Panggil Bibik mengetok-ngetok pintu kamar Kala.Tapi tidak ada sahutan dari dalam.
“Duh mbak kala,ini sudah jam berapa sih,kenapa belum bangun juga,pintu juga belum di buka,lagian kunci kamar mbak kala mana sih…” Guman Bibik turun Kebawah untuk mencari kunci cadangan kamar Kala.
“Ya ampun segarnya…” seru Kala keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
Bibik membuka pintu kamar kala dengan kunci cadangan,Bibik terkejut dengan Kala yang sudah bangun pagi-pagi,dan ini baru jam 7 pagi.
“Bik,ada apa….” Tanya Kala bingung kenapa Bibik bisa masuk Kedalam kamar nya.
“Maybe jam 6…” jawab Kala tersenyum lalu duduk di meja rias miliknya.
“Ya ampun tumben banget mbak kala bangun jam segitu,biasanya bangun jam 7…” batin Bibik lalu ingin pergi Kebawah.
“Bik….” Panggil Kala.
“Ya mbak.” Jawab Bibik.
“Bisa tolong bantu kala nggak,jalinan rambut kala,seperti biasa…” ucap Kala tersenyum manja ke arah Bibik.
“Bisa mbak,sini Bibik bantu keringkan dulu rambutnya,mbak kala kenapa tumben banget jam 6 sudah bangun…” tanya Bibik.
“Yah karena,Nantik kala kena hukum terus bik,Kala lelah kena hukum terus,masak iyah,jurusan Kala hukum,Hobi Kala kena Hukum,kan nggak lucu bik…” jawab Kala tertawa kecil,begitu juga dengan Bibik.
“Terus,kalau mbak Dela dan Sisil mbak…” tanya Bibik,Karena Bibik sangat tau,kalau satu kena hukum,semuanya ikut kena hukum.
“Tadi Kala sudah menghubungi rumah Dela dan Sisil bik,minta asisten disana untuk membangunkan mereka Masing-Masing.” Jawab Kala tersenyum sambil mengoleskan pelembab muka.
“Mbak Kala mau Bibik masakan apa hari ini….” Tanya Bibik.
“Gimana kalau kita makan diluar malam ini bik,berdua saja,supaya kala tidak terlalu sedih lagi,Bibik setuju….” Tanya Kala,menoleh kebelakang.
“Aduh jangan deh mbak,ntr mbak kala malu bawa Bibik,kita makan dirumah saja…” tolak Bibik
“Kenapa kala harus malu sih bik,pokoknya kala pulang Nantik,Bibik sudah siap-siap ya,pulang kala kuliah kita langsung capcus pergi makan siang…” ajak kala lalu berdiri dan mencium tangan Bibik dan mengambil bekal makan yang telah di siapkan Bibik.
“Mbak kala hati-hati….” Sorak Bibik dari atas tangga.
“Siap Bik…” jawab kala bersorak dan mengambil kunci mobilnya.
“Jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya mbak Kala,Bibik tunggu dirumh dengan selamat mbak….” Ucap Bibik melambaikan tangan nya.