Merried With You

Merried With You
Bertemu Kembali.



Saat tengah menikmati jalan yang udaranya yang sangat segar,tidak ada angin tidak ada hujan,Kala dan Vano bertemu dengan Raka di Korea,namun Raka hanya seorang diri,tak lupa pula Kala menyapa Raka.


“Hey Raka.” Sapa Kala tersenyum dan berhenti berjalan,Raka menoleh dan melirik ke belakang,dia terkejut melihat ada Kala dan ada juga seorang pria bersamanya.


“Hey Kal,kok kamu bisa disini….” Tanya Raka merasa bingung.


“Haha,aku ada perpisahan kampus,jadi kami Memilih perpisahan di Korea,bagaimana dengan kamu….” Tanya Kala kepada Raka,dan Vano hanya diam dan bertanya-tanya,kenapa Kala terlihat akrab dengan pria ini.


“Okey,kampus yang bagus,anyway,ini Abang kamu…” tanya Raka.


Kala tertawa karena Pertanyan Raka,namun dia melirik ke arah Vano yang raut wajahnya berubah karena di anggap abang,dan Kala langsung mengklarifikasi.


“No,ini suami aku…” jawab Kala menggandeng tangan Vano.


“Baiklah,kapan-kapan kita bisa ketemu lagi Kala,aku harus pergi,karena ada urusan yang penting disini,saya pamit dulu suaminya Kala…” ucap Raka berlalu pergi dan Kala,Vano masih tetap berdiri disana.


****


”Gila tu ya si Lala,Gue rasa dia tu malu banget tau…” umpat Sisil kepada Dela dan mereka berjalan keluar dari gunung namsan.


“Gue yang lihat saja malu,apalagi dia yang mengalami…” balas Dela.


“Anyway,si Kala kenapa lama banget sih baliknya,main tinggal-tinggal aja tu orang,mentang-mentang sudah punya suami…”ucap Dela kepada Sisil bersifat mengeluh.


“Ntr lo juga ngerasain Dela,Gue juga sih,tapi sepertinya jodoh juga tertimpa tanah deh,nggak ada terlihat…” jawab Sisil dan mengeluh soal jodoh.


“Terus Gue apa bedanya degan lo,lo kira jodoh Gue ada…” tanya Dela sewot.


“Sisil Bego,bangsat,lo jangan aneh-aneh deh,buruan keluar dari sini…” umpat Dela mengejar Sisil yang telah berlari mencandai dirinya.


*****


”Baiklah,saya akan urus semuanya,jangan khawatirkan saya…” ucap Raka menutup telpon dan masuk Kedalam slaah satu restoran cukup terkenal dan duduk disana,dia juga memesan makanan.


****


”arhhhh,ini dingin banget,padahal Gue udah pakai baju yang berlapis-lapis..” keluh Dela memeluk hangat tubuhnya sendiri.


“Perlu Gue peluk lo….” Tanya Sisil menyenggol Dela dengan bahunya.


“Gaperlu,hotel juga udah mau dekat…” jawabDela tiba-tiba jalan nya terhenti.


“Omg,kenapa kita bodoh banget,kenapa kita jalan kaki ke hotel,bus ada,ahhhhhh ya ampun,ini semua gata-gara lo Sisil.” Ujur Dela menunjuk Sisil.


Sisil pun ikut terkejut,dia baru ngeh sekarang karena Disepanjang jalan mereka bercerita tanpa tau topik.Sisil melihat jalan yang telah mereka tempuh saat ini,Sisil menutup mulutnya,namun ada mobil yang mengencang dan mengerem mendadak karena mereka berdiri di tengah-tengah jalan.


Dela dan Sisil saling terkejut dan terjatuh,mereka menutup mata mereka dan pria yang Didalam mobil itu keluar membuka kaca mata hitam nya dan mengulurkan tangan dan menolong mereka berdua.


“Si-Sisil…” ucap pria itu melihat lekat-lekat.


“Eh,Raka…” jawab Sisil membersihkan pakaian nya dan langsung meminta maaf kepada Raka,karena telah berdiri di tengah jalan.


Bukan malah nya marah,Raka yang meminta maaf karena tidak melihat jalan,dan karena jalan macet karena mobil Raka,dia meminggirkan mobilnya ke tepi dan membawa Dela Sisil untuk minum kopi hangat di sebuah Cafe yang dekat,sambil menghangatkan badan.