
Subuh-subuh Kala sudah dibangunkan oleh pihak MakeUp karena hari ini adalah hari pernikahan Kala,sedangkan Kala masih diambang awang-awang.Dela dan Sisil masih tidur,karena mereka hanya kadi tamu undangan.Sedangkan Kala sudah dirias sampai matanya terkantuk-kantuk.
Kala terus menerus menguap,dan saat MakeUp dia tertidur,namun Bibik datang mengantarkan air putih dan jus alpukat untuk Kala.
“Kal,ni minum dulu air putih nya dan jus nya,supaya kala tidak mengantuk-ngantuk.” Saran Bibik meletakan di atas meja samping Kala.
“Ma,makasih ya,sudah gotong kala ke atas tadi malam,dan maaf juga ya kala merepotkan mama…” ucap Kala sambil meminum air putih yang diberikan Mama sambungnya.
“Bukan Mama yang bawa kamu ke atas…” jawab Bibik
“Lalu….” Tanya Kala
“Calon suami kamu sayang…” jawab Bibik berbisik.
Kala terbatuk karena dia dibawa ke kamar oleh Vano.Kala seketika diam dan matanya sudah kuat kini.
“Ya ampun padahal saya cuman minta MakeUp nya yang natural,tapi kenapa saya harus bangun subuh-subuh,dan saya sudah duduk di sini selama 3 jam.” Protes kala mengeluh
“Tapi memang sudah seperti ini mbak,mau mbak Kala nya minta natural,kita akan tetap datang subuh karena banyak yang harus dikerjakan...” jawab Tukang MakeUp nya.
Setalah lama mempercantik Kala,Kala sudah di pasangkan Baju yang mereka pilih di butik kemarin.
“G*la ni orang,bisa-bisa nya masih tidur.Hmm…Gue punya ide..” ucap Kala berniat jahil.
Kala berjalan ke kamar mandi dan mengambil gayung,dan mengisinya dengan air.Lalu menyiram mereka dengan setitik air.
“Kala,g*la lo ya…” umpat Dela bangun dengan mata yang masih tertutup
“Eh lo ya,kesini niatnya untuk nemani Gue nikah,ini Gue sudah pakai baju yang kalian pilihkan,sekarang kalian bangun dan mandi,karena Nantik Gue pasti nggak ada yang nemani….” Umpat Kala
“Ini masih malam kala,lo mau nikah smaa hantu….” Tanya Sisil
“Ini sudah pagi Dela,Sisil,lo buka mata deh,buka mata lo pada lihat tu matahari sudah menerang menyinari muka kalian yang ditumpuk air liur kalian…” protes kala.
Dela dan Sisil membuka mata mereka melihat ke jendela,lalu melihat ke arah Kala yang sudah cantik dengan gaunnya.
“Lo cantik banget Kal,apa lo tadi malam menyempetin operasi plastik ya…” ucap Sisil berdiri lalu berjalan ke kamar mandi.
“Kala,Calon suami kamu sudah menunggu kamu diluar,mari keluar…” panggil Bibik.
“Ma,tapi….” Jawab Kala,tapi Bibik memegang tangan Kala.
“Kal,mama akan ikut dengan Kala kemana kala berada…” Ucao Bibik mencium kening Kala.
Vano sudah menunggu diluar,mereka akan turun Kebawah bersama dan akan di potret bersama.Kala dan Vano saling bergandengan.
“Pak Vano semalam bawa saya balik ke kamar….” Ucap Kala berbisik.
“Ya.” Jawab Vano datar
“Saya ada melakukan hal yang aneh tidak sama bapak,atau berkata aneh ke bapak….” Tany Kala lagi berbisik
“Ada,tapi fokuslah berjalan Kedepan,karena kalau kamu terjatuh saya tidak akan membantu….” Tegur Vano
“G*la ni orang,bisa-bisanya jadi suami Gue,arhhh Gue nggak percaya ini….” Batik Kala
Semua tamu bertepuk tangan dengan kedatangan kedua mempelai yang cantik dan ganteng.Dela dan Sisil,seperti biasa mereka sangat heboh,dan semua dosen datang menghadiri acara pernikahan Kala dan Vano.
“Pak Vano ngundang semua dosen….” Tanya Kala.
“Tidak,Mama dan Papa yang mengundang..” jawab Vano.
“Apa…” ucap kala
“Kal,ini lagi acara nikahan,jadi tahan dulu gosipnya…” ucap Vano
****
”Ahhh,mereka sangat g*la,bisa-bisanya menyuruh untuk foto di saat hujan gini….” Umpat Kala tidak mendapat payung,tapi malah berlari Kearah Vano yang memegang payung dan Vano memegang bahu Kala supaya kala tidak terjatuh
“Kenapa harus mengumpat sih,anggap saja ini bermain…” ucap Vano tersenyum tulus ke arah Kala,Kala yang melihat senyuman itu,seketika tersenyum ke arah Vano.