
Namun seiring berjalannya waktu,hubungan mereka terombang-ambing,karena suatu permasalahan yang sangat sepele dan sangat parah,dan saat Dela sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan mereka Diko yang sedang jalan bersama dengan siswa lainnya,terciduk di sebuah Cafe sambil pelukan dan Dela mengikuti mereka sampai di sebuah hotel bermerek,dulu Diko juga sangat berkecukupan.Saat mengetahui itu,hati Dela merasa sangat hancur berkeping-keping,melihat orang yang ia sayang bermain busuk di belakangnya,namun tidak sampai sana,Dela mengikuti mereka sampai masuk kamar hotel,dan Dela mengetok pintu tersebut hingga Diko keluar,serrrr,jantung Diko seketika berhenti melihat Dela ada didepan matanya,suara tamparan terdengar menggema,Dela masuk Kedalam kamar tersebut dan menarik kerah baju wanita itu,lalu,suara tamparan juga terdengar di kamar itu,Diko tak bisa membela dia hanya diam melihat sikap Dela,Dela keluar saat sudah menampar keduanya,namun Diko mengejar Dela sampai Lobby,namun itu tidak membuat hati Dela berubah,dia malah melayangkan tangannya untuk Diko,Diko yang merasa sakit ingin membalas,tiba-tiba tangan menghalang nya,lalu mendorong tubuh Diko ke lantai.
Dela terkejut melihat kedua temannya,ada disana juga,dan semua tamu yang ingin memesan kamar menyaksikan itu semua,Sisil dan Kala menarik lengan Dela keluar dari hotel itu,hingga dekat pinggiran pantai.
“Kalian ini apa-apaan sih…” seru Dela menahan air matanya.Kala dan Sisil sama-sama terkejut melihat balasan Dela,namun mereka malah menjelaskan
“Lo gila ya,apa gimana sih Dela,nyesal gue udah restuin lo sama orang itu,kalau tau kawan gue bakal begini dibuatnya,anjing tu orang…” Umpat Sisil menarik bahu Dela supaya Dela sadar.
“Kenapa harus gue yang gila,dia yang gila,oh bukan gila,melainkan brengsekkk….” Pekik Dela mengeluarkan tangisnya diatas pembatas pantai tersebut.
Kala berteriak karena emosi melihat tingkah Diko,dia ingin kembali masuk Kedalam hotel itu,namun langsung ditahan oleh Sisil,sampai dimana mereka masuk kesebuah bar untuk merilekskan diri.
“Gue Sebenanrya capek dengan hubungan ini,tapi…” ucap Dela belum selesai sudah meneteskan air matanya sambil meneguk minuman itu dan kembali berbicara.
“Tapi,dengan dia gue sakit,tapi kalau tidak Disampingnya gue juga sakit…” seru Dela menyingkirkan air matanya,Kala melihat itu ia langsung menarik Dela Kedalam pelukannya.
“Kalian nggk salah,Gue yang salah terlalu sepenuhnya meletakan hati Gue ke dia,Arghh….” Jawab Dela menuangkan kembali minum nya dan meneguknya.
Kala dan Sisil mengantar Dela pulang sampai masuk kamar,lalu Meninggalakn dia sendirian dikamar nya,saat kedua temannya sudah pergi,Dela mengganti mengambil dua botol minum lalu duduk di balkon dan meminumnya sampai habis dengan air mata yang terus menetes.
Sampai 5 bulan ia melakukan itu sampai Kala dan Sisil tau saat Dela masuk Kedalam ruangan dengan badan yang kurus dan tak berseri lagi,namun saat duduk,tubuh Dela tak seimbang,sehingga membuat dia jatuh dan membuat semua siswa terkejut dan membawa Dela Kedalam ruangan UKS,namun ia tidak bangun-bangun,dan terpaksa Kala dan Sisil harus membawa Dela kerumah sakit,dokter memanggil kedua teman Dela,untuk datang keruangan nya.
“Ada yang ingin saya bicarakan tentang teman anda…” ucap dokter itu menatap wajah kedua teman Dela sudah mulai menegang.
“Katakan saja dok,kami siap menendengarkan.” Jawab Kala menggapai tangan jari jemari Sisil
“Pasien mengidap penyakit liver karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol..” ucap dokter itu.
“Jika tidak langsung di tangani akan berbahaya buat dirinya Kedepan nya atau pun besok…” ucap dokter itu,saat mendengar ucapan dokter itu,Kala semakin meremas tangan Sisil hingga merah,Sisil tak disangka,buliran bening putih jatuh ke pipinya,mereka keluar dari ruangan tersebut dan tersandar di dinding,mereka berdua nangis bak ditinggal oleh kedua orang tuanya.