Merried With You

Merried With You
Mood yang hancur



“Vano Kal Vano….” Tegur mama Eva melihat ke arah Kala.


“Yah pokok gitu deh ma,mau pak Vano,mau kak Vano,mau apa sekalipun,Kala pergi dulu….” Ucap Kala mengakhiri pembicaraan lalu masuk Kedalam mobil Dela yang sudah terparkir dihalaman rumah Kala.


“Eitss,kenapa tu muka seperti mau meledak aja….” Ejek Dela melihat wajah kala yang masuk Kedalam mobilnya tidak ada senyum ceria sedikit pun.


“Kelas Gue Del,kenapa sih harus di jodoh-Jodohin,kan Gue bisa cari pendamping hidup Gue Sendiri,dan lagi besok Gue akan cari baju,itu membuat Gue semakin kelas,tapi Gue tidak bisa melawan itu orang tua Gue,dan lagi Gue harus nikah dengan dosen Gue sendiri….” Ucap Kala dengan tatapan kelas sambil menatap Dela yang memperhatikan dia berbicara berbeda dengan Sisil,dia sedang terlelap tidur dan menikmati dunia khayalan nya.


“Kal,Gue ngerti lo kesal karena lo dijodohin sama pak Vano,tapi,mungkin saja orangtua lo ada alasan untuk Nikahin lo sama pak Vano,dan Gue juga mikir gitu sih Kal,Gue dan sisil bakal jaga rahasia ini kok,dan tujuan Mama dan Papa lo meminta atau mengundang kami itu,karena dia hanya ingin kami yang tau,yok bisa yok Kal,Gue yakin ini ada alasannya yang bagus untuk lo,jangan kesal-kesal lagi….” Ucap Dela mengelus tangan Kala dan tersenyum ke arah Kala,lalu mereka berjalan menyusuri jalan yang dipenuhi dengan kemacetan.


...****************...


“Bagaimana perundingan kemarin….” Tanya Diko duduk di sofa Vano sambil menyilangkan kakinya.


“Yah seperti biasa.” Jawab Vano


“Yang benar deh van,seperti biasa apa,Gue kalau ada disana gabakal Gue nanyain ke lo,buruan deh bilang….” Seru Diko kesal.


“Lo cinta nggak sih sama Kala,kan lo juga sudah tau kalau lo bakal di Jodohin sama kala,dan lo juga udah tau gimana sifat nya kala,dan lagi lo itu dosen nya…” tanya Diko mendekati Vano.


“Gue gatau,lagian kenapa sih lo nanya-nanya begitu,belum juga Gue nikah udah nanya begitu….” Jawab Vano kesal dan bangkit dsri kursi nya mendekati jendela.


“Yah Gue hanya memastikan Vano,Gue takut lo malah nyuekin Kala lagi…” jawab Diko keluar dari ruangan Vano.Namun saat keluar ruangan terlihat 3 sahabat baru datang tapi tidak dengan tawa ceria mereka,Diko bisa memperhatikan itu,tapi dia tidak menegur siswa nya itu.


Saat melewati ruangan Vano,ketiga sahabat itu berhenti dan melihat ke arah Kala.Kala yang sangat ingin mencurahkan isi hatinya ke Vano supaya Vano menggagalkan acara pernikahan ini,Kala menghela nafas kasar dan mengetok pintu ruangan Vano,Vano menyuruh masuk tapi Vano tidak tau kalau itu Kala.Dan sedangkan kedua sahabat itu menunggu diluar sambil menguping membuat mahasiswa”yang lain melihat merasa mereka gila,tapi kedua orang itu tidak memperdulikan malah semakin menempelakn telinga mereka di dinding.


“Ada apa Kala Syeikila…” tanya Vano tapi tidak menatap Kala.


Tanpa disuruh,Kala langsung duduk dan menghela nafasnya kembali,lalu mulai berbicara.


”pak Vano,apa pak Vano tidak bisa membujuk Papa dan mama saya untuk membatalkan pernikahan ini,saya yakin pak Vano sudah punya pacar dan pak Vano ingin menikahi pacar pak Vano,Ayolah pak Vano,saya yakin pak Vano sangat dekat dengan Papa dan mama saya,dan satu lagi pastinya pak Vano merasa tertekan menikahi saya yang selalu bikin masalah di kampus ya walaupun baru dua hari offline,tapi coba yok pak,bujuk Papa dan Mama syaa…” ucap kala dengan tatapan pernah harapan kepada vano.