
“Kalian bertiga keruangan saya…” perintah Vano Meninggalakn tempat kejadian.
Mau tak mau Kala,Dela,Sisil datang keruangan Vano,mereka berdiri seakan di hukum oleh orangtua mereka.Vano meminta mereka duduk Disofa panjang.Disana juga disaksikan oleh Diko.
“Sekarang jelaskan apa penyebab kalian bertengkar…” tanya Vano duduk memperhatikan Kala yang muka datar melihat dirinya.
Kala membuka suara karena temannya pada tidak ada yang buka suara.
“Sepertinya bapak tidak perlu bertanya lagi ya pak,bapak sudah lihat semuanya,bapak sudah lihat dari awal sampai akhir,dan bapak juga bisa lihat melalui cctv kampus,…” jawab Kala datar.
“Kala ada benarnya juga pak,bapak bisa lihat di cctv kampus,supaya bapak tidak salah paham lagi dan bilang kalau kami ini pelakunya.” Jawab Sisil dengan datar
“Kalian taukan saya siapa kalian….” Ucap Vano hampir marah.
“Yah,kami tau pak.Bapak itu Dosen sekaligus suami dari teman kami…” jawab Dela lagi.
“Udahlah Van,kita lihat dari Cctv aja deh,siapa yang salah dan siapa yang benar,dari awal mula sampai sekarang…” ucap Diko menengahkan.
“Sudah,sekarang kalian bertiga ikut saya Keruang Cctv,disana akan kita lihat semuanya dan juga ada Lala dan teman-temannya.” Ucap Diko berjalan keluar ruangan dan menuju ruang Khusus Cctv.
Mereka jalan bertiga dengan muka datar mereka,entah apa yang mereka pikirkan,sehingga hampir saja menabrak loker kampus,yang Dela memikirkan tentang Papanya yang ketahuan selingkuh dan memikirkan Mamanya.Sedangkan Sisil memikirkan tentang Mama nya yang sudsh tua tapi bertingkah,sedangkan Kala masih memendam marah kepada Vano yang sudah salah paham terhadap dirinya,dan juga memikirkan tentang kejadian yang ia lihat tadi di mall.
*****
Ruang Cctv.
Mereka semua menonton kembali keributan yang di kantin hingga depan kelas.Mereka menonton dengan sesama,dimana Lala dan teman-temannya sudah menegang,namun berbeda dengan ketiga perempuan ini,mereka tampak santai dan hanya berwajah datar.
Vano langsung melayangkan keputusan nya diruang Cctv itu,Vano meminta Geng Kala dan Geng Lala supaya di skors oleh Dekan atau kepala Rektor.Setelah itu Vano keluar dari ruang Cctv.Mereka semua keluar dari ruang Cctv,mengambil tas Didalam kelas dan keluar dari kelas,berbeda dengan Kala,Kala meminta Dela dan Sisil untuk pulang di awal,karena dia akan protes kenapa dia dan teman nya harus di skors,sedangkan mereka tidak salah.
Kala jalan kerumah Vano layaknya seorang mahasiswa.Kala masuk tanpa mengetok pintu ruangan Vano.Kala meletakan buku yang ia pegang di atas sofa dan mengempaskan nya.
“Pak,saya dan teman-teman saya tidak terima di skors,karena kami sebentar lagi akan lulus,bapak juga sudah tau kan,kalau kami ini tidak salah,yang salah itu Lala dan teman-teman nya pak,saya mau bapak cabut surat skors kami,karena bapak tidak berhak untuk membuat surat tentang itu,sedangkan Dekan atau Rektor kampus tidak tau tentang ini…” ucap Kala protes.
Vano bangkit dari kursinya mendekati Kala,membuat kala memundurkan langkahnya.Namun Vano langsung memegang bahu Kala supaya berdiri tegak.Mereka saling tatap-tatapan.
“Kala,saya dekan disini dan saya juga anak dari pemilik kampus ini,jadi saya berhak membuat keputusan yang membuat saya marah sekaligus kecewa,atau yang membuat nama kampus ini tercoreng.” Jawab Vano masih dengan memegang bahu Kala.
Kala terkejut karena Vano lah anak pemilik dari Kampus,karena Vano sebelumnya tidak pernah cerita.Kala melepaskan tangan Vano dari bahunya.
“Ya-ya kalau begitu bapak harus adil,lagian bapak juga sudah lihat bukan siapa yang slaah dan siapa yang benar….” Ucap Kala
Vano semakin mendekati tubuh Kala.Dan menarik pinggang Kala,sehingga membuat Kala ingin melepaskan nya.
Jangan pilit Tekan Tombol Like/Love.
Shere
Komen supaya meramaikan
Vote nya juga jgn lupa sayang aku👍
Ig: laylaailyass