
Diperjalanan Kala hanya menatap keluar jendela.Kala yang biasanya sangat ribut di dalam mobil kini dia malah seperti orang b*su.Dela dan Sisil mencoba membuat hati kala bangkit lagi.Mereka sampai di Taman,dimana Taman tersebut biasa tempat yang mereka kunjungi saat ada masalah atau musibah yang menimpa mereka.Taman tersebut sangat cantik,bagaikan surga kedua,dimana bunga-bunga bermekar indah disana,berbagai macam warna bunga dipajang dan disangkutkan di setiap jalan.
Dela dan Sisil membawa Kala duduk memperhatikan anak-anak kecil yang tengah asik bermain pasti bersama teman-teman nya.Mereka menonton pertunjukan,melihat pameran,dan berhenti di tempat bunga.
Kala tersenyum melihat bunga tersebut bermekar dengan indah,Kala berjongkok memperhatikan bunga tersebut sampai menimbulkan pucuk yang baru.Kala tersenyum dan sangat ingin membeli bunga tersebut.Dela dan Sisil senang melihat senyum kala,ya walaupun beluk sepenuhnya,tapi ini sudah berhasil,Dela dan Sisil membeli bunga itu tiga pasang,dan mereka berbagi.
Lalu mereka juga membawa kala melihat komedi putar,disini mereka sangat ingat dulu sering banget bolos sekolah pergi kesini untuk bermain komedi putar dan melihat bunga yang bermekar.
“Lo pengen main itu Kal….” Tanya Sisil memperhatikan mata Kala.
“Nggak lah,badan Gue udah besar,nggak bisa lagi…” jawab kala tersenyum Kearah Sisil.
“Yah sih,tapi permainan kali ini bisa kita naiki Kal,kita bisa mencoba ini untuk sekian kalinya.” Seru Dela berlari kecil ke arah bianglala,Dela membeli tiket untuk tiga orang dan mereka masuk Kedalam bianglala,mereka bertiga menikmati pemandangan yang indah dari atas bianglala.
“Gue kira ini bakal nggak muat untuk kita yang sudah dewasa ini…” ucap Kala melihat pemandangan yang indah.
“Yah bisa b*go.Badan kita nggak besar-besar banget tau,lo bahagia nggak Kal….” Tanya Sisil melihat ke arah Kala dan Dela.
“Hmmm…Bahagia,makasih ya,Gue salut punya orang seperti kalian,maaf ya…” jawab Kala memegang tangan Dela dan Sisil.
“G*la,buat apa lo minta maaf,seharusnya kami yang minta maaf,seharusnya kami nemanin lo dirumah,tapi tenang malam ini kami berdua akan nginap dirumah lo…”Ujur Dela senyum sumriwing.
“Tapi gue Gpp kok tidur dirumah sendiri,kan ada Bibik.” Jawab Kala
“Yah tapi kan teman tidur lo nggak ada Kal,sehari kok Kal,lagian besok kita sama-sama pergi ke kampus.” Bujuk Dela.
“Ya tu Kal,lagian Bibik juga bilang kalau tidur lo nggak teratur,jadi kami sudah berinisiatif untuk nginap dirumah lo malam ini…” Tambah Sisil lagi.
......................
...Sedangkan dirumah Kala,sudah ada Vano yang baru tiba,tapi Kala nya malah tidak ada,jadi Vano menunggu Kala pulang.Saat Kala dan teman-teman pulang,mereka terkejut dengan kedatangan Vano dirumah Kala,tapi Dela dan Sisil sudah tau kalau Vano akan datang.Dela dan Sisil menyapa Pak Vano dengan Sapaan dan senyuman....
“Darimana Kal….” Tanya Vano duduk dan meletakan ponselnya.
“Pak Vano kesini ngapain….” Tanya Kala datar.
“Kesini untuk membawa kamu kerumah kita….” Jawab Vano asal didepan Dela dan Sisil.
“Apa-apaan sih pak Vano,rumah Kala toh disini,ngapain kala kerumah bapak….” Jawab Kala.
“Kala,wajah saya terlihat sangat tua apa,sampai kamu harus panggil saya bapak….” Tanya Vano kesal.
“Yah pasti ributnya di ranjang sih del,yakin Gue ni 100%…” jawab Sisil berbisik.
Dela mencoba menahan ketawa nya karena jawaban Sisil yang lucu dan benar.
“Ya nggak sih,tapi saya sudah terbiasa manggil nya dengan sebutan bapak.” Jawab Kala lagi,sambil duduk di meja makan.
“Baiklah,kalau gitu saya akan panggil kamu dengan sebutan nenek Kala…” jawab Vano asal dan kembali bermain ponselnya.
“Yah nggak bisa dong pak Vano,bapak ini kenapa sih malah bikin kesal,lebih baik bapak pulang deh…” usir kala.
Dela dan Sisil terkejut dengan ucapan Kala.Vano mendekati kala.
“Kala ingat,saya ini tunangan kamu,dan kamu tidak perlu manggil saya dengan sebutan bapak saat diluar kampus.Dan lagi jangan ngusir-ngusir saya kala,Syaa ini calon suami kamu…” Ucap Vano menekan dan mendekatkan wajah nya ke wajah kala.
Kala terdiam dan tak berkutik,Kala malah mengalihkan pandangan nya,dan meminta Bibik untuk menyiapkan makan malam.Mereka semua makan malam dengan hening,hanya dengar gesekan sendok dan garpu.Selesai makan malam,semuanya masih berkumpul duduk di meja makan,tampaknya suasana menjadi canggung.
“Pak Vano nggak pulang,udah malam…” tanya Kala lirih.
“Saya disuruh jemput kamu dengan Mama,jadi saya menunggu kamu kala,siapkan lh pakaian kamu.” jawab Vano.
Dela dan Sisil terkejut,karena mereka sudah membawa baju mereka juga untuk nginap dirumah Kala sampai hari pernikahan kala,tapi malah dengar kala akan di bawa kerumah pak Vano.Dela dan Sisil menunduk seketika.
“Kita belum nikah pak Vano,jadi saya akan tinggal disini sama Bibik,Dela dan Sisil.pak Vano bisa bilang sama mama dan Papa pak Vano,kalau kala nggak mau.” Ucap Kala.
“Baiklah,kalau begitu saya akan menginap disini juga.” Ucap Vano asal tanpa berpikir,karena Vano juga kecewa kenapa Kala masih belum membuka pintu hatinya,dan lagi tidak mau ikut dengan dirinya.
Dela dan Sisil lagi-lagi terkejut sehingga terbatuk.
Jangan lupa Like
Komen
Shere
VOTE!!!
Semoga diterima Aamiin🙏💙🦋🦋🦋🦋🦋🦋