
Telpon genggam Sisil berbunyi,Sisil keluar untuk mengangkat telpon tersebut,Sisil melengketkan telpon itu ke telinga dan mulai berbicara.
”Kamu jemput aku di rs ya,soalnya aku lagi di rs,kawan aku masuk rs…” Ujur Sisil duduk di kursi rumah sakit,sambil melihat sekeliling.
Sisil mematikan telepon dan beranjak berdiri,lalu ia masuk Kedalam ruangan Kala.
Seperti biasa,si Dela yang ratu kepo mulai mendekati Sisil.
“Tumben banget lo angkat telpon ke luar,pasti ada something ni…” Ujur Dela menunjuk Sisil yang mencari tempat duduk.
“Gue di ajak dinner sama Raka,yang waktu itu…” seru Sisil duduk sambil menyilangkan kakinya.
Dela spontan terkejut karena baru kali ini Sisil dari sekian abad diajak dinner oleh seseorang,baru hari ini dia menerima ajakan dinner seseorang.
”An*ing,sil,lo kesambet apa….” Tanya Dela duduk di samping Sisil dan Kala juga ikut terkejut,bisa-bisanya Sisil dan Raka sudah kenal sejauh ini.
Ponsel Sisil kembali berdering,Sisil segara mengangkat di depan teman-teman nya.
”Aku sudah di depan ni,kamu yang keluar atau aku yang kedalam….” Tanya Raka di dalam mobil mewah miliknya,dengan style yang begitu cool.
“Kamu bisa keruangan VVIP 206,aku tunggu disini ya…” jawab Sisil mematikan telpon.
Tak selang 5 menit menunggu,pintu ruangan Kala terbuka dan terlihat gaya Raka yang begitu membuat ketiga wanita itu terpana.
“Silakan masuk Raka…” Ujur Kala membaurkan lamunan kedua wanita itu,Dela langsung berdiri dan meminta Raka untuk duduk disebalh Sisil.
“Bangs*t si Dela….”batin Sisil
Tak disangka,Raka juga membawa bingkisan untuk Kala,dan memberikan kepada Kala.
tak banyak berbicara Raka dan Sisil pamit untuk pergi makan malam.
”Hey,,,,” seru Dela menunjuk Raka,Raka kembalikan badannya,Kala dan Sisil terkejut dengan suara Dela.
“Jangan biarkan Sisil minum dan jangan biarkan dia pulang sendirian,Apalgi di sakitin,kalau malam ini dia pulang dengan wajah yang tak berseri dipastikan anda tidak masuk urutan kami…” Ujur Dela…
“Dela Gila…”Guman Sisil,membuka pintu dan keluar bersama Raka.
Dela dan Kala tersenyum melihat teman nya sudah ada kemajuan untuk berkenalan.
...----------------...
Di mobil.
“Yeah,i Know…” jawab Sisil tersenyum Kearah Raka.
“Pretty girl…” Lirih Raka tersenyum melihat Kedepan,dan Sisil mendengar ucapan Raka,dia mencoba menahan sikapnya supaya tidak dikira salting,Sisil pura-pura batuk..
“Kamu kenapa….”tanya Raka melirik ke arah Sisil.
“Nothing…” seru Sisil
****
Selamat menikmati tuan And nyonya.
“Thank you mbak…” jawab Sisil
Mereka berdua menikmati makan,Sisil ada menjatuhkan pisau,sehingga ia menunduk untuk mengambil,Raka sibuk dengan ponselnya,namun tak menghalangi pandangan Raka,saat Sisil akan duduk seperti semula,Raka meletakan tangan nya di pinggir meja supaya tidak terjedug.
“Thankyou…” seru Sisil sambil tersenyum.
Mereka kembali makan,setelah makan-makanan yang asin,dan table di bersihkan,makanan pembersih mulut telah di sajikan.
****
”Gue cari angin dulu ya Kal…” ucap Dela ingin beranjak pergi,namun Kala ingin ikut,karena ia merasa bosan Didalam kamar rumah sakit ini.
Dela keluar mengambil kursi roda untuk Kala,dan setelah mendapatkan nya,ia kembali Kedalam kamar Kala,lalu membantu Kala duduk di kursi roda.
“Lo ini,terlalu berkelebihan deh,Gue Enggk lumpuh Dela…” seru Kala
“HUFtT…mending lo diam…” ucap Dela mendorong Kala,mereka mengelilingi Taman rumah sakit,lalu Dela lelah,ia berhnti dan duduk di kursi Taman,sedangkan Kala duduk di kursi Roda,Kala ingin duduk di samping Dela,ia turun dari kursi roda dan duduk di samping Dela.
“Lo ada masalah ya,lo kelihatan lesu…” tanya Kala
“Gila lo ya,masa orang Type gue ada masalah,enggak ada kali,mari lanjut berkeliling…” ucap Dela mengalihkan pembicaran,namun Kala langsung menarik tangan Dela,membuat Dela kembali terduduk.
“Del,kita ini sudah lebih dari teman,bisa di sebut saudara,lo jangan ada rahasia-rahasia ya dengan gue ataupun Sisil…” ucap Kala menatap mata Dela
“Eh-eh…ada ape ni,sebut-sebut nama gue…” tanya Sisil duduk di samping Kedua teman nya.
“Sejak kapan lo ada disini….” Tanya Kala melihat sekeliling ia tidak melihat ada Raka.
“Sejak dunia kita bersatu…” jawab Sisil