Merried With You

Merried With You
Tamu spesial.



Pagi hari cerah di singapore,Dela dan Kala sudah bangun lebih awal,karena mereka akan membantu mbak membuat sarapan,saat semua sudah selesai,mama dan Papa memasuki dapur,terbaui aroma masakan yang sangat harum,membuat senyuman terukir di wajah mereka,namun Vano belum bangun,Kala masuk Kedalam kamar,ia membangunkan Vano,namun Vano berkata kalau ia hari ini tidak ikut sarapan,ia akan sarapan setelah semua selesai,Kala mengiyakan permintaan Vano,lalu Kala beranjak pergi meninggal kasur Vano,dan berjalan ke meja makan.


Semua orang tampak menyantap sarapan dengan lezat,namun Kala tidak menyantap nya,karena ia telah terbiasa menunggu Vano makan,maka ia juga akan ikut makan,melihat itu,Papa Vano mengambilkan makanan untuk Kala,dan meminta Kala makan,Papa Vano berkata.


“Udah,biarkan Vano nya makan sendirian Kal,kamu lagi ng andung cucu kami,jadi makan aja,ntr sakit gimana….” Seru Papa vano memberi piring yang berisi makanan


“Benar,Vano tu ya,benar-benar,sudah tau istri hamil,tapi malah meminta istri untuk tunggu ia makan dulu….” Ujur Mama vano,namun Kala langsung menyangkal.


“Ma,Maybe vano lelah,karena saat selesai bekerja ia langsung menyempatkan untuk terbang ke singapore,gpp kok ma,memang sudah kewajiban seorang istri menunggu suaminya makan dulu,baru ia makan….”jawab Kala.


“Ya sudah,kamu makan saja,mulai sekarang,kamu tidak perlu menunggu Vano makan dulu,baru kamu makan,peratuan itu tidak terlalu berlaku di keluarga ini sayang,dengar…” Ujur mama Vano menyuapkan Kala.


Melihat kehangatan antara menantu dan mertua,Dela terlamun ia,berharap mendapatkan mertua seperti orang tua vano.


Suara bel berbunyi,Mbak bangkit dari meja makan dan ingin membuka pintu,namun Dela ingin yang membuka,Dela bangkit dan membuka pintu,ia terkejut melihat siapa yang datang,sehingga matanya berbinar-binar…


****


”Melihat pemandangan seperti ini sangat membuat mata terasa lega,dan pikiran juga,hidup seperti ini sangat nikmat,tapi lebih nikmat ketika menjalani nya dengan orang yang kita sayangi….” Guman Diko duduk di pasir pantai.


Ia mulai mengendari jetsky dengan slow lalu,melaju dan merukir senyuman di wajahnya..


****


“Pa..” seru Dela melirik dari atas sampai bawah,dan juga melirik mama tirinya.


“Suruh masuk saja Del,itu tamu spesial untuk kamu…” seru Papa Vano.


Dela melirik Kearah dalam,lalu meminta Papa dan Mama tirinya untuk masuk,lalu duduk di kursi dan iktu sarapan juga,Dela masih tidak menyangka,kenapa Papa Vano kenal smaa Papa nya,Dela melamun sehingga,sang Papa mengelus kepala nya.


“Udah,jangan di pikirkan kenapa Papa Vano bisa mengundang Papa,makan dulu,ntr Papa gajadi makan ni…” Ujur Papa Dela,dan mama nya tersenyum melihat interaksi Papa dan anak Ini.


Dela melanjutkan makann nya,ia terharu bisa berjumpa dengan Papa nya,karena ia sudah sangat rindu,ia sangat ingin memeluk,namun ia gengsi,saat sarapan sudah selesai,semua irang kembali bersibuk dengan urusan nya Masing-Masing,sedangkan Dela,berbincang dengan kedua orang tuanya.


Dela juga memeluk mama tirinya,mereka bercerita bagaiman keadaan Dela selama tinggal di Jakarta,Papa nya juga ada menawarkan untuk tetap tinggal di singapore,namun Dela tetap kekah untuk stay di Jakarta.