
“Uhhh,kenapa Gue kesepian ya enggak ada tu irang,Yah walaupun Dela ada di Indonesia tapi,sangat lain rasanya gitu…” Guman Kala duduk di balkon sambil memakan buah potong.
“Dan lagi,Vano juga sibuk kerja akhir-akhir ini,argh,ya ampun,apa Gue susul aja Vano ya….” Guman Kala lagi,dan setelah berpikir lama,Kala bangkit dan mengganti pakaian nya,ia ingin menyetir sendiri karena sudah lama tidak menyetir.
Dan saat di perjalanan,Kala singgah di sebuah restorant Jepang,ia membeli makanan untuk Vano di kantor,Kala melanjutkan perjalanan nya.
Saat sampai di kantor,semua pihak staf atau karyawan,melirik Kala yang sudah hamil besar,namun wajahnya tidak ada kusam sedikit pun,Kala juga tak lupa membelikan staf tersebut makanan,saat sudah selesai dibawah,Kala naik ke atas di bantu oleh asisten pribadi Vano,yaitu Anton,Vano sengaja tidak Memilih wanita,ia takut Nantik istrinya cemburu dan terlalu banyak berpikir negatif.
“Terimakasih pak….” Seru Kala memberikan sebungkus makanan,lalu masuk Kedalam ruangan Vano,Vano sama sekali tidak tahu kalau Kala akan datang ke kantornya.
“Sayang…” panggil Kala,membuat Vano terkejut dan memutar kembali kursinya.
“Kamu,kamu sama siapa kesini….” Tanya Vano melihat sekeliling.
“Sendiri…” jawab Kala memperlihatkan kunci mobil.
“Kal…” seru Vano dengan nada rendah.
“Sayang,lihat nih,aku gpp bukan,dan lihat aku bawa makanan kesukaan kamu…” seru Kala mengangkat plastik makanan tersebut.
Mereka berdua duduk,dan Kala membukakan makanan yang ia beli,Kala juga menyiapkan minum Vano,Vano memakan apa yang dibeli Kala.
”Tumben banget kamu kesini,ada apa…” Ujur Vano,melanjutkan makan nya.
“Aku bosan,aku merasa sepi dirumah,aku gatau mau melakukan apa…” jawab Kala memperhatikan Vano menyuap makanan yang ia beli.
“Jangan bosan-bosan sayang,ntr lagi kamu bakal ada yang nemani lo,anak kita,dan ya,kalau kamu bosan,kita bisa lahiran di singapore atau dimana kamu mau,dan minta kawan-kawan kamu untuk datang melihat new baby kita,tinggal 1 bulan lagi sayang….” Seru Vano mengusap kepala Kala.
“Baiklah,kalau gitu kita bakal tinggal dirumah Papa dan Mama selama 1 bulan,gpp kan….” Tanya Vano kepada Kala
“Ya ampun,gpp dong,dari pada kita harus nginap-nginap di hotel,lebih baik ke tempat mama dan Papa dong,pasti lebih seru,apalagi suasana dirumah Papa dan Mama sangat indah…” ucap Kala tersenyum gembira.
“Sayang,aku ga sabar ke singapore,gimana kalau besok kita berangkatnya….” Ajak Kala melirik ke arah Vano.
“Baiklah,kita akan berangkat besok,jangan lupa bawa Dela,kita kasihan dia tinggal Sendiir…” Ujur Vano.
“Itu sudah pasti…” jawab Kala mencium Pipi Vano.
****
”Lo ajak Gue ke sini doang….” Tanga Vio tersenyum lucu…
“Udah deh ya Vio,mending lo ikut kata Gue aja,misalnya Gue minta lo untuk berdiri di tengah-tengah air itu,lo harus berjalan kesana….” Ujur Diko sudah mulai muak.
“Gila lo ya,lo kira Gue bisa berjalan di air….” Lawan Vio.
“Bukan BEGO…” jawab Diko ingin menjambak rambut Vio.
Diko mendapat pesan dari seseorang meminta untuk menyuruh Vio berdiri di dekat air yang besar itu.
Vio menuruti perkataan Diko,dia berdiri disana,dan diam seperti batu,Diko tetap duduk disana melihat apa yang akan terjadi.