
“Ada apa Kala….” Tanya Vano melihat Kala membawa kertas,terlihat Kala ingin mengumpulkan tugas nya yang telat.Ya benar Kala meletakan kertas itu diatas meja Vano.
“Ini tugas saya dan teman saya pak,saya permisi dulu pak Vano,Terimakasih telah memberi batas waktu untuk tugas kami pak…” Ucap Kala ingin beranjak pergi.
Vano melihat jari manis kala,tidak melihat ada cincin di jarinya,Vano menanyakan cincin tersebut.Namun Kala malah kebingung karena dia sangat ingat memakai cincin tersebut.Saat di pikir-pikir Kala baru ingat kalau dia meletakan cincin itu di bath’up.
“Baiklah pak,saya keluar dulu,sekali lagi Terimakasih pak Vano…” ucap Kala.
“Kala,panggil saya Vano saat kita berdua,karena kamu itu sudah jadi tunangan saya.” Ucap Vano kembali duduk.
“Saya tidak terbiasa pak.” Jawab Kala merubah raut wajahnya.
“Terbiasa kan Kala…” jawab Vano.
“Tidak bisa pak Vanoo…” jawab kala kesal mendekati meja Vano,lalu keluar.
Dirumah Vano.
“Malam sayang,gimana sudah dekat belum dengan Kala….” Tanya Mama Riri kepada Vano yang asik dengan televisinya.
“Yah biasa-biasa aja ma.” Jawab Vano tersenyum.
“Vano,Ayolah sayang mencoba untuk mencintai Kala,Mama tau isi hati kamu,kamu juga sudah dapat kepercayaan kedua orangtuanya Kala bukan….” Tanya Mama Riri duduk di samping Vano.
“Iya mam iya…” jawab Vano mencium kening mama nya.
“Sudah ma,tenang saja,anak orang nggak mungkin aku telantarkan,lagian kenapa sih harus pisah rumah dengan mama,kan kami bisa tinggal disini ma…” protes Vano mengeluarkan kepalanya dari pintu kamar miliknya.
“Kan sudah mama bilang sayang,jadi nggak perlu di bilang lagi dong…” jawab mama Riri.
......................
...Baiklah semuanya,saya sebagai dekan di kampus ini,saya akan menginformasikan kalau besok kita ada acara,jadi setiap ruangan,akan di pilih 3 orang,acaranya bertema anak-anak dan remaja,karena ini akan di tampilkan di depan semua anak-anak di Indonesia dan remaja di Indonesia,kalian harus mencari judul dari penampilan kalian Masing-Masing.Saya harap acara ini berjalan dengan lancar walaupun saya memberitahu dengan dadakan,dan mohon maaf untuk hal ini,karena saya juga baru di infokan,saya mohon partisipasinya.Sekian Terimakasih saya tutup acara ini,Silahkan bubar.!...
“Ya ampun kenapa ya,padahal ini kampus ternama di sini,kenapa harus dadakan dapat Informasi.” Umpat Kala duduk di bangku Taman.
“Yah ini baru pertama kalinya kala,biasanya kita yang dulu,sekarang anggap saja kuta Terkahir yang tau,ya nggak sil…” jawab Dela sambil menyebut nama Sisil yang sibuk dengan ponselnya.
“Sisil lo akhir-akhir ini kenapa malah asik dengan ponsel sih,Padahalkan biasanya lo jarang banget main ponsel,lo udah punya cowo ya….” Tanya Dela penasaran.
Sisil masih belum menjawab,Dela berinisiatif untuk merebut ponsel Sisil,tapi ditahan oleh Kala.”jangan Kebiasan rebut-rebut barang orang Dela,Maybe dia lagi ada masalah atau sibuk….” Ucap Kala sambil melihat Vano dan Pak Diko yang sangat dekat.
“Apa mereka adik kakak….” Tanya Kala asal membuat Dela yang mendengar merasa heran dengan Pertanyan kala.
“Siapa….” Tanya Dela balik.
“Itu,pak Vano smaa pak Diko…” Ujur Kala sambil melihat mereka yang tengah asik berbicara.