
“Dela kenapa lo menung-menung sih…” tanya Kala baru selesai mengganti bajunya
“Ha,nothing,Gue mau Kebawah dulu,ntr nyusul aja…” jawab Dela membuka knop pintu dan memasuki pintu lift,namun Didalam lift ada Lala dan The geng yang membawa koper mereka karena mereka akan kembali lebih awal,namun Lala yang belum saja kapok,dia masih saja menggosipkan Kala,pertama Dela masih mendiamkan,untuk yang Terakhir kalinya,Dela mencekik leher Lala dan membuat tubuh Lala terdorong ke belakang di siang lift.
“Bangsat,Gue ingatkan,dia itu bukan wanita murahan,lo yang seharusnya wanita murahan,mengharapkan suami orang lain,dan lo kawan-kawan nya Lala yang ngikut dengan Lala,apa kalian tidak malu punya kawan seperti wanita gila ini,mending tinggalin deh,supaya dia tahu bagaimana rasanya…” ucap Dela menatap Lala dan teman”nya dengan tajam,lalu keluar dari lift namun saat keluar dari pintu lift,tepat dengan Diko yang sedang menunggu lift terbuka,namun saat melihat Dela keluar dari pintu lift,dia menyusul Dela berjalan ke lorong Lobby pas disana ada banyak mahasiswa yang akan berpamitan,Diko mengeluarkan suaranya berteriak.
“Dela,apa kamu menjadi pendamping hidup saya…” sorak Diko berhenti begitu juga Dela yang mendengar itu ia ikut berhnti dan memutar balik badannya dan berlari Kearah Diko lalu menarik tangan Diko naik lift,pintu lift terbuka dan Dela menarik tangan Diko untuk masuk.
“DIkO…”tegur Dela melirik tajam Diko.
“Kamu ini apa-apaan sih,kenapa selalu membuat diri aku tidak nyaman,udah deh mending pergi dari hidup aku,aku tu g butuh kamu lagi,sekali lagi kamu berbicara seperti itu didepan banyak orang,aku tidak segan-segan untuk bersikap kasar…” tegur Dela menekan tombol lift dan pintu lift terbuka,namun Diko langsung menahannya dan menarik Dela Kedalam pelukan nya,Dela melawan dan mendorong tubuh Diko ke dinding lift,namun akal sehat Diko sudah hilang,saat pintu lift terbuka,ada Sisil,Kala,Vano,mereka sedang menunggu lift,langsung saja Diko mencium bibir Dela dan membuat mereka yang menunggu lift terkejut begitu juga Dela,namun Dela belum tau kalau ada Temannya dan Vano,saat Dela melepaskan ciuman itu,dia ingin keluar namun terhenti karena pintu lift dihalang oleh Vano,Sisil,Kala.
“Kal,Sil…” seru Dela merasa terkejut dan mendekati kedua temannya itu.
“Lo gila ya dik,ga habir pikir Gue sama lo,brengsek lo…” ucap Vano menyusul mereka Kedalam kamar,namun kamar itu malah dikunci,terpaksa Vano harus menunggu diluar begitu juga Diko yang ikut menunggu dan merasa bersalah.
Didalam kamar,Dela menangis tersedu-sedu dipelukan Sisil dan Kala,sedangkan mereka sangat tau bagaimana hubungan Dela dengan Diko dulu,tapi sekarang Diko malah muncul di hidupnya dan menghancurkan hidupnya.
“Apa perlu Gue bunuh dia sekarang juga….” Tanya Sisil yang sudah geram dengan sikap Diko,namun Kala menahan nya.
“Jangan sil,kita belum tau bagaimana ceritanya,tanya Dela dulu Ok,kalau memang dapat perintah dari Dela baru kita melakukan nya…” seru Kala menahan Tangan Sisil dan membuat temannya merasa tenang.