
“Gue cari angin dulu ya ke balkon,lo kalau mau tidur,jgn lupa kunci pintu kamar,ntr lo kena bahaya lagi…” seru Dela memegang baju dinginnya dan menutup pintu,lalu keluar memencet tombol lift.
Dela sedikit merasa ada yang janggal di hatinya,dia menghela nafas panjang,dan memencet lantai paling atas yaitu balkon.
Dela duduk di kursi tepat pemandangan yang dijalan,Dela juga memesan cemilan dan minuman hangat,Dela sibuk memperhatikan pemandangan jalan dari atas balkon,dia juga menatap langit yang di temani oleh bintang-bintang.
Sudah hampir satu jam Dela duduk disana,namun ada karyawan penjaga tempat makan itu yang mendatangi Dela,dan meminta bantuan kepada Dela dan menanyakan tentang pria yang terlelap disana,karena mereka ingin menutup bar kembali.
“Excuse me,can I ask you a favor….” Ucap pengawai bar sana,dan Dela menoleh Kearah yang ditunjuk oleh karyawan itu,Dela sedikit menyempitkan matanya,namun tak terlihat,Dela berjalan Kearah pria itu.
“Kenapa harus bertemu dengan dia lagi sih disini,heran Gue….” Guman Dela ingin meninggalkan Diko,tapi karyawan itu menahan dia.
“he is my former lecturer, but i can't take him to his room, you can ask someone else…” seru Dela ingin pergi,tapi karyawan itu bilang kalau pegawai lainnya telah melakukan tugasnya yang lain,dan tetap kekeh menahan Dela untuk membantu dirinya,mau tak Dela harus menopang tubuh Diko memasuki lift dan menuju kamar Diko,setelah dapat kamar Diko,Dela mencari kunci atau card di saku Diko,namun tidak ditemukan,Dela mencoba membuka pintu itu,dan benar saja,pintu itu tidak terkunci,Dela masuk Kedalam dan menyalakan lampu,lalu menjatuhkan tubuh Diko di ranjang,dan juga melepaskan sendal hotel Diko,juga menyelimuti Diko,namun saat ingin pergi,tangan Dela ditahan oleh Diko,Diko duduk di tepi ranjang nya dan menarik lengan Dela supaya Dela jatuh ke tubuhnya,dan benar saja.
Dela terduduk di pangkuan Diko,wajah Dela mulai berubah antara marah dan deg-degan,dia ingin mendorong tubuh Diko,namun Diko sangat kuat.
Dela menyingkirkan wajahnya,supaya tidak bertatapan dengan Diko,namun Diko mengambil dagu Dela,dan ingin mencium Dela.
“DIKO….”bentak Dela.
“Kamu ini apa-apaan sih,apa tidak cukup kamu memperlakukan aku seperti dulu,apa tidak cukup,kamu pikir aku akan tetap mencintai kamu walaupun kamu berbuat seperti ini,lepasin…”
“Del,kamu juga tau bukan,kalau dengan kamu aku bisa nyaman yang berbeda,kembali ya…” ucap Diko menyandarkan kepalanya di bahu Dela.
“Jangan harap itu terjadi…” jawab Dela mencoba melepaskan pelukan Diko.
“Aku tau kamu masih sayang sama aku,aku memaksa kamu untuk kembali bersama aku,del aku sakit del kalau lihat kamu sama yang lain…” ucap Diko makin memperkuat pelukan nya dan mencium leher Dela,membuat Dela merasa geli.
“Jangan sesuka hati kamu Diko,kita sudah pas seperti ini,aku sudah mencoba untuk tidak memperdulikan kamu,namun kamu datang dan meminta aku untuk mengantar tugas kerumah kamu,kamu pikir aku ini wanita yang bisa dibuang begitu saja dan bisa kamu pungut lagi,tidak mau,aku sudah punya pasangan…” jawab Dela menghela nafas dan memeluk Diko,melihat pembalasan Dela soal pelukannya,Diko sedikit melonggarkan pelukannya,namun tiba-tiba Dela memutar balik tubuh Diko lah yang di dinding dan dia langsung mencari kunci disetiap saku baju Diko dan celana,dia juga menahan Diko dengan tanganya satu kau,namun tidak ia temukan,Diko mendirikan tubuh Dela lalu mendorong tubuh mereka jatuh keranjang milik Diko.