
Asisten Diko masuk Kedalam ruangan,dan memberitahu Diko kalau,ada seseorang datang dengan dua orang Disamping nya,badan yang kekar menggunakan jas.
Diko berdiri,lalu keluar dari ruangan nya dan turun menggunakan lift,Diko menyamperin orang tersebut,ya benar yang datang adalah pria asing yang mencari gara-gara di para merah kemarin.
Diko meminta mereka untuk naik dan mengikuti dirinya keruangan nya,saat semua sudah masuk,Diko meminta asisten nya untun membawakan minum,namun pria asing itu berlagak sombong,ia tidak mau menerima minum dari kantor ini,ucap nya.
“Well,if you don't want a drink from my office, it's not important, the important thing is that we solve this problem, and it's over, you want this problem to be brought to the police station or we solve it in this warm room….” Ucap Diko menyandarkan tubuhnya di kursi miliknya.
“I will not take this case to the police, but you have to pay 100m for the compensation for my clothes and body that you did that night…” ucap pria itu sombong melirik Kearah Diko.
Diko tertawa dengar ucapan pria asing itu.”100 milions,okay, I will compensate you 100 billion, but I have to break 10 parts of your body first, so I will spend the money right now….”balas Diko bangkit dari bangku nya dan meminta anak buahnya mengambil senjata dan mengeluarkan uang yang mereka minta.
Mata pria itu membulat mendengar ucapan Diko,pria itu meminta kedua bodyguard nya untuk membunuh Diko,namun bodyguard itu tidak maju,mereka malah tetap berada di samping pria asing itu,pria asing itu marah karena perintahnya tidak didengarkan,ia meninju kedua bodyguard itu.
Diko hanya tertawa melihat tontonan yang ada didepan nya,percuma badan besar,dengan senjata saja sudah takut,batin Diko mendekati pria asing itu lalu melayangkan tinju ke pipi pria asing itu.
Diko meminta kedua bodyguard pria asing itu membawa boss nya ini keluar dari ruangan milik dirinya ini.
Entah apa uang ditakuti kedua bodyguard itu,mereka hanya tidak ingin melawan Diko,mereka malah nurut akan perkataan Diko,saat ruangan sudah bersih dan kosong,Diko meminta asisten nya meletakan kembali uang tersebut dan menyusun kembali senjatanya.
****
Tak di sangka,hari yang ditunggu-tunggu,Kala akan melahirkan anak pertamanya,ia telah di rawat dirumah sakit selama 5 hari sebelumnya,kini Kala sedang di tanya,ingin lahiran normal atau cesar,Kala ingin lahiran normal,ia meminta kepada dokter kalau ia ingin lahiran normal,jadi Kala akan di bawa keruangan lahiran.
Semua menunggu di luar,hanya suami yang boleh masuk menemani istrinya,Kala sudah di gantikan baju pasien,semua dokter telah membersihkan tubuh mereka begitu juga dengan ruangan nya.
Dokter meminta Kala menarik nafas lalu buang,begitu sampai benar-benar merasakan kontraksi pada bayi,Saat bayi susah untuk keluar,Kala terus berusaha mengenjan,ia meremas tangan Vano hingga tangan Vano berdarah karena kuku Kala,Vano tak kuasa menahan tangis melihat perjuangan istrinya melahirkan anak pertama,Kala terus berusaha mengenjan,ia rasa ingin menyerah,wajah Kala sudah sangat merah,bercucuran keringat keluar begitu banyak di wajah Kala,sekali enjanan lagi,Kala telah melahirkan anak laki-laki yang putih bersih seperti Papa nya,suara bayi menangis memenuhi ruangan,semua mengucapkan syukur kepada Tuhan YME,Bayi nya di bersihkan oleh suster,lalu di bedungan dan di berikan kepada Papa nya,Kala tersenyum melihat anaknya yang mirip dengan Papa nya,tangisan bayi itu berhenti ketika mendengar adzan dari sang Papa.