
“Huaaaaa…” munguap,Sisil.
“Pagi yang indah di Korea,omoo,igeon jinjjaya,tadi malam turun salju,arghhh kenapa Gue harus ketiduran,Kal-a…” seru Sisil merasa kesal tidak melihat salju,dan memanggil Kala,namun ia tidak melihat ada tubuh Kala diatas kasur,Sisil keluar dekat balkon dan melihat apakah ada Kala dijalan atau duduk di balkon namun ia tidak menemuinya.Sisil mengecek ponselnya dan ya,Kala mengirim pesan kepada dirinya dan juga Dela yang sedang ada Didalam toilet,dan baru saja keluar mengeringkan rambunya dengan handuk kecil.
“Dela,lo udah tau Kala tidur dikamar nya pak Vano….” Tanya Sisil kepada Dela
“Udah,Kala ngirim pesan juga ke Gue,ntr juga balik kesini lagi,yakin deh Gue…” jawab Dela duduk di tepi ranjang masih menggunakan kimono nya.
“Benar-benar tu orang ya,kalau ada yang tau bagaimana,kan bisa berabe…” Ucap Sisil khawatir
“Udahlah,mending lo mandi kesana,kita cari sarapan Kebawah,buruan deh,Gue udah lapar ni…” ucap Dela beranjak dari kasur dan membuka kopernya,dan Sisil masuk Kedalam kamar mandi.
****
Kala sudah bangun dari tadi,dia juga sudah menyiapkan baju yang akan di pakai Vano saat ke puncak Nantik,tapi Vano masih tidur,Kala naik Keatas ranjang dan mencium kening Vano lalu mengelus kepala Vano,dan Kala keluar dari kamar Vano melihat sekeliling,saat Kala tidak menemukan ada orang diluar,dia berjalan ngendap-ngendap,tapi saat ingin masuk kamar,Lala datang dengan gerombolan nya,dan melihat Kala seperti sesak nafas gitu,Lala mendekati Kala dan memperhatikan Kala yang belum mandi dan terlihat seperti tadi malam ia keluar.
“Kal,lo habis darimana,pagi-pagi lo sudah keluar dari kamar aja dan dari arah kamar pak Vano nih,lo abis ngapain…” tanya Lala melihat Kearah Vano yang masih tertutup.
Kala terdiam sejenak,dan dia menjawab dengan gugup.
“G-Gu-Gue habis lihat pemandangan,lo bisa lihat Gue pakai baju tadi malam untuk tidur,dan Gue juga gatau kalau itu kamar pak Vano,lagian kalau kamar pak Vano juga,salah Gue lewat aja…” jawab Kala dan tiba-tiba pintu terbuka,takut Dela yang dari dalam mendengar ada suara diluar,saat dia melihat keluar,ia melihat Kala sedang berurusan dengan Lala dan teman nya.
“Kal,lo lama banget sih keluarnya,Gue mau pinjam baju lo tau,buruan deh,lagian kita juga mau berangkat,memang lo terlalu suka Korea sampai-sampai lama banget jalan-jalan paginya…” ucap Dela meminta Kala untuk masuk ke kamar.Kala masuk Kedalam kamar dan ia menutup pintu kamar nya.
Dela membuat kamar kedap suara,dan mulai berbicara dengan Kala.
“Y-ya lo tau jugalah pak Vano bagaimana,dia tiba-tiba minta Gue pindah ke kamar nya,padahal mah kamar kita sebelahan.” Jawab Kala mengambil handuk dan membuka kamar mandi.
“Kala bego,Gue masih Didalam bego…” sorak Sisil dengan mata yang tersabuni.
“Mandi berdua juga sudah biasa gila…” jawab Kala membuka bajunya dan memasuki tubuhnya ke bathup,dan Kala merasa dirinya sangat segar,namun tiba-tiba Sisil mendekati nya.
“Lo habis menghalalkan dirinya ya…” ucap Sisil menetap Kala lekat-lekat,namun Kala tidak terkejut lagi dengan Pertanyan ini,dia memundurkan wajah Sisil dan menarik nafasnya.
“Humm…” jawab Kala singkat dan memasukkan kepalanya Kedalam air.
“Udah ada tanda-tanda kami akan menggendong bayi belum…” tanya Sisil mendekat lagi.
“Sisil gila,mending lo keluar deh,banyak tanya lo,lo aja dulu yang hamil…” ucap Kala menyemprot Sisil dengan air.
“Gue salah apa ya,Kala bego…” jawab Sisil kesal memasang Handuknya dan keluar sambil meledek Kala dari belakang.
“Kenapa sih kalian itu berdebat melulu berdua,mending kalian itu ya,ahhh sudahlah Gue pusing…” ucap Dela menegur Kala dan Sisil,namun tiba-tiba dia duduk di tepi ranjang dan merasa pusing,Sisil langsung mendekati Dela dan memegang kepala Dela.
“Kamu sakit sayang….” Tanya Sisil tersenyum jahil,dan Dela langsung menangkis tangan Sisil.
“Lo yang sakit…” jawab Dela beranjak berdiri dan duduk di balkon.