Merried With You

Merried With You
Kemarahan Vano.



Vano menarik lengan Kala keluar dari Club itu,Dela dan Sisil masih didalam karena mereka diruangan satu lagi,tanpa mereka sadari kalau Kala sudah dibawa pulang oleh Vano.


Kala hanya diam Didalam mobil,ia tidak berkutik sedikit pun,karena Kala tau kesalahannya.Entah masih dibawah kendali minuman entah karena takut terhadap Vano.


Sampai dirumah,Vano masuk kedalam rumah tanpa membukakan Kala pintu,Kala menyusul Vano Kedalam kamar,namun Vano berada Didalam kamar mandi.


“Oo,Maybe dia sesak boker….” Ucap Kala duduk di tepi ranjang memainkan ponsel untuk mengabari Dela dan Sisil,sambil menunggu Vano keluar dari kamar mandi


Namun saat Vano keluar dari kamar mandi,dia mengambil kembali ponsel yang ia letakan di atas meja lampu dan keluar dari kamar menuju kamar tamu.


“Ni orang seriusan marah apa gimana sih….” Guman Kala menyusul Vano Kedalam kamar tamu.


Vano melihat Kala masuk Kedalam ia hanya melihat sekilas lalu kembali sibuk melihat iPad nya.Kala mendekati Vano


“Pa-pak Vano marah ke saya….” Tanya Kala.


Vano masih belum menjawab.Ia masih mengabaikan Kala.


“Ok…Ok saya tau saya salah,saya minta maaf,tapi masa kamu harus pindah kamar,But gpp juga sih,yang penting saya sudah minta maaf,jangan lupa Maafin,selamat malam…” ucap Kala mengecup Pipi Vano supaya Vano memaafkan dirinya,walaupun Kala memaksa dirinya untuk mencium Vano.Dan lagi ini bukan ciuman pertama yang di dapatkan Vano dari Kala.


Vano meletakan IPad nya lalu memegang pipi yang di cium Kala,Vano masih dengan wajah datarnya berjalan ke balkon.Melihat langit malam yang sangat indah dan ditaburi bintang yang banyak dan terang.


......................


“S*al Gue telat,jangan sampe Vano menghukum Gue,karena ini jam pertama dia…” ucap Kala Buru-Buru menuruni tangga dan mengambil kunci mobilnya.


Namun jalan Kala terhenti,ia melihat ke atas kamar tamu,Kala berjalan lagi naik ke atas dan melihat Vano,tidak ada Vano disana.Kala menutup kembali pintu kamar itu dan berlari menuju halaman rumah.


“Arghhh…S*al kalau ada mama,pasti maam bangunkan Gue…” umpat Kala


Mobil Kala,Dela,Sisil masuk Kedalam gerbang kampus,mereka tanpa janjian mereka telat bersama lagi.Wajah mereka masih terlihat bingung.Namun Kala buru-buru jalan dan meninggalakn kedua sahabatnya.Dela dan Sisil yang melihat Kala buru-buru tidak seperti biasanya,mereka juga berlari melewati lorong kampus yang sudsh sepi karena semua mahasiswa sudah memulai pelajaran mereka.


Dengan nafas yang tidak beraturan,mereka bertiga masuk kedalam ruangan dan melihat Vano lagi menjelaskan materi.Vano hanya melihat ketiga wanita itu lalu memalingkan kembali wajahnya.Kala,Dela,Sisil sama-smaa bingung,mereka duduk di tempat mereka dan masih seperti orang kebingung.


“G*la beruntung banget hari ini nggak dapat hukuman….” Batin Sisil merebahkan kepala nya di atas meja


“Wih,nggk kena hukuman ni…” batin Dela senang.


****


Dikantin Kala dan teman-teman memesan makanan sambil menunggu mereka bercerita tentang tadi malam


“Yah begitulah ceritanya,lagian gue juga sudah minta maaf ke dia,tapi dia aja yang belum jawab…” cerita Kala menyeruput minuman nya.


“Kal,gue yakin banget kalau Pak Vano marah banget ke lo dan lagi…” Ucap Sisil namun di potong oleh gadis yang menganggap mereka musuh.


“Kenapa nih cerita-cerita pak Vano,jangan sampe gue kaduin ke pak Vano ya…” ucap Lala duduk di samping Kala And The geng.


“Eh,anyway Kala,gue waktu itu lihat lo di gendong oleh pak Vano sewaktu pingsan,apa jangan-jangan lo cari kesempatan dalam kesempitan supaya pak Vano yang gendong lo ke uks…” ucap Lala mengambil minum Kala.


“G*la lo ya….” Umpat Dela menunjuk Lala.


“Udah deh Del,jangan ladenin…” Ucap Kala menarik lengan Dela untuk duduk kembali.


“Dan lagi,apa jangan-jangan lo itu memang murahan ya,apalagi kan sekarang kedua orang tua lo nggak ada Kal,ya nggak gaisss…” ucap Lala menyinggung sambil tertawa lepas bersama teman-teman nya.


Kala menarik kerah baju Lala sampai membuat Lala terjatuh di lantai.


“Gue rasa kita nggak punya masalah,apa jangan-jangan lo yang suka sama pak Vano terus lo cemburu terus lo melampiaskan ke gue dan lagi sampai-sampai lo bawa kedua orang tua gue…” ucap Kala geram masih memegang kerah baju Lala.


“Iya gue cemburu lo kenapa…”jawab Lala lantang.


“Berarti lo yang murahan,gue bisa beli harga diri lo dengan uang gue sendiri,oh mentang-mentang orangtua gue nggak ada,lo berpikir gue nggak punya uang untuk makan apa gimana,tenang Lala,gue orang yang sangat berkecukupan,dan nggk perlu uang dari om-om lo ngerti,jangan macam-macan sama gue dan teman-teman gue…” bentak Kala melepaskan kerah baju Lala dan ingin Meninggalakn Kala.


Namun saat mereka ingin pergi,Vano dan Diko melihat kejadian itu,Vano pergi berjalan keruangan nya dan Diko masih Ditempat nya.Kala hanya melihat Vano sekilas ia berjalan ke kelas dan duduk.


“Kal,lo keren banget g*la,baru sekali ini gue lihat lo semarah itu…” ucap Dela tersenyum.


“Iyah tu Kal,tu orang sepertinya harus di buang ke pulau terpencil deh…” ucap Sisil tersenyum.


Waktunya Jam pulang.


Kala,Dela,Sisil berjalan bertiga menuju pakiran,mereka memasuki mobil mereka Masing-Masing.Mereka sudah di anggap primadona kampus.


****


”Sil,kamu baru pulang…” tanya wanita tua yang lagi duduk bersama pria muda.


Sisil hanya mengabaikan omongan wanita itu dan berjalan ke arah lift.


“Sisil mama berbicara di jawab….” Bentak Mama Sisil.


“Mama urus saja berondong yang tidak berguna itu,aku jangan di urus…” lawan Sisil masuk kedalam lift.


Saat masuk kedalam kamar,Sisil melempar tas nya dan menjatuhkan dirinya diatas ranjang.


“Kenapa mama nggak m*ti aja sih,biar dia tau rasanya di kuburan tu gimana azab nya wanita yang sudah tua masih saja suka bergaul dengan pria muda….” Umpat Sisil yang sudah muak dengan sikap mama nya yang dari dulu dan saat dulu masih ada Papa nya,mama nya tidak begini…


Sisil berteriak karena stres.Sisil mengacak-acak alas kasurnya.


Setelah selesai meluapkan emosinya,Sisil turun Kebawah untuk mengambil makanan,namun pandangan itu masih ia lihat,Sisil yang sudah muak,ia mengambil minum yang sangat dingin dan melemparkan ke arah pria muda itu yang mencoba merayu mama nya.


“SISIL…” bentak Mama Nya.


“APA…APA….” Bentak Sisil.


Sisil mendapat tamparan yang sangat kuat dan baru ia dapatkan selama hidupnya.Sisil tak mau diam,dia tak ingin membalas ke mama nya,ia membalaskan ke pria muda itu,Sisil menampar dan meninju kuat pria itu sampai tumbang di sofa.


“Lihatlah,sebentar lagi dia akan m*ti sepeti Papa…” ucap Sisil menekan dan tersenyum sinis.


Jangan lupa Like


Komen


Shere


VOTE.!!!!