
“APA…Tidak ini nggak mungkin terjadi bukan..” pekik Kala Didalam kamar mematikan ponselnya lalu melemparkan nya diatas ranjang.
“Arghhh,kenapa semua Meninggalakn aku begini,dari mama dan Papa,sekarang Bibi,..” seru Kala menangis sejadi-jadinya lalu berjalan keluar kamar dan masuk Kedalam kamar Vano,Vano tengah asik menatap laptopnya ia berhenti,karena melihat Kala menangis.
“Kal,kala ada apa,cerita dulu…” tanya Vano mendudukkan Kala di ranjang.
“Bi-bibi kecelakaan,aku mau pulang sekarang juga..” ucap Kala kepada Vano
***
Mereka semua berangkat kembali ke Indonesia,perjalanan kali ini sangat cepat karena menggunkaan pesawat Class.Saat sudah sampai di bandara Indonesia Sopir sudah ada yang menjemput mereka,dan langsung menuju kerumah sakit,semuanya juga ikut,Dela dan Sisil juga begitu juga dengan Diko.
Namun saat sampai di rumah sakit,tubuh bibi sudah di tutupi kain putih semuanya,Kala membuka kain putih tersebut dan memeluk bibi untuk terakhir kalinya.Hati Kala hancur berkeping-keping,dia ditinggalkan oleh orang yang benar-benar berarti di hidupnya.Karena kebanyakan nangis,Kala merasa pusing dan Memilih duduk,ia sangat terpukul,ia sangat menyesal tidak menghabisi waktunya bersama bibi,dirumah sakit Kala hanya diam tak berkutik,air minum yang dibelikan oleh Vano tidak ia minum,saat jenazah telah di bersihkan jenazah di sholatkan lalu di kuburkan hari itu juga,Kala benar-benar tidak bisa melepaskan bibi,tepat dimana ia juga di tinggal untuk terakhir kalinya dirumah sakit dan tak melihat wajah seri indah kedua orang tuanya,tapi kini terjadi lagi,ia tidak melihat wajah indah sang bibi yang merawat dia dari kecil hingga sekarang,Kala mengelus batu Nissan sang bibi,Kala terus meneteskan air matanya,makan bibi juga diletakan di samping kedua orang tua Kala,kali ini Kala benar-benar ingin sendiri,ia meminta yang lain untuk menunggunya di luar pemakaman,namun Vano tidak mau,tapi Kala kemalasan ia untuk kelua e sebentar saja.
“Bik,sekarang bibi sudah ada Disamping mama dan Papa,tolong sampaikan sayang Kala terhadap mereka ya bik,Kala juga sayang bibi,tapi Allah lebih sayang bibi dan meminta bibi kembali kepada dirinya,tapi kenapa harus kalian yang di ambil dulu,kenapa tidak Kala..”
“Ma,Pa,lihatkan bibi ya,bibi juga sangat berjasa tau semenjak Papa Mama pergi Ninggalin Kala,Kala juga sangat sayang kalian berdua,Mama Papa rindu nggak sama Kala….”
Kala terus menangis di pemakaman ketiga orang itu.
”Kini Kala benar-benar wanita yang malang di tinggal orang yang benar-benar tulus mencintai Kala,..” Seru Kala
“Kala pamit untuk pulng ya ma,pa,bik,Kala janji bakal sering-sering kerumah kalian yang indah ini,yang tenang disana ya bik,Kala sayang kalian bertiga..” ucap Kala berdiri namun saat ia sudah berdiri pandangan nya tiba-tiba menghilang,Kala pingsan disana,saat semua sibuk memperhatikan Kala,Vano berlari mengejar Kala Kedalam kuburan tersebut,ia mencoba membangunkan Kala,namun Kala tidak bangun,Vano langsung menggendong Kala lalu berjalan cepat masuk Kedalam mobil,dan membawa Kala Keruang sakit terdekat.Saat sampai dirumah sakit,Vano menggendong Kala masuk Kedalam dan mendorong nya pakai kasur pasien yang tersedia,Vano membentak untuk Kala di periksa langsung.