
“Lo apa-apaan sih Diko,lo itu arghhh brengsek…” seru Vano kepada Diko yang masih duduk di depan pintu kamar Dela dan lain nya.
Kala keluar dari kamar ia melihat Vano dan Diko sedang menunggu dirinya,Kala berjalan ke arah balkon ia sangat pening dengan semua ini,Vano melihat istrinya terlihat stres,Vano menyusul Kala ke atas balkon hotel,ia duduk di tepi Kala,Kala termenung menatap langit siang menjelang sore,Kala menghembuskan nafasnya,ia meluncurkan kepalanya di bahu Vano,Vano membelai kepala Kala.
****
“Bagi Gue waktu untuk ngomong sama Dela sil,bentar aja,lo kasih Gue waktu,lo tau kan Gue orangnya gimana….” Seru Diko mencoba membuka Sisil dari luar pintu sambil menggedor pintu.
Sisil membuka pintu tersebut namun tidak semuanya,ia mengeluarkan badannya lalu menutup kembali pintu tersebut dan menutupnya kembali.
Sisil yang sudah muak dengan sikap Diko,ia menampar Diko sekuat-kuatnya.
“Ngomong apa lagi,lo ngomong apa lagi sih Diko,lo udah nggak lelah membuat teman kami seperti Ini,lo itu gatau bagaimana cara dia melewati ini semua,saat dia sudah sampai puncak untuk melupakan lo,lo tiba dihadapan nya,dan tiba-tiba saja lo menarik dia kembali ke pelukan lo,anj*ng lo,mending lo pacaran sama Lala deh,supaya lo tau bagaiman rasanya disakiti,biar Enggk lo aja yang nyakitin,brengsek lo,seharusnya Gue menghormati lo sebagai dosen Gue,tapi kenapa lama-kelamaan sikap lo makin melunjak,sempat terjadi sesuatu kepada Dela,lo tanggung jawab…” Ucap Sisil menunjuk Diko dengan tangan kidalnya.
......................
...Semasa Sma,dimana tiga wanita cantik yang masih berusia sangat muda,mereka sempat dekat dengan salah satu guru magang disana yang umurnya cukup dekat dengan mereka namun karena kepintarannya,dia lulus lebih cepat,dimana sewaktu itu,ia mengajar di kelas tiga perempuan itu,mengejar about sejarah,sampai dimana guru magang tersebut meminta wanita yang bernama Dela meminta untuk datang ke ruanganya karena Dela tidak mengikuti ujian,jadi Dela akan melakukan ujian susulan di ruangan Diko.Dela meminta Kala dan Sisil untuk menunggu diluar sampai ia benar-benar menyelesaikan ujian nya,namun saat Dela melakukan ujian,Diko terus menatap Dela yang engah sibuk mengerjakan ujian nya,setelah menyelesaikan ujian itu,Dela memberi lembar jawabannya,namun saat Dela pamit untuk keluar dari ruangan,Diko menghentikan,ia mencoba untuk meminta nomor telepon Dela,Dela tanpa pikir panjang,dia memberi nomornya lalu keluar dari ruangan itu....
Malamnya,Diko mencoba menghubungi Dela dengan menelepon nomor Dela,Dela yang tidak sibuk,dia mengangkat telpon itu namun ia tidak tahu itu siapa,saat menegetahui itu adalah guru matangnya,sikap cara berbicara Dela langsung berubah,setelah menjalani telepon yang sangat lama,Diko mengajak Dela untuk nonton Flim di mall,Dela mengiyakan,dan juga memberi alamat rumahnya.Menonton flim berjalan dengan lancar,Diko juga mengajak Dela makan,foto bersama,lalu mengantar Dela sampai rumah nya,kejadian ini berjalan dengan lancar sampai dimana suatu hari Diko meminta Dela menjadi pacarnya,karena Diko yakin Dela juga sudah ada rasa dengan dirinya,Dela yang sudah mempunyai rasa kepada Diko,ia menerima cinta Diko,tepat mereka jadian di sebuah pantai menikmati pemandangan yang indah melihat sunset.