Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Calon Suami Multifungsi



Di dalam pesta, Erik mengajak Maudy untuk berdansa seperti pasangan lain yang ada di pesta itu.


"Tapi aku tidak bisa berdansa," tolak Maudy yang takut akan membuat Erik malu.


"Aku akan mengajarimu!" Erik tetap memaksa yang membuat Maudy akhirnya mau menerima ajakan dansa tersebut.


Maudy terkekeh karena mengingat saat di kapal pesiar di mana Trevor yang belajar dansa bersama Neil.


"Kenapa?" tanya Erik.


"Tidak apa-apa, aku hanya tidak menyangka mafia sepertiku melakukan dansa dengan seorang pangeran!" jawab Maudy yang mengikuti setiap gerakan Erik. "Apa kau yakin akan menanamkan bibitmu pada wanita sepertiku?"


"Memang kau seperti apa?"


"Aku dari kalangan bawah, seorang penjahat dan..."


Maudy tidak bicara lagi karena bibirnya dibungkam dengan bibir Erik. Mereka berciuman di tengah dansa.


"Walaupun kita baru mengenal tapi aku yakin, kau wanita yang tepat untuk mengandung bibitku," ucap Erik setelah melepas ciumannya.


Maudy merasa tersentuh saat dia ingin membalas perkataan Erik tapi Trevor memberi kode untuk keluar dari gedung pesta.


"Ayo, Tuan Bangsawan!" Maudy menarik tangan Erik untuk keluar dari gedung dan bergabung dengan yang lain.


Saat mereka baru saja keluar, Maudy melihat kelompok Jeremy mengejar mereka.


"Bos, Jeremy mengejarku!" lapor Maudy yang terus berlari.


Trevor yang mendapat laporan itu segera menyusul Maudy. Trevor mengakses GPS dari chip Maudy dan melacak keberadaan gadis itu.


"Aku melihat mereka, Bos!" ucap Dozer yang menemukan Maudy dan Erik duluan.


Neil dan Zack juga ikut menyusul, mereka sudah siap dengan senjata mereka.


Dor!


Dor!


Timah panas melesat di antara kaki Maudy dan Erik yang membuat mereka berhenti berlari.


"Di mana bos kalian, heh!" cetus Jeremy.


Maudy dan Erik membalik badan mereka, Maudy mengeluarkan senjatanya tapi Erik tampak santai, dia ingin melihat sejauh apa kemampuan kelompok Jeremy.


"Tuan Bangsawan, aku akan melindungimu!" Maudy menarik Erik supaya berlindung di belakangnya.


Hal itu membuat Jeremy tergelak. "Ternyata dunia sudah terbalik, wanita melindungi pria! Apa ini yang diajarkan oleh bosmu!?"


Suara itu terdengar dari mulut Trevor, lelaki itu sudah sampai di lokasi begitu juga dengan anggota lainnya.


Kini kedua kubu itu saling adu todong senjata.


"Katakan apa maumu!?" Trevor ingin bernegoisasi dahulu.


"Kita mengincar target yang sama jadi aku ingin kau mundur!" ucap Jeremy menantang. "Kau kalah jumlah Mr. Brown!"


Puluhan anak buah Jeremy berdatangan dan mengepung kubu Trevor.


Trevor maju, dia menyimpan senjatanya. "Menembak bukan gayaku, aku lebih suka menebas kepala orang, mencincang atau menguliti orang hidup-hidup!"


"Jadi, aku akan mundur kalau kau bisa melawan Erik!"


Trevor memberi kode anggotanya untuk mundur dan membiarkan Erik maju.


"Bos..." Maudy tampak cemas tuan bangsawannya akan melawan kelompok Jeremy seorang diri.


"Tenang saja, Maudy. Calon suamimu itu seperti superhero!" Trevor mencoba menenangkan Maudy. Dia kemudian mendelik ke arah Neil dan meminta rokok. "Kita mendapat pertunjukan hebat malam ini!"


Neil memberikan satu batang rokok pada Trevor dan menyalakannya. Kemudian Neil juga memberikan rokok pada Dozer dan Zack.


Mereka berempat merokok dengan santai sambil melihat aksi Erik.


Erik memutar bola matanya jengah, dia maju ke depan untuk melawan kelompok Jeremy.


"Di mana senjatamu, Dude?" tanya Jeremy.


"Aku tidak butuh senjata apapun!" jawab Erik dengan menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Jadi, kau bersiap mati dengan suka rela!" Jeremy memberi kode pada anak buahnya untuk menembak Erik.


Dor!


Dor!


Dor!


Tembakan demi tembakan diterima Erik tapi lelaki itu masih kokoh berdiri dan tidak bergeser seinchi pun dari tempatnya.


"What the hell!" teriak Jeremy yang melihat Erik tidak terluka sedikitpun.


Maudy juga sama terkejutnya, dia tidak tahu kalau Erik mempunyai nyawa unlimited. "Woah, calon suamiku ternyata multifungsi selain tampan, dia juga bisa jadi tameng!"