Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Father and Son



Gwen memandangi helikopter yang sudah menjauhi kapal, dia bernafas lega karena setidaknya untuk sementara Trevor tidak mengganggunya jadi dia bisa fokus pada misinya.


"Apa kita bisa kembali ke apartemen?" tanya Gwen pada Maudy yang berdiri di sampingnya.


Mereka berdua berdiri di pembatas kapal dan memandangi lautan di malam hari.


"Sebentar lagi ada helikopter yang menjemput kita, Nona," jawab Maudy sambil memandangi langit, berharap jemputan mereka segera tiba. Sampai Maudy mengingat sesuatu. "Bukankah tuan Peter mengundang Nona untuk makan malam di apartemennya?"


Gwen menganggukkan kepala. "Iya, aku sampai lupa. Tolong urus semuanya!"


*****


Pulau Biru



Trevor sudah sampai di pulau pribadi keluarganya, tempat di mana orang tuanya berada. Ada sepasang mafia yang tinggal di pulau itu, Noah dan Violet.


"Ck, ini menyebalkan!" Trevor berdecak saat turun dari helikopter yang membawanya.


Pulau itu tampak sepi tak berpenghuni pasti orang tua Trevor sudah siap menyambut anak semata wayang mereka.


"Kau tunggu di sini saja, Neil," ucap Trevor sambil mengeluarkan dua pistol di tangan kanan dan kirinya.


Neil tentu saja patuh karena jika dia ikut masuk ke dalam rumah besar di pulau itu pasti akan spot jantung karena orang tua Trevor selalu menyambut kedatangan Trevor dengan cara anti mainstream.


Saat Trevor sampai di depan pintu utama rumah besar, lelaki itu menghela nafasnya beberapa kali.


Kemudian, Trevor menendang pintu dengan satu kakinya sampai pintu terbuka.


Brak!


Pintu terbuka dan sedetik kemudian beberapa anak panah melesat ke arah Trevor. Lelaki itu bergegas menggulingkan badannya supaya terhindar dari anak panah itu.


"Dad... Mom..." protes Trevor.


Tapi sepertinya Noah dan Violet tidak peduli justru setelah itu terdengar suara tembakan yang membuat Trevor harus berlindung memakai meja kayu yang ada di sana.


Suara tembakan tidak berhenti yang membuat Trevor membalas, dia keluar dari tempat persembunyiannya kemudian membalas tembakan kedua orang tuanya.


Dor!


Dor!


Dor!


"Damn! Hentikan!" teriak Noah gusar karena barang antiknya yang rusak.


Noah keluar dari tempatnya dan meratapi barang-barang kesayangannya.


"Bisakah kita berhenti melakukan ini? Bagaimana kalau aku tidak siap?" protes Trevor dengan mendudukkan dirinya di sofa.


"Kau dituntut harus selalu siap, Boy. Bahkan dalam keadaan tidur sekalipun," sahut Violet yang ikut duduk dan merentangkan kedua tangannya untuk memeluk putranya.


"Mom..." tolak Trevor yang tidak mau dipeluk oleh ibunya. "Apa kata para anak buahku!"


"Huh, aku menyesal tidak mempunyai anak perempuan!" kesal Violet. Akhirnya Violet beranjak ke dapur untuk memasak sesuatu untuk Trevor.


"Dad, aku ingin tahu banyak mengenai Aland Smith," ucap Trevor to the point saat Noah mendekat padanya.


Noah ikut duduk dengan menyilangkan kedua kakinya. "Aland Smith keturunan dari Raul Smith ketua dari The Golden Circle yang sudah musnah. Ternyata selain Vector, Raul juga memiliki anak lain."


Noah mengingat musuhnya di masa lalu. "Dan sekarang Aland Smith sepertinya ingin membalas kematian ayahnya. Tapi dia tidak akan mampu menyerang kita!"


"Aland Smith menjadi tangan kanan keluarga Marquez, dia pasti mencari sekutu yang kuat untuk menghancurkan kita!" jelas Trevor dengan gusar karena pada kenyataannya dia mencemaskan Gwen.


"Aku ingin melindungi Gwen karena Aland mengincarnya," tambahnya.


"Gadis yang kau pelihara itu? Aku dengar perampokan di Madania Bank itu, dia pelakunya," sahut Noah.


Trevor mengangguk. "Dia memiliki bakat!"


"Dan kau menyukainya bukan? Aku tahu apa yang kau lakukan padanya di kapal pesiar, Boy." Noah terkekeh dengan menendang satu kaki putranya. "Ternyata kau sangat lemah berurusan dengan wanita!"


"Dia spesial dan aku akan melindunginya," ucap Trevor yang sudah merindukan Gwen. "Bahkan aku ingin mencumbunya sekarang!"


*


*


*


*


*


Udah hari senin lagi, jangan lupa votenya bestiešŸ”„