
Dozer yang mendapat panggilan dari Trevor mencoba mencari Neil dan Zack yang masih sibuk melawan para penjaga istana.
Sesekali Dozer menggulingkan badannya supaya terhindar dari serangan. Saat dia sudah melihat rekannya, Dozer mencoba mengajak mereka untuk pergi membantu Trevor.
"Kita harus menyusul bos!" seru Dozer yang menyembunyikan diri kemudian membalik badannya untuk menembak.
"Kau tahu lokasinya?" tanya Neil yang sedari tadi juga ingin menyusul Trevor.
"Tentu saja," jawab Dozer sambil berteriak pada Zack. "Ayo, Zack!"
"Bos Noah?" tanya Zack yang masih ingin membantu Noah.
Noah yang mendengar itu samar-samar menghampiri mereka. Dia mengambil pedang Dark Blood yang Trevor berikan padanya. "Kalian pergilah! Di sini akan selesai jika aku menghabisi Aland Smith!"
Kemudian Noah maju ke tengah-tengah pertempuran untuk menantang Aland, Noah mengangkat pedangnya ke atas yang otomatis para penjaga dan anak buah menghentikan penyerangan mereka.
"By one!" Noah menantang. Dia tidak ingin ada nyawa tak berdosa hilang lagi malam ini.
Aland berdecih melihat Noah yang menantangnya. Tangannya sudah diperban yang sebelumnya terkena busur panah tapi dia tidak takut untuk menerima tantangan dari Noah.
Aland mengambil tombak dan pedang untuk melakukan duel bersama Noah, dia melangkah mendekati lawannya.
"Mari kita akhiri semua ini," gumam Noah dengan satu pedang ditangannya.
Noah menyerang duluan dan Aland sudah siap menyambut serangan itu.
Trang! Trang!
Dua benda tajam saling beradu, Aland menangkis pedang Noah dengan pedang di tangan kanannya dan tangan kirinya yang memegang tombak juga ikut memberi serangan balik.
Aland ingin menancapkan tombak itu ke perut Noah yang membuat Noah dengan sigap memundurkan badannya.
"Hahaha! Mati kau!" Aland seakan kesetanan dan maju menyerang Noah.
Noah mengayunkan pedangnya pada tombak Aland yang membuatnya terpotong menjadi dua bagian. Bagian yang masih di tangan Aland, berusaha Aland tusukkan kepada Noah dengan satu tangan lagi yang memegang pedang mengarah pada dada Noah.
Crash!
Noah berhasil menghindari tombak tapi tidak untuk pedang yang menggores dadanya.
"Hahaha! Sebentar lagi kepalamu!" Aland tertawa kemenangan, dia ingin menebas kepala Noah sama persis seperti apa yang Noah lakukan pada ayahnya dulu.
"Kita lihat saja!" Noah menyeringai, dia tidak ingin bermain-main lagi. "Aku sepertinya tahu metode kematian yang cocok untukmu!"
Noah melempar pedangnya yang ditangkis oleh Aland.
Trang!
Saat Aland masih fokus ke pedangnya, Noah langsung melempar microbom yang mengenai tubuh Aland.
"Sebentar lagi kau akan bertemu dengan ayahmu tercinta!"
Sedetik setelah Noah berbicara seperti itu, tubuh Aland meledak, tubuhnya hancur sampai muncrat ke wajah Noah.
"Damn!" Noah mengusap wajahnya yang berlumuran daging dan darah.
*****
Dozer, Neil dan Zack sudah sampai di tempat ritual. Mereka mencari keberadaan Violet dan Trevor tapi mereka justru mendapati Ruby yang mendekat pada mereka.
"Di mana bos Trevor?" tanya Neil tidak sabaran.
Ruby menunjuk keberadaan Trevor. "Urusanku sudah selesai jadi tinggal giliran kalian!"
Ruby ingin berlalu pergi, dia tidak ingin melihat adegan mesra antara Gwen dan Trevor. Baru beberapa langkah dia pergi, tangannya dicekal oleh Dozer.
"Kau mau ke mana?" tanya Dozer gusar.
Ruby terkekeh melihat sikap Dozer padanya. "Hawaii, aku akan menunggumu di sana!"
Dozer langsung berdehem dan menetralkan sikapnya, dia tidak boleh emosional untuk sekarang ini. Dia ikut bergabung bersama Neil dan Zack yang duluan bergerak.
"Bos!" panggil Neil saat melihat Trevor.
Trevor yang melihat para anak buah kepercayaannya datang segera maju untuk menghancurkan tempat ritual aneh itu.
Saat pintu tempat ritual sudah berhasil dihancurkan, Trevor bergegas masuk dan matanya semakin menajam melihat Gwen yang terikat di batu besar di sana.
"Kalian berani menyentuh kelinci kecilku! Hanya aku yang boleh menyentuhnya!" Trevor menggeram dengan satu pedang di tangannya yang sudah haus darah.