
Waktu itu Dozer tengah menyelidiki The Alligator dan menyusup ke markas Max. Tanpa sengaja dia melihat sebuah berkas yang terdapat foto bekas luka seperti yang dimiliki oleh Gwen.
Dozer ingin mencari tahu itu dan dia menemukan sebuah lambang kebangsawanan ada di berkas itu.
Sekarang dia yakin jika Gwen memang bukan orang biasa, lantas kenapa Max juga mencari Gwen?
"Keluarga Marquez mempunyai seorang putri yang hilang?" tanya Dozer memastikan. "Dan kenapa kau ingin mencarinya?"
Keluarga Marquez adalah salah satu keluarga bangsawan, keluarga itu mempunyai satu keturunan anak laki-laki yang akan jadi penerus. Dozer tidak menyangka kalau mereka juga mempunyai anak perempuan.
"Kalian tahu Aland Smith?" tanya Max kemudian.
Dozer dan Zack langsung saling pandang karena mereka tahu siapa itu, musuh Black Mamba.
"Aland datang padaku dan meminta mencari putri Marquez yang hilang. Tapi sampai sekarang aku tidak bisa menemukan gadis itu. Kalian pasti tahu kan dimana gadis itu berada?" tanya Max lagi.
Tanpa menjawab, Dozer dan Zack menodongkan senjata mereka begitu juga anggota lain yang berada di belakang mereka.
"Fu*ck! Apa-apaan ini?" protes Max yang tidak siap, dia seorang diri sementara anak buahnya di luar jangkauannya sekarang.
"Menutup mulutmu!" Dozer memasang wajah dingin, tidak ramah seperti sebelumnya.
"Yang bekerja sama dengan Aland berarti jadi musuh kami sekarang!" tambah Zack yang sudah menarik pelatuk pistolnya.
"Bye bye, Max!"
Dor!
Dor!
Dor!
Tanpa belas kasih mereka menembaki Max sampai lelaki itu ambruk dengan bersimbah darah.
"Aland menjadi tangan kanan keluarga Marquez, kita harus segera melapor pada bos!" ucap Dozer yang sudah berdiri, bersiap pergi.
"Bagaimana dengan anggota The Alligator?" tanya Zack.
Zack menggelengkan kepalanya karena partnernya yang sok keren.
*****
Gwen merasakan sakit di sekujur tubuhnya, dia masih enggan turun dari ranjang. Dengan tubuh polos, dia masih berbaring di atas ranjang.
Sampai matanya teralihkan oleh sebuah gaun malam yang sangat cantik di kamar itu.
Karena penasaran, Gwen akhirnya turun dari ranjang dan membaca pesan di sebuah kertas yang berada pada gaun.
Rupanya pesan dari Trevor yang memintanya untuk mengenakan gaun itu dan lelaki itu menunggunya di lantai atas kapal pesiar.
"Apa yang dia lakukan kali ini," gerutu Gwen yang selalu saja jatuh pada perangkap bos mafia yang memiliki seribu satu cara itu.
Tapi lebih baik Gwen menurut saja karena untuk sekarang ini, Gwen tidak punya pilihan.
Beberapa menit Gwen membersihkan dirinya kemudian memakai gaun malam yang disiapkan Trevor untuknya, dia juga memoles sedikit riasan di wajahnya supaya wajah lelahnya tidak ketara.
"Nona..." panggil Maudy yang baru saja membuka pintu kamar.
Sebenarnya Gwen kesal pada managernya itu tapi Gwen tahu jika Maudy hanya menuruti perintah dari Trevor.
"Apa Nona sudah siap?" tanya Maudy.
"Sudah, aku curiga Trevor akan mengajariku sesuatu yang gila lagi!" jawab Gwen yang selalu berpikiran negatif pada lelaki itu.
"Kali ini tidak Nona, bos sedang berusaha bersikap manis," ucap Maudy dengan terkekeh geli melihat Trevor seharian ini belajar menjadi pria romantis.
"Manisnya seperti apa?" tanya Gwen penasaran.
Maudy mendekat dan berbisik. "Ini rahasia, jika bos Trevor tahu aku bisa ditembak mati, Nona."
"Aku bisa menjaga rahasia," ucap Gwen dengan menaikkan lima jarinya.
"Bos Trevor seharian ini berlatih dansa dengan Neil, jadi Nona pura-pura saja tidak tahu!" jawab Maudy.