
Gwen merasa tidak leluasa bergerak karena ada bayi besar yang menempel padanya. Trevor sudah tertidur tapi masih tidak mau melepasnya.
"Huh, untung suka!" Gwen akhirnya menyerah.
Gwen memandangi wajah Trevor yang terlelap, tangan Gwen terulur untuk mengusap rambut lelaki itu. Dia tidak menyangka bisa bersama dengan Trevor sampai di titik ini. Kalau saja dulu dia tidak mencoba bunuh diri dari atas gedung pasti sekarang Gwen sudah tidak ada di dunia karena Marquez pasti sudah menjadikannya persembahan.
"Trey, you my savior." Gwen mengecup kening Trevor dengan lembut.
Trevor hanya mengulum senyumnya, dia suka Gwen yang sekarang. Dia membawa Gwen ke pelukannya. Keduanya tidur dalam posisi berpelukan satu sama lain.
Keesokan paginya, Gwen bangun pagi-pagi karena dia ingin memasak di markas lagi. Dia sudah lama tidak memasak dan para anggota juga merindukan masakannya.
"Biar aku membantu, Nona," tawar Maudy yang ikut bergabung dengan Gwen di dapur.
"Kau bukan managerku lagi jadi panggil saja nama, kita sama-sama anak buah Trevor," sahut Gwen yang tidak tahu jika Trevor akan melamarnya dan meresmikan hubungan mereka.
"Kau anak buah spesial, Gwen," goda Maudy yang sudah tidak bersikap formal lagi.
Gwen berdehem karena semua juga tahu kalau dia teman ranjang Trevor.
"Kau pasti sudah mendengar tentang Carol, 'kan?" tanya Maudy mengubah topik pembicaraan.
"Iya, aku tahu tapi Trey tidak mau membahasnya lebih jauh!" keluh Gwen karena Trevor selalu marah jika dia membahas masalah Carol.
"Malam itu bos sangat mengerikan, dia keluar dari rumah sakit begitu saja padahal lukanya belum sembuh. Dia langsung menghukum Carol dengan tangannya sendiri," ucap Maudy menjelaskan apa yang dilakukan Trevor malam itu.
Gwen menghentikan pekerjaannya dan dengan serius mendengarkan kalimat Maudy selanjutnya.
"Setelah itu bos menyerang kediaman keluargamu hanya untuk membawamu kembali. Kalau kau tidak berarti bagi bos, dia tidak akan mungkin melakukan itu Gwen. Percayalah, sebelum bertemu denganmu bos adalah pemain wanita kelas kakap, Neil bisa membeli pengaman beberapa kali dalam seminggu!" jelas Maudy supaya Gwen tidak berpikiran buruk lagi tentang Trevor.
"Tapi setelah bertemu denganmu, bos menjadi jijik pada semua wanita kecuali kau Gwen. Maka jangan heran kalau bos begitu terobsesi padamu..."
"Apa aku harus memeriksakan diri ke dokter?" gumam Gwen yang merasakan keanehan dengan jantungnya. Dia pikir Gwen hanya suka saja dengan Trevor, dia belum mengerti jika dia telah jatuh cinta dengan bos mafia itu.
Masakan Gwen akhirnya sudah jadi, Gwen meminta Maudy untuk memangggil semua anggota.
"Tolong panggil Erik juga ya, aku akan membangunkan Trey," ucap Gwen pada Maudy.
Maudy langsung menelan ludahnya, dia jadi salah tingkah jika bertemu dengan makhluk super tampan itu.
"Bagaimana ini? Tapi orang tampan juga butuh makan, 'kan?" gumam Maudy dengan menautkan jari-jari tangannya.
Setelah Maudy memanggil semua anggota di markas utama, kini gadis itu menuju kamar Erik berada.
Maudy mengetuk pintu dan suara Erik dari dalam memintanya untuk masuk.
"Tuan Bangsawan, kau diminta Gwen untuk..." kalimat Maudy menggantung karena gadis itu melihat Erik yang bertelanjang dada di sana.
"Aku sedang berlatih dengan tali ini," ucap Erik yang langsung meraih satu kaos untuk dia pakai.
Maudy masih mematung di tempatnya yang membuat Erik keheranan.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Erik mendekat.
Merasa ada kesempatan, Maudy langsung mencium pipi Erik.
"Kau sangat tampan sampai aku ingin menciummu, sebenarnya aku ingin mencium bibirmu tapi aku takut terkena pasal pelecehan pada bangsawan," ucap Maudy yang langsung berlari meninggalkan Erik yang memegangi pipinya, pipi bekas ciuman dari Maudy.