Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Menjadi Manusia Normal



"Apa!?" teriak Noah saat mendapat laporan jika heina kesayangannya sekarat.


Noah segera mencari Violet untuk mengajak istrinya kembali ke Pulau Biru.


"Ada apa?" tanya Violet bingung.


"Silvia sekarat, kita harus kembali!" sahut Noah menyebutkan nama heinanya.


"Saat kita tinggal bukannya Silvia baik-baik saja? Apa ada yang memberinya makanan yang mengandung racun?" tanya Violet lagi yang juga ikut cemas.


"Kita harus pulang sekarang juga!" Noah tidak bisa menundanya karena Silvia adalah hewan buas kesayangan yang dirawat Noah dari baru dilahirkan induknya.


Selang satu jam helicopter jemputan mendarat di mansion, Noah bergegas pergi sementara Violet berpamitan dulu dengan Gwen.


"Jaga kesehatanmu, jangan lupa minum vitamin. Jadwal ke dokter nanti, mommy akan menemanimu periksa karena kita sudah bisa tahu jenis kelamin si kembar," ucap Violet dengan mengusap perut Gwen.


Gwen menganggukkan kepalanya dan melambaikan tangannya saat Violet masuk ke helicopter.


Ada seseorang yang tersenyum kemenangan saat melihat helicopter yang ditumpangi Noah dan Violet saat terbang menjauhi mansion.


Tentu saja itu adalah ulah Trevor yang meminta salah satu penjaga di Pulau Biru untuk memberi laporan palsu pada Noah.


"Sekarang tidak ada pengganggu lagi," ucap Trevor berseringai.


Trevor buru-buru memakai jubahnya dan pura-pura tidur, dia menunggu Gwen untuk masuk ke kamar.


Sementara Gwen sendiri, masuk ke kamar dengan pelan-pelan, takut Trevor bangun.


"Syukurlah kalau dia tidur," gumam Gwen saat melihat Trevor yang berbaring miring membelakanginya.


Gwen segera naik ke atas ranjang perlahan, dia ingin cepat tidur karena hamil membuatnya cepat lelah.


Tengah malam, Gwen merasakan geli luar biasa disekujur tubuhnya. Dia merasakan ada yang memainkan buah dadanya, kedua benda bulat itu dihisap dan dikulum dengan mulut pemain handal.


"Ugh!" Gwen melenguh dan tak lama tubuhnya terguncang pelan. Sekarang dia merasakan ada benda panjang memasuki tubuh bawahnya.


"Ini gila!" Gwen yang masih memejamkan matanya merasa gelisah dan nikmat sekaligus.


Trevor yang tengah menggagahi tubuh istrinya memandangi wajah Gwen yang keenakan.


Tangannya mengusap perut Gwen supaya bayi-bayinya tenang di dalam sana. Trevor menunduk dan mencium perut buncit istrinya.


Setelah itu Trevor mencium bibir Gwen yang membuat empunya membuka mata.


"Mmmh... Trey! Kau curang!" ucap Gwen terbata.


Bukannya merasa bersalah, Trevor semakin bergerak cepat sampai semburan hangat dirasakan oleh Gwen.


Nafasnya terengah-engah, dia takut Trevor akan memulai ronde berikutnya tapi dia salah, Trevor justru melepaskan diri kemudian memeluk Gwen dan tertidur.


Keesokan harinya, Gwen yang kesal tidak mau berbicara pada Trevor yang membuat lelaki itu bingung sendiri.


"Sayang..." Trevor berusaha membujuk istrinya tapi Gwen seakan tidak peduli. Kalau saja Trevor memintanya baik-baik pasti Gwen akan mau tapi Gwen kesal karena Trevor yang mencuri kesempatan saat dia tidur, tidak adil.


"Aku minta maaf, okay. Aku tidak tahan lagi, apalagi melihat buah dadamu yang besar itu, sayang," ungkap Trevor yang mendapat pelototan tajam dari Gwen.


"Baiklah, bagaimana caranya supaya kau bisa memaafkan dan mau berbicara lagi padaku?" Trevor terus membujuk istrinya.


Dan Gwen akhirnya mengungkapkan apa yang dia mau.


"Aku ingin makan burger dengan kentang dan cola ditambah pizza," ucap Gwen kemudian.


"Astaga, hanya itu? Sangat mudah bagiku, sayang. Kau tahu kan uangku banyak," sahut Trevor sambil memainkan ponselnya, dia akan mencoba menghubungi Neil.


"Aku tidak mau kau membelinya dengan uangmu yang banyak itu," tambah Gwen.


Trevor langsung menatap istrinya dengan mengerutkan dahinya.


"Maksudnya apa sayang?" tanyanya.


"Maksudku adalah kau harus melakukan pekerjaan normal untuk mendapatkan uang kemudian membeli makanan yang aku inginkan itu," jelas Gwen.


"A--apa? Jadi aku harus bekerja seperti manusia normal?"


"Ya, kau harus cari uang dengan normal, Tuan Mafia!"