Me And The Boss Mafia

Me And The Boss Mafia
Mendatangi Erik dan Isabel



Akhirnya kata keramat itu keluar juga dari mulut Gwen. Tubuh Trevor sampai gemetar tidak percaya, lelaki itu seperti orang bodoh yang diam mematung.


Sementara Gwen sendiri merasa sangat malu, gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Trey, katakan sesuatu!" Gwen akan bertambah malu jika Trevor hanya diam saja.


Buru-buru Trevor berdehem dan memasang wajah biasa saja.


"Akhirnya kau mengakuinya juga Gwen," goda Trevor yang merapatkan tubuh Gwen ke dinding. Trevor ingin mencium bibir yang baru saja mengucapkan kata suka itu tapi tiba-tiba salah satu anak buahnya melapor jika mereka sudah siap berangkat.


"Sepertinya kita harus menunda waktu ciuman kita," ucap Trevor yang melepaskan Gwen. "Kau boleh ikut!"


Gwen kesenangan akhirnya dia bisa ikut menyelamatkan Maudy.


Di dalam perjalanan Trevor diam seribu bahasa dengan tubuh menyender di kursi penumpang dan dia memejamkan matanya. Trevor mengingat masa lalunya.


"Kau harus berjanji akan menjadi wanita tangguh, Gwen!" perintah Trevor tiba-tiba.


"Kau tidak apa-apa, Trey?" tanya Gwen yang merasa Trevor tidak baik-baik saja.


Trevor membuka matanya dan menatap Gwen. "Kau tahu kegagalan saat menjadi bos mafia itu apa?"


"Gagal menjalankan misi?" Gwen menebak.


Trevor menggeleng. "Saat kau kehilangan orang kepercayaanmu! Disaat itulah kita gagal menjadi pemimpin!"


"Dulu ada orang kepercayaan daddy Noah namanya Ruzel. Dia yang selalu membelaku dan membantuku saat aku terkena hukuman karena latihan keras yang aku jalani. Ruzel seperti temanku, aku sangat mempercayainya sampai..."


Trevor memejamkan matanya lagi. "Dia tewas karena mengorbankan diri demi aku. Waktu itu kami diserang saat posisi kami berada dalam lift, lift akan terjun ke bawah karena beban kami, Ruzel membantuku naik ke atas untuk keluar dari lift tapi saat aku mengulurkan tanganku, dia terjun ke bawah!"


"Semenjak itu aku berjanji tidak mau menjadi beban siapapun, aku ingin kau juga begitu Gwen! Aku tidak ingin kau menjadi kelemahanku, buat aku tidak mengkhawatirkanmu saat kita tidak bersama!"


Gwen mendengarkan Trevor, dia melihat sisi lain dari Trevor yang selama ini dia kenal.


"Apa kau sekarang takut Maudy nasibnya akan sama seperti Ruzel?" tanya Gwen yang sepertinya tahu apa yang dirasakan Trevor.


Gwen mengulum senyumnya. "Akhir-akhir ini sikapmu jadi manis, Tuan Mafia."


"Aku berbicara seperti ini hanya padamu saja jadi jangan bilang pada siapa-siapa!" ketus Trevor yang menjadi emosional hari ini.


Trevor menautkan jemarinya dengan jemari Gwen, dia harap Gwen akan terbiasa menjalani kehidupan mafia seperti dirinya. Hidup berbahaya penuh kekerasan dan juga harus berpindah-pindah tempat, karena itu Trevor tidak pernah memikirkan urusan pernikahan apalagi anak. Tapi mulai sekarang sepertinya dia harus merancang hidup baru dengan Gwen. Mengikat gadis itu supaya tidak bisa pergi darinya.


*****


"Sepertinya mereka sudah datang," ucap Erik saat melihat dua mobil berhenti di kawasan penyekapan Maudy. "Cepat lepaskan wanita itu! Dia hanya pancingan!"


Erik hanya ingin berbicara pada Gwen.


Sementara di luar, Trevor bersiap masuk dengan dua pistol di tangannya. Gwen dan anggota lain mengikuti Trevor dari belakang.


"Bos!" panggil Maudy saat dia sudah dilepas. Dia ikut bergabung dengan Trevor.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Trevor kemudian.


"Sudah aku bilang kan jika Erik tidak berniat jahat pasti dia ingin bicara padaku, Trey," timpal Gwen yang semakin yakin dengan firasatnya.


"Apapun yang kalian bicarakan, aku harus tahu!" tegas Trevor.


Akhirnya mereka menyimpan senjata mereka dan memutuskan ingin bicara baik-baik dengan Erik.


Mereka duduk berempat, Gwen, Trevor, Erik dan Isabel.


"Apa kabar Gwen?" tanya Erik basa basi.


"To the point!" Trevor menyela. Dia ingin urusan mereka cepat selesai.


"Baiklah, aku akan mulai. Aku sebentar lagi akan ulang tahun ketiga puluh dan saat itu aku akan mati! Jadi, aku ingin Gwen yang menggantikan garis keturunan keluarga!" jelas Erik.


Trevor melirik ke arah Gwen yang duduk di sampingnya. "Kau ingin jadi bangsawan atau mafia, Gwen?"