
"Apa kau sudah menyukaiku, Gwen?" tanya Trevor di pagi hari saat bangun dari tidurnya.
Gwen mengerucutkan bibirnya, bagaimana dia bisa menyukai seseorang dalam hitungan jam?
"Apa kau tidak mempunyai misi?" tanya Gwen mengalihkan pembicaraan. "Aku harus ke agensi hari ini karena syuting sudah akan dimulai jadi kemungkinan aku akan sibuk!"
"Jadi kau akan menemui pria itu lagi?" Trevor memicingkan matanya, kalau tidak mengingat janjinya pada Gwen pasti saat ini Peter sudah menjadi mayat.
"Sebentar lagi tujuanku akan selesai jadi jangan kacau kan semuanya," ketus Gwen.
"Kau yakin Carol tidak akan balik membalasmu nanti?" tanya Trevor berpikir realistis.
"Tidak semuanya harus diselesaikan dengan nyawa, Trey. Aku ingin Carol mengalami apa yang aku rasakan selama ini," ucap Gwen yang terlalu naif.
Trevor memutar bola matanya malas jika dia jadi Gwen pasti Trevor akan datang pada Carol kemudian menembak kepalanya dan selesai. Dia masih tidak mengerti dengan jalan pikiran Gwen, semua akan selesai jika ada kematian.
"Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu, aku harap kau menjalankan sebuah misi supaya kau tidak seperti pengangguran," ungkap Gwen.
"Saat kau tahu berapa jumlah uang yang aku miliki pasti kau akan kejang-kejang, Gwen," ucap Trevor yang tidak terima dibilang pengangguran.
"Whatever! Bye, Tuan Mafia!" Gwen segera meninggalkan Trevor atau lelaki itu akan bertanya lagi sudah menyukainya atau belum.
*****
Peter tampak lesu karena saham perusahaannya yang turun drastis, berita mengenai dirinya dengan Gwen rupanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak menyukainya.
"Argh!" Peter membanting semua berkas yang ada di mejanya.
Tak lama pintu ruangan Peter terbuka, Carol datang atas permintaan Peter. Gadis itu berpikir jika dia masih punya kesempatan.
"Pete, kau tampak berantakan," ucap Carol berusaha mendekati Peter dan memberi lelaki itu pelukan. Tapi tindakannya itu ditolak mentah-mentah oleh Peter.
"Menjauhlah, Carol!" ucap Peter jengah. Dia mengambil briefcase yang sudah Peter siapkan sebelumnya kemudian dia memberikannya pada Carol. "Di sini ada uang kompensasi, aku sudah melebihkan tarifnya dari kontrak yang kau tanda tangani!"
"Apa maksudmu, Pete?" tanya Carol keheranan.
"Aku mengeluarkanmu dari peran film," jelas Peter.
Carol membulatkan matanya tidak percaya. Bagaimana mungkin Peter bisa mengeluarkannya dari peran secara sepihak seperti itu.
"Apa-apaan ini? Aku sudah menandatangani kontrak! Kau tidak bisa bertindak sesuka hatimu! Aku bisa menuntutmu!" Carol merasa tidak terima, dia butuh peran itu untuk menaikkan pamornya. Kalau masalah uang, Aland sudah memenuhi semua kebutuhannya. Walau setiap malam dia harus melayani lelaki paruh baya itu.
"Aku harap kau berpikir seribu kali sebelum melaporkan ku, Carol," ucap Peter yang tidak takut karena dia mempunyai puluhan pengacara yang siap membelanya.
Peter memperbaiki kerah jasnya dengan angkuh, dia tidak akan takut dengan ancaman Carol.
"Silahkan keluar kalau sudah selesai, Mrs. Watson." Peter menunjuk pintu keluar supaya Carol cepat pergi.
Carol yang merasa kesal setengah mati membanting pintu ruangan Peter dengan keras.
Brak!
Peter tersenyum sinis, dia tidak peduli pada Carol lagi. Peter segera menghubungi Gwen supaya gadis itu segera menemuinya.
"Anna, aku sudah memenuhi permintaanmu sekarang kau harus menepati janjimu. Jadilah wanitaku mulai sekarang," ucap Peter dengan menjilati bibirnya sendiri, dia tidak sabar bermain dengan Gwen.
*
*
*
*
*
Sambil nunggu bos Trey up lagi, mampir juga di lapaknya author "Harumini" ya readers tercintrong.
Judul : Hanya Pemuas
Author : HaruMini
Cuplikan bab :
Suara lenguhan bergantian dari ke dua bibir anak manusia yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, di dalam sebuah kamar yang berukuran lebih dari empat kali empat meter, yang terdapat di unit apartemen sederhana di pusat kota.
"Lagi?" tawar wanita cantik yang masih berada di atas tubuh seorang pria.
"Tentu," sambung sang pria yang sekarang membalik tubuh sang wanita, dan mengungkung di bawahnya. "Aku tidak akan pernah menolak, tapi kali ini aku akan membalas permainanmu yang selalu luar biasa tadi," ucap pria tersebut yang menyatukan tubuhnya kembali seakan tidak ada lelahnya untuk melakukan penyatuan.
Mereka ngapain tuh? Lanjut kesana ya bestie...