
Trevor terkejut Gwen berinisiatif memeluk dirinya tanpa ancaman atau modus seperti yang biasa dia lakukan. Gadis itu datang padanya sendiri?
"Gwen, apa kau sudah menyukaiku? Aku tidak sabar untuk bercinta denganmu lagi," ucap Trevor yang membalas pelukan dari gadis itu.
Gwen memukul dada Trevor yang selalu berpikiran mesum, dia hanya ingin berlindung pada Trevor setelah kejadian yang dia alami.
"Ternyata kau memang punya kelainan akut, Gwen. Hanya kau saja yang tidak tertarik padaku," dengus Trevor yang tidak terima jika ada wanita yang tertarik padanya.
Gwen terkekeh, Trevor memang selalu kelewat percaya diri. "Bagaimana kalau kita mandi bersama, Trey?"
Trevor terkesiap, apa pendengarannya tidak bermasalah?
"Ya sudah kalau tidak mau," ucap Gwen membalik tubuhnya untuk meninggalkan ruangan latihan.
Tapi Trevor langsung memeluk Gwen dari belakang. "Katakan lagi, Gwen," pinta Trevor.
"Lupakan saja!" Gwen mencoba melepaskan diri dan berlari dan Trevor tentu saja tidak akan membiarkan Gwen bisa lepas darinya.
"Gwen, jadi kau suka main sabun, 'kan!" teriak Trevor dengan mengejar gadis itu.
Gwen masuk ke kamarnya yang berada di markas, gadis itu merindukan kamar lamanya. Tapi mengingat Trevor yang mengejarnya, Gwen mengurung diri di kamar mandi. Dia ingin menggoda Trevor.
"Gwen, buka pintunya! Atau aku akan menghancurkannya." Trevor yang sudah berada di depan pintu kamar mandi menjadi gusar.
Padahal pintu kamar mandi tidak dikunci oleh Gwen. Jadi, saat Trevor berusaha mendobrak pintu itu, raga kekarnya justru terdorong dan ambruk di lantai.
"Sial!" umpat Trevor. Dia segera berdiri dan mencari Gwen yang bersembunyi di balik tirai. "Kau berani menggodaku, Gwen. Kau ingin aku memakanmu, ya?"
"Aku lelaki yang selalu menepati janji!"
Trevor membuka tirai dan Gwen mencoba berlari tapi kali ini Trevor berhasil menangkap Gwen dan tanpa mau menunggu lama, Trevor mencium bibir setroberi Gwen yang membuatnya selalu ketagihan.
Kedua anak manusia itu saling membalas dan bermain dengan indera pengecap mereka, sampai tangan Trevor mulai melucuti pakaian Gwen.
Trevor berhenti saat membuka jaket yang dikenakan Gwen karena baju Gwen yang sobek, pasti terjadi sesuatu.
"Aku akan ke mandi di kamarku sendiri," pamit Trevor yang menahan hasratnya.
Saat Trevor berbalik, tangannya dicekal oleh Gwen.
"Kau boleh melakukannya, Trey. Tapi hanya satu kali," ucap Gwen dengan wajah semerah tomat matang.
Trevor menyeringai, akhirnya Gwen ketagihan juga dengan batang tumpulnya. Itu yang Trevor pikirkan.
Kemudian lelaki itu kembali mencium Gwen dan merapatkannya ke dinding. Trevor menaikkan satu kaki Gwen karena dia ingin mengajari Gwen gaya baru dengan berdiri.
Dan penyatuan menggelora terjadi di kamar mandi itu. Suara desahaan dan juga erangan terdengar saling bersahutan, mereka mengejar kenikmatan bersama.
*****
Setelah kegiatan intim yang begitu melelahkan Gwen tertidur di ranjangnya. Trevor menyelimuti gadis itu dan mencium keningnya sebelum dia keluar dari kamar Gwen.
Trevor memanggil Maudy untuk menanyakan apa yang dialami Gwen hari ini tapi Maudy menjawab tidak tahu karena memang dia menunggu di mobil dan Gwen tidak memakai chipnya.
Brak!
Trevor menggebrak mejanya. "Dasar tidak becus! Gwen terluka, bodoh. Hukuman apa yang pantas untukmu!?"
"Ma--maafkan aku, Bos." Maudy ketakutan, badannya sampai bergetar hebat.
"Memotong kedua jarimu sepertinya cocok untuk hukuman yang kau terima," ucap Trevor yang tidak suka jika anak buahnya tidak bisa diandalkan.
"Aku rasa ada hubungannya dengan Carol, Bos." Maudy mencoba mengutarakan pendapatnya.
Bersamaan dengan itu, ponsel Trevor berdering karena Dozer yang melakukan panggilan padanya.
"Bos, kau bisa mendengarku?" tanya Dozer. Kemudian, Dozer melaporkan informasi yang dia dapatkan. "Carol Watson bergabung di kubu Aland Smith!"
Trevor mengepalkan kedua tangannya. "Sepertinya Aland sudah bosan hidup! Cari dia dan jangan sampai lolos!"