
Violet yang mendengar kabar jika Trevor akan segera menikahi Gwen senang bukan kepalang.
"Noah..." Violet mencari suaminya.
Noah sedang memberi makan heina kesayangannya di kandang.
"Noah, cepat hubungi Tony!" seru Violet saat menemukan suaminya berada.
"Tony? penjual obat-obatan itu?" tanya Noah yang atensinya beralih pada istrinya.
"Iya, cepat pesankan obat penyubur kandungan paling bagus! Trevor harus bisa menghasilkan anak yang banyak," sahut Violet antusias. Dia tidak sabar menimang cucu.
Noah tampak menyeringai, akhirnya ada calon murid yang akan dia ajari latihan ekstrim seperti Trevor dulu.
"Apa yang sedang kau pikirkan, hah?" Violet mulai curiga.
"Tidak apa-apa, Baby. Ayo kita bersiap ke kota!" Noah merangkul pundak istrinya dan membawanya masuk ke dalam rumah. Mereka bersiap-siap akan pergi ke kota.
*****
Isabel akhirnya mau tidak mau menerima Maudy jadi menantunya, dia ingin mengabulkan permintaan terakhir Erik.
Persiapan acara pernikahan segera dilakukan mengingat beberapa hari lagi, Erik sudah memasuki usia tiga puluh tahun.
Sementara calon pengantin wanita tengah melakukan perawatan untuk mempercantik diri sebelum acara pernikahan.
"Aku tidak menyangka bisa menikah," ucap Maudy yang saat ini berendam di kolam air susu dengan Gwen.
Gwen yang kembali segera menyusul Maudy ke istana Erik karena dia juga akan menikah di sana.
"Aku juga," sahut Gwen sambil melihat cincin yang tersemat di jari manisnya, rasanya dia sudah merindukan Trevor sekarang. Mereka harus berpisah sementara waktu sampai upacara pernikahan tiba.
"Katakan Gwen, bagaimana caranya bercinta dengan baik dan benar? Aku dan tuan bangsawan harus cepat-cepat melakukan pembibitan," ucap Maudy yang tidak tahu malu.
Gwen berdehem. "Aku hanya menerima apa yang Trey lakukan padaku!" jawabnya jujur.
Ah, kalau dipikir-pikir memang selama ini Gwen tidak pernah berinisiatif duluan.
"Bagaimana jika kita memesan lingerie seksi untuk hadiah malam pertama pernikahan?" usul Gwen kemudian.
*****
Isabel menatap dua gaun pengantin mewah dan cantik berwarna putih dengan taburan mutiara mahal.
"Bagaimana, Nyonya?" tanya perancang busana.
"Ini sempurna! Aku akan meminta Gwen dan Maudy mencobanya!" Isabel bergegas mencari kedua perempuan itu.
Saat Isabel menemukan mereka rupanya Gwen dan Maudy menyambut Violet yang baru datang.
Isabel menelan ludahnya mengingat malam pembantaian tapi dia berusaha bersikap biasa saja.
"Nyonya Isabel," sapa Violet sopan dengan setengah membungkukkan badannya.
"Nyonya Violet, silahkan masuk. Apa datang sendirian?"
"Untuk sekarang sendiri, aku tidak sabar bertemu calon menantuku!"
Violet menggandeng tangan Gwen untuk menjauh sejenak, dia memberikan sebuah botol obat penyubur kandungan.
"Apa kau sudah selesai menstruasi, Gwen?" tanya Violet to the point.
Gwen mengangguk malu-malu.
"Jangan kau beritahu Trey atau dia akan nekat datang kemari. Minumlah obat penyubur kandungan itu setiap hari, jangan menunda memiliki anak lagi!" ucap Violet perhatian. "Aku juga akan memberikan satu untuk Maudy!"
Kemudian mereka ikut bergabung bersama Isabel dan Maudy yang tengah mencoba gaun pengantin.
Saat tiba giliran Gwen memakai gaun pengantin, gadis itu menatap penampilannya di depan cermin.
Gwen terlihat semakin cantik, Gwen meraba wajahnya dan membayangkan wajah buruk rupanya dulu.
Tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya, takdirnya benar-benar berubah saat bertemu dengan Trevor.
"Gadis buruk rupa kesayangan boss mafia!"