
"Pintu besi itu, pintu tempat latihan!" tunjuk Maudy yang mengantar Erik supaya tidak tersesat.
Erik tersenyum manis sekali pada Maudy. "Terima kasih dan maafkan aku yang sudah menyekapmu sebelumya," ucap Erik tulus.
Jantung Maudy berdetak kencang, dia tidak biasa diperlakukan begitu manis begitu. Padahal Erik hanya berterima kasih dan minta maaf tapi baginya itu adalah perlakuan termanis yang pernah Maudy terima. Selama ini lelaki di sekelilingnya adalah lelaki-lelaki beringas.
"I--iya." Maudy menjawab dengan gugup. Dia membalik badannya tapi tangannya dicekal oleh Erik.
"Kapan-kapan kita minum teh bersama untuk menebus kesalahanku!" ucap Erik yang membuat Maudy semakin salah tingkah.
"Um, akan aku pikirkan Tuan Bangsawan. Aku harus pergi atau bos Trevor akan memotong tanganku!" pamit Maudy sambil berlari menjauhi Erik.
Erik tergelak melihat sikap Maudy padanya. "Tuan bangsawan? Lucu juga!"
Atensi Erik berpaling saat tiba-tiba dia melihat Trevor yang datang dengan gusar.
"Ada apa?" tegurnya.
"Ada tamu sialan yang datang!" ketus Trevor yang sangat kesal karena dia sudah menahan diri dan membayangkan bercinta dengan panas bersama Gwen.
"Tamu siapa?" tanya Erik yang tidak mengerti.
"Kau tidak perlu tahu!" Trevor berusaha menetralkan amarahnya.
Kemudian Trevor masuk ke dalam tempat latihan yang diikuti Erik dari belakang. Di dalam tempat latihan ada puluhan anak buah Trevor yang berlatih.
"Jangan bilang kau tidak bisa bela diri," ucap Trevor yang sibuk memasang kain pada telapak tangannya.
"Tentu saja aku bisa tapi aku lebih berbakat bermain pedang," sahut Erik membanggakan diri.
"Aku juga suka bermain pedang, sepertinya aku punya lawan yang cocok!" Trevor kemudian memerintahkan salah satu anak buahnya supaya mengambilkan dia dua buah pedang.
Erik tersenyum smirk, dia tidak takut sama sekali pada lelaki yang sudah menebas kepala ayahnya itu.
Saat pedang yang Trevor minta sudah datang, Erik dan Trevor bertarung yang disoraki oleh para anak buah Trevor yang mendukung bos mereka.
"Ayo Bos!"
Trevor memasang kuda-kuda bersiap menyerang Erik, Trevor berlari sambil mengayunkan pedangnya.
Trang!
Erik menangkis serangan Trevor dengan santai. Erik tidak membalas serangan Trevor sama sekali, dia hanya menangkis serangan dari bos mafia itu.
Sampai akhirnya Trevor mempunyai celah.
Crash!
Trevor menggores dada Erik tapi bukannya merasa menang, Trevor justru terkejut bukan main karena tubuh Erik tidak terluka sama sekali.
"Aku tidak akan bisa mati atau terluka karena belum waktunya," jelas Erik dengan tenang. "Aku sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri dan gagal!"
"Jadi, aku tidak memerlukan latihan apapun!" tambah Erik.
*****
Gwen yang datang bulan mengira jika Trevor tidak akan mengganggunya selama beberapa hari ke depan. Gadis itu mengambil baju dan perhiasan yang Violet berikan padanya.
Gwen berdandan begitu cantik malam ini dan berputar-putar di depan cermin.
"Bagus sekali, Gwen. Saat aku tidak bisa menidurimu kau berdandan seperti itu!" tegur Trevor. Seperti biasa lelaki itu tiba-tiba muncul tanpa suara yang membuat Gwen memegang dadanya karena kaget.
"Trey!!" protes Gwen. "Lama-lama aku bisa terkena serangan jantung!"
Trevor mendekat dan menaikkan tubuh Gwen di atas meja rias. "Kau sangat cantik!" pujinya.
"Aku hanya memakai baju dan perhiasan pemberian mommy Violet," sahut Gwen malu-malu.
"Apa kau senang dengan mommy Vio?" tanya Trevor yang tangannya mulai nakal meraba tubuh Gwen.
"Iya aku seperti menemukan sosok ibu angkatku dalam diri mommy Violet," jawab Gwen jujur.
"Baguslah, kalian memang cocok!" Trevor ingin mencium bibir Gwen tapi ditahan oleh gadis itu.
"Kenapa? Aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu!"
"Jika kau menciumku, kau akan meminta lebih. Aku tidak bisa melayanimu, Trey. Aku datang bulan, kau ingat, 'kan?"
"Kau bisa melayaniku dengan cara lain!"
Trevor membuka baju atas Gwen dan menenggelamkan wajahnya di sana. "Sekarang ukurannya sudah pas dan empuk, Gwen!"
"Akh!" Gwen tersentak karena Trevor mulai bermain dengan dua bongkahan di dadanya.
*
*
*
*
*
Author : Enak ya, Trey. Nyusu terus!
Trevor : Jangan ganggu, Thor. Ngetik sana! Masuk goa biar bisa crazy up!
Author : Lagi sibuk di RL, Trey. Sorry up nya sering telat muluðŸ˜